Keluarga Sakinah

Perumpamaan keluarga sakinah adalah seperti sepasang suami istri yang berboncengan sepeda menaiki jalan yang amat curam. Suami badannya kurus kering sedang istri seorang yang super gemuk. Saking beratnya, keringat mengucur deras dari tubuh sang suami. Istri bertanya sesuatu yang sebenarnya dia sudah tahu,”Berat ya, Mas?” Sang suami, demi menjaga perasaan istri dan [mungkin] gengsi, berkata,”Oh nggak, Dik. Dua orang kayak adinda bonceng, aku tetap sanggup”. Saking semangatnya suami sampai ke**** dan semerbaklah. Suami bertanya sesuatu yang sebenarnya dia sudah tahu,”Bau ya, Dik?”. sang istri, demi menyemangati sang suami dan [mungkin lagi] gengsi,”Ah nggak, Mas. Segarrrrr.”
Didengar dari Kajiian Minggu di masjid dekat rumah

Hapalan Hadits Pendek untuk Anak Umur 3-6 tahun

” Barangsiapa mengatakan, “Laa ilaahaillallah” akan masuk surga.”
“Alloh itu indah dan suka dengan yang indah-indah”
“Sesungguhnya Alloh mencintai seorang hamba yang apabila dia mengerjakan sebuah pekerjaan, dia kerjakan secara professional.”
“Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”
“Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.”
“Tidak akan masuk surga orang yang suka menggunjing.”
“Siapa yang tidak mau bersyukur kepada manusia, maka dia tidak akan bersyukur kepada Alloh.”
“Bukan dari golongan kita orang yang tidak menyayangi yang lebih kecil dan menghormati yang lebih besar.”
“Yang disebut muslim adalah jika muslim yang lain selamat dari [kejahatan] tangan dan lidahnya.”
“Kata-kata yang baik itu adalah sedekah.”
“Jangan marah, dan bagimu surga”
“Senyum kepada saudaramu adalah sedekah.”
“Orang yang pengasih akan dikasihi oleh yang Maha Pengasih.”
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
“Agama itu nasihat.”
“Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”
“Saling memberi hadiahlah di antara kamu niscaya kalian akan saling mencintai.”
“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa.”
“Dijadikan kebahagiaanku berada di dalam sholat.”
“Malu itu sebagian dari iman.”
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: Apabila berbicara selalu dusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya menghianati.”

Diambil dari buku Pendidikan Cinta untuk Anak karangan DR. Amani Ar-Ramadi

Ciri-ciri orang munafik

Kadar iman pada hati orang munafik bisa dianalogikan dengan sinyal jaringan. Sinyal bisa putus, bisa pula nyambung. Namun, sinyal yang putus-nyambung lebih menjengkelkan. Sinyal demikian bisa dialami oleh kita semua, apapun operator yang kita pakai. Demikian pula kemunafikan. Mulai muballigh sampai muallaf punya potensi untuk menjadi munafik. Untuk mencegahnya, perlu kita ketahui apa saja tanda-tanda orang munafik itu. Berikut diantaranya:
1. Merasa malas untuk sholat.
Sholat adalah ibadah yang utama bagi seorang mukmin. Pada kondisi apapun, sholat tetap bisa dijalankan. Keadaan normal, sholat berdiri. Keadaan payah, sholat duduk. Keadaan sakit, sholat berbaring. Keadaan lumpuh, sholat isyarat. Saat kesibukan meluap-luap, sholat seperti no 2. Atau saat kita sedang menikmati sesuatu, sholat kita tangguhkan. Padahal kita tidak akan ditanya selevel apa gaming kita, sebanyak apa teman FB kita, seberapa container ekspor yang kita muat di akhirat nanti. Kita hanya ditanya kualitas sholat kita.
2. Suka pamer ibadah atau keberhasilan.
Nabi s.a.w pernah mengingatkan bahwa dosa bagi orang munafik laksana lalat di hidung. Dengan mudah bisa dihalau. Sementara dosa bagi orang mukmin laksana gunung yang akan runtuh. Sehingga orang munafik merasa cukup dengan amal yang sedikit dan merasa bangga dengannya.
3. Jarang mengingat Alloh.
Nabi banyak mengajarkan tentang doa-doa dalam kehidupan sehari-hari. Dia belajar, doa masuk masjid, keluar masjid. Doa tidur, bangun tidur dsbnya. Kehidupan sehari-hari orang munafik jarang diisi dengan doa. Mereka makan, tidur, belajar tanpa berdoa sekali pun.
4. Menjadikan orang-orang kafir sebagai kekasih
Teman ada bermacam level. Teman strategis, taktis, dan sekilas. Kekasih adalah teman strategis. Istri/suami , pemimpin dan saudara jamaah adalah contoh teman strategis. Teman kerja dan tetangga bisa digolongkan teman taktis. Teman sekilas adalah orang yang kita kenal di toko buku, pasar, lampu merah yang mungkin tak akan kita jumpai lagi. Teman strategis adalah teman yang akan mendampingi kita di dunia dan akhirat. Beberapa teman pernah tertarik dengan perempuan non-muslim karena karakternya dan – biasanya – wajahnya. Mengajaknya masuk islam adalah usaha mulia, mengajaknya masuk islam untuk menikahinya adalah riskan. Bagaikan menolong orang gemuk dari jurang yang dalam. Kalaupun selamat, energy yang kita keluarkan jauh lebih besar. Kalau tidak, kita bisa ikut masuk ke dalamnya.

Terakhir, Alloh membalas orang munafik dengan neraka yang lebih bawah. Tanah itu sudah paling bawah. Tetapi, gempa bumi membuat tanah itu terbelah dan ada tanah lagi di dalamnya. Itulah analoginya. Mari kita berusaha, berdoa dan berkaca agar kita dijauhkan dari sifat-sifat orang munafik.

em>Disaring dari ceramah ustadz Agung di masjid kampong dekat rumah.em>

Batang Pohon pun merindukan nabi s.a.w

Para ulama menggolongkan mu’jizat ini lebih besar daripada mu’jizat Nabi Isa menghidupkan orang mati. Pada peristiwa Nabi Isa, beliau diijinkan “hanya” mengembalikan ke status asal yaitu hidup lagi. Sedangkan pada mu’jizat Rasul, batang pohon naik statusnya menjadi makhluk berperasaan, yang sedih tak terkira ditinggal oleh Rasul.

Baca lebih lanjut

Bagaimana melihat Alloh…?

Seorang laki-laki bernama Dzi’lib Al-Yamani bertanya: ” Dapatkah Anda melihat Tuhanmu, wahai Amir Al-Mukminin?” Jawab Imam Ali r.a.:”Akankah aku menyembah sesuatu yang tidak kulihat?!” “ Bagaimana Anda melihat-Nya?” Tanya orang itu lagi. Maka beliau pun memberikan penjelasannya:

Dia (Alloh) takkan tercapai oleh penglihatan mata, tetapi oleh mata-hati yang penuh dengan hakikat keimanan. Ia dekat dari segalanya tanpa sentuhan. Jauh tanpa jarak. Berbicara tanpa harus berpikir sebelumnya. Berkehendak tanpa perlu berencana. Berbuat tanpa memerlukan tangan. Lembut tapi tidak tersembunyi. Besar tapi tidak teraih.Melihat tapi tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang tapi tidak bersifat lunak.

Wajah-wajah merunduk di hadapan keagungan-Nya. Jiwa-jiwa bergetar karena ketakutan terhadap-Nya

Sumber: Mutiara Nahjul Balaghah

Silaturrahmi iseng

Sering kali saya kangen sama teman-teman. Bisa teman SMP, SD, kantor, pengajian dll. Ada keinginan untuk berkunjung ke rumahnya atau janjian ketemu di mana. Tapi, berhubung sudah berkeluarga, hasrat ini sering tak kesampaian. Kasihan rasanya meninggalkan istri yang bersusah-susah momong 3 anak kami. Atau kasihan lihat anak-anak main sendiri di rumah sedangkan ayahnya cangkrukan tiada arah.
itu dari sisi internal. Dari sisi kawan pun juga merasa risih. Jaman sekarang, orang berkunjung karena ada keperluan jelas. Pinjam uang, tanya obat, ngobrol soal project, besuk, takziyah, meeting, momen Hari raya, undangan nikah, perpisahan kerja dsbnya. Tak ada lagi berkunjung karena iseng. Pasti kawan itu terganggu.
Padahal waktu masih SMP atau SMU dulu, saya suka main-main ke rumah teman sekedar iseng, tanpa rencana serius. Sekarang, boro-boro. Namun, ada saluran lain yang membuat saya masih bisa berkunjung ke teman-teman tanpa alasan apa pun alias iseng : Facebook. Memang, tak akan pernah sama. Setidaknya, itu yang saya bisa dan hanya itu yang saya punya. Alhamdulillah.

Kesopanan Timur

Kemarin, istri dan anak bungsuku pergi ke toko dekat rumah untuk membeli sesuatu. Sampai di sana, dia menjumpai pemilik toko sedang berbincang santai dengan temannya. Istri berkata,”Pak Ikhsan, aku mau beli.” Pak Ikhsan, kami sekeluarga sudah akrab dengannya, berkata,”Monggo,Mbak. Ambil aja perlu sampeyan.” Untuk kedua kalinya istri berkata,””Pak Ikhsan, aku mau beli.” Menganggap omongannya cuma basa basi, Pak Ikhsan juga mengulang,”Lho, ambil aja perlu sampeyan.” Dan dia tetap berbincang dengan temannya. Merasa ada komunikasi yang tersumbat, istri mengulangnya,”Pak Ikhsan, aku mau beli sesuatu.” Sampai di sini Pak Ikhsan menyadari sumbatan itu dan berkata,”Oh, sudah dulu ya. Ada yang beli tuh.” Lalu dengan penasaran dia bertanya,”Arep tuku opo, Mbak?”. Dengan pelan tapi pasti istri menjawab,”Softex, Pak”.

Sebagian dari kita mungkin tak lagi tabu untuk bertanya langsung kepada penjual di hadapan orang lain soal “bagian dalam” karena itu kan hanya “kulit”, yang penting “the real thing” masih tertutup. Namun, sebagian lain menganggap kalau “kulit” aja gak kelihatan apalagi “the real thing”-nya. Dalam industri, pendapat kedua ini disebut “preventive action”. Kesopanan timur sebenarnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tindakan pencegahan seperti ini hanya proses edukasi yang terlampau sedikit dan keteladanan yang minim membuat budaya ini luntur.

%d blogger menyukai ini: