Perencanaan Kapasitas

Perencanaan Kapasitas
sumber:wikipedia.net

Perencanaan Kapasitas adalah proses untuk menentukan kapasitas produksi yang diperlukan sebuah organisasi untuk memenuhi permintaan yang terus berubah. Istilah “kapasitas” adalah jumlah maksimum pekerjaan yang organisasi tersebut mampu untuk menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan.

Perbedaan antara kapasitas organisasi dan permintaan pelanggan akan menghasilkan inefisiensi, baik berupa sumberdaya yang menganggur atau pelanggan yang tidak puas. Sasaran perencanaan kapasitas adalah meminimalkan perbedaan ini. Permintaan bervariasi berdasarkan perubahan keluaran produksi misalnya kenaikan atau penurunan jumlah produk yang ada, atau memproduksi produk baru. Penggunaan kapasiats yang ada agar lebih optimal dapat dicapai dengan perbaikan-perbaikan pada Efektivitas Peralatan Total (OEE – overall equipment effectiveness). kapasitas dapat dinaikkan melalui pengenalan teknik-teknik, peralatan dan bahan-bahan yang baru, menambah jumlah pekerja atau mesin, menambah jumlah shift, atau menambah fasilitas produksi.

Rumus Kapasitas: (jumlah mesin atau pekerja) x (jumlah shift) x (utilisasi) x efisiensi.

Penggolongan perencanaan kapasitas adalah strategi mendahului, menyusul dan tepat
* Strategi mendahului adalah menambah kapasitas untuk mengantisipasi naiknya permintaan. Strategi ini merupakan startegi agresif dengan maksud memancing pelanggan agar menjauhi pesaing. Kelemahannya adalah seringkali terjadi kelebihan persediaan yang tentunya mahal dan sia-sia.
* Strategi menyusul adalah menambah kapasitas hanya setelah organisasi berjalan pada kapasitas penuh atau lebih karena naiknya permintaan (North Carolina State University, 2006). Ini sifatnya lebih konservatif. Memang mengurangi resiko tapi berakibat hilangnya calon-calon pelanggan.
* Strategi tepat adalah menambah kapasitas sedikit demi sedikit untuk menanggapi perubahan permintaan pasar. Ini strategi yang lebih moderat.

Dalam lingkup systems engineering, perencanaan kapasitas dipakai selama perancangan sistem dan pemantauan kinerja sistem.

Tinjauan

1. ^ “Definitions – Supply Chain Management”. North Carolina State University. 2006. http://scrc.ncsu.edu/public/DEFINITIONS/C.html. Retrieved on 2008-10-26.
2. ^ Neil J. Gunther (2007). “Guerrilla Capacity Planning,”. Springer. ISBN 3540261389.

1. Hill, Joyce (2006), Capacity Requirements Planning.
2. Krajewski, Lee J., & Ritzman, Larry P. (2005), Operations Management: Processes and Value Chains. Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall
3. Lazowska, Edward D (1984), Quantitive System Performance, Prentice-Hall, ISBN 0-13-746975-6
http://en.wikipedia.org/wiki/Capacity_planning

3 Tanggapan

  1. ayo mas yang ngeblog logistik yang lebih praktis lagi..misalkan tentang supplier atau gudang..ditunggu..

  2. thank uda bagi2 ilmu pd si gaptek ne…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: