Shinjuku Incident

Hingga 3 minggu setelah film tayang saya tak mendapatkannya di toko CD terdekat. Sampai-sampai film berikutnya “Spy Next Door” muncul. Saya masih bermimpi mendapatkan CD tersebut hingga malam ini ketika saya lihat di program acara TV berlangganan tertulis pukul 21:40 ditayangkan Shinjuku Incident. Karena diberi tugas mengetik oleh istri, maka saya baru bisa nonton mulai 22:15. Yah disyukuri saja, keluarga beres dan hobi tetap jalan. Karena saya baru nonton 22:15 maka paragraf pertama dibawah ini saya sarikan dari beberapa blog

Saya termasuk penggemar berat Jackie Chan. Film-filmnya yang saya lihat antara lain Rush Hour1-3, Who am I, film-film klasiknya dsbnya. Saya menganggapnya komedian sejati. Dia tak harus berusaha lucu untuk mengocok perut. Wajahnya tenang tapi tindakannya menggelikan. Sewaktu saya lihat di Koran, ada film baru Jackie Chan berjudul “Shinjuku Incident”, saya bergegas membeli VCD orisinil yang murah [saya memang ngefans, tapi kalo ngabisin 50 ribu buat sekali nonton di bioskop – biarpun dengan istri tercinta dan anak tersayang – yaa sayang banget. Beli buku aja, pakde] dan Tuhan memihak Jackie Chan. Hingga 3 minggu setelah film tayang saya tak mendapatkannya di toko CD terdekat. Sampai-sampai film berikutnya “Spy Next Door” muncul. Saya masih bermimpi mendapatkan CD tersebut hingga malam ini ketika saya lihat di program acara TV berlangganan tertulis pukul 21:40 ditayangkan Shinjuku Incident. Karena diberi tugas mengetik oleh istri, maka saya baru bisa nonton mulai 22:15. Yah disyukuri saja, keluarga beres dan hobi tetap jalan. Karena saya baru nonton 22:15 maka paragraf pertama dibawah ini saya sarikan dari beberapa blog.

Setting film ini adalah awal 90-an. Nick [Jackie Chan] yang dijuluki Kepala Besi menyeberang illegal ke Jepang dari Cina untuk mencari tunangannya Xiu Xiu [Xu Jing Lei]. Proses menyeberang ini tidak mudah karena kapal yang ditumpanginya karam sebelum berlabuh di daratan Jepang, berenanglah ia hingga ke pantai dan selamat. Meski dikejar-kejar polisi Jepang, dia selamat karena menemukan saudaranya di daerah Shinjuku. Singkat cerita, dia bisa berkumpul dengan sesama orang Cina di perantauan. Untuk menyambung hidup, dia ditunjuki bisnis pasar gelap dan bawah tanah lainnya sambil mencari tahu keberadaan tunangannya [Andaikan tahun 90 sudah ada FB pasti dia gak perlu menyeberang ke Jepang]. Mereka punya slogan 30% takdir, 70 % usaha. Kalau saya 100% takdir, 100% usaha.

Nah, mulai paragraph ini pakai bahasa saya sendiri. Keahlian Kepala Besi dalam beladiri dan akhlaqnya yang bersahaja membuatnya menjadi sesepuh di antara teman-temannya di lingkungannya. Shinjuku tempat dia tinggal ternyata termasuk daerah merah. Ada mafia Taiwan, mafia Cina daratan sendiri, yakuza dan interseksi di antara mereka. Kepala Besi juga sudah punya teman seorang gadis Cina bernama Lily [peran pembantu karena dari mulai muncul sampai selesai cuma di samping Jackie Chan] yang fasih berbahasa Jepang. Kedatangan Kepala Besi dan Lily di lingkungan Cina disambut hangat teman-teman dan saudara-saudaranya dan mereka berdua dianggap bertunangan [sampai akhir cerita hubungan keduanya tidak pernah jelas, mungkin hal ini menginspirasi Mark Zuckenberg menemukan “hubungan tanpa status” di FB].

Salah seorang Cina perantauan teman Kepala Besi bernama Jie. Dia berjualan berangan [semacam buah, cuma sampai akhir saya tidak tahu buah kayak apa, apalagi rasanya]. Jie masih muda, lugu, pengecut dan sok sial. Jiwa mudanya membuatnya berkenalan dengan putri bos mafia Cina. Niatnya cuma main-main, masang jepit di rambut sang putri. Sang putri pun tidak keberatan wong cuma masang jepit, kalau masang bom ya langsung telpon Densus 88. Tindakan ini diketahui ayahnya. Awalnya ayahnya memarahinya. Ketika tahu sama-sama Cina perantauan maka dengan sopan sang ayah mengajaknya masuk. Ini sialnya yang pertama. Ketika Jie sudah masuk, putrinya disuruhnya keluar dan di dalam ternyata sudah menunggu para Yakuza. Mereka pun menghajar Jie hingga babak belur satu babak dan menyita gerobak berangannya. Dengan wajah berlumuran darah [darahnya asli tapi lukanya ya palsu, mana mau main film bonyok sana sini] Jie pulang ke saudara-saudaranya. Kepala Besi dan saudara-saudaranya tidak terima dengan perlakuan ini dan menyerbu Bos Mafia Cina yang didukung Yakuza tadi. Karena out of numbers, Bos China tadi menyerah [setelah dipukuli dulu biar tahu rasa] dan gerobak bisa direbut kembali. Keributan ini didengar oleh polisi Jepang [mungkin ada yang memencet tombol sunyi seperti di bank-bank gitu]. Kepala besi dan saudara2-nya bisa selamat karena salah satu petinggi polisi Jepang yang menggerebek tadi pernah berutang nyawa pada Kepala Besi [peran petinggi polisi ini sentral hingga akhir film. Sayangnya saya gak ingat namanya. Yah kita namakan saja Kahito].

Jie ketiban sial yang kedua saat berjualan berangan dekat arena Play Station. Mafia Taiwan menemukan salah satu Play Station itu aspal [asli tapi palsu]. Chipnya diganti oleh salah satu saudara Kepala Besi. Awalnya, seorang teman Jie meminta Jie untuk menjaga arena itu sebentar karena dia mau kencing, Jie sebenarnya menolak tetapi tuntutan scenario membuatnya menyetujuinya. Saat dia menunggui arena itu, mafia Taiwan menyerbu. Jie terjepit dan berulang kali mengatakan ada kesalahpahaman [yang tidak berdampak sistemik seperti Bank Century] tapi Mafia Taiwan tidak mau tahu. Jie diseret ke belakang, Bos mafia Taiwan [inisial saja BT] memotong telapak tangan kanannya dan melukai wajahnya secara permanen [di tengah-tengah film katanya Jie sudah operasi laser tapi bekas luka tetap tampak]. Teman Jie yang memintanya menjaga tadi langsung lari memanggil Kepala Besi dan rekan-rekannya. Setelah sempat diskusi alot, Kepala Besi dan rekan-rekannya datang ke TKP. Mereka akhirnya bisa membebaskan Jie meskipun mereka melihat sendiri potongan telapak tangan Jie diinjak oleh BT. Anehnya, Jie merasa kesakitan saat potongan itu diinjak meski secara medis hal ini tidak mungkin. Barangkali masih ada sinyal batin antara dia dengan bekas organ tubuhnya itu.

Sesampainya di rumah saudara dan rekan Kepala Besi berencana untuk membalas dendam. Kepala Besi meminta mereka tetap tenang dan memikirkan cara terbaik [ketenangannya mengingatkan saya pada para pemimpin Indonesia]. Tengah malam Kepala Besi menyelinap ke rumah BT dan menguping percakapannya dengan seorang anak bos Yakuza [Togawa] yang menyuruh BT untuk membunuh bos Yakuza lainnya yang belakangan adalah suami Xiu Xiu. Beberapa saat kemudian suami Xiu-Xiu datang ke rumah BT. Mereka berdua sebenarnya adalah rekan bisnis [barang haram tentunya, kalau barang halus namanya dukun santet]. Di tengah percakapan suami Xiu-Xiu dikepung oleh begundal2 BT dan terjepit lalu terjatuh ketika dia melihat Kepala Besi di kolong meja. Saat BT hendak menusuk suami Xiu-Xiu, Kepala Besi tiba-tiba muncul dan menyabet lengan BT hingga putus. Hukum qishahsh telah berlaku. Keduanya kemudian kabur dan menjalin pertemanan [gak perlu di-add kayak di FB]. Kepala Besi mengantar suami Xiu-Xiu sampai rumahnya dan bertemu dengan Xiu Xiu di sana. Kepala Besi ternyata pasrah tunangannya telah menjadi istri orang. Dia nrimo ing pandhum. Suami Xiu-Xiu menawarinya untuk bekerja dengannya. Kepala Besi menolak. Kepala Besi meminta Xiu-Xiu menengok ibunya di Cina yang terus mencarinya.

Saat terjadi musyawarah Yakuza, suami Xiu-Xiu menuduh Togawa memakai orang luar untuk membunuhnya. Tuduhan ini ditolak oleh Kepala Bos Yakuza. Penolakan ini membuat suami Xiu-Xiu meminta Kepala Besi untuk membunuh Kepala bos dan Togawa. Permintaan ini disanggupi oleh Kepala Besi dengan syarat dia mendapatkan KTP Jepang dan daerah Shinjuku dikuasainya. Dua syarat ini disanggupi. Kepala Besi pun membunuh Kepala Bos dan Togawa. Pembunuhan ini menyebabkan vacuum of powers dan suami Xiu-Xiu ditunjuk oleh Dewan Pembina Yakuza [anggotanya para tetua, entahlah membina apa, salah satunya membinasakan] sebagai Kepala Yakuza. Bisnis Kepala Besi dan saudaranya pun berkembang pesat dari sini. Kepala Besi pun mulai berpindah ke bisnis halal yaitu jualan traktor dan alat berat lainnya [perusahaan tempat saya bekerja belum ditawari proposal oleh Kepala Besi]. Sayangnya, saudara dan teman-teman Kepala Besi terjerumus ke bisnis illegal seperti ekstasi dan judi karena pengaruh suami Xiu-Xiu. Awalnya, Kepala Besi tidak tahu hal ini tetapi Kahito menemuinya dan menunjukkan bahwa Polisi Jepang sudah menganggap dia dan teman-temannya sebagai bagian dari yakuza akibat bisnis illegal-nya.

Kepala Besi pun berusaha menasihati saudara dan teman-temannya dengan ditemani kahito. tetapi nasi sudah menjadi bubur [basi lagi]. Saudara-saudaranya menolak nasihatnya. Bahkan mereka berniat membunuhnya bila usaha illegal mereka dibongkar. Di tengah-tengah pertengkaran ini, para yakuza yang tidak puas dengan suami Xiu-Xiu menyerbu gedung mereka. Perkelahian tidak imbang terjadi. Seluruh saudara dan teman-teman Kepala Besi [termasuk suami Xiu-Xiu yang saat sekarat memberi Flash Disk 2 GB berisi informasi penting yakuza kepada Kepala Besi] tewas termasuk Jie yang Suul Khotimah karena menghembuskan ekstasi terakhir sebelum mati. Kepala Besi melarikan diri dan Kahito menelpon kepolisian. Yakuza memburu Kepala Besi hingga stasiun kereta api [namanya saya lupa lagi, pastinya bukan stasiun Pasar Turi]. Tolakan pedang dan peluru sudah membentur dan menyambar tubuh Kepala Besi. Saat hendak finishing touch, Kahito dan rekan-rekannya datang. Terjadi baku tembak. Korban tewas tidak bisa
dihitung dengan jari-jari tangan, ditambahi jari-jari kaki pun masih tidak bisa, kalau ditambahi butiran tasbih baru cukup. Kepala Besi melarikan diri hingga di saluran pembuangan bawah tanah. Kahito pun berhasil menghampirinya. Dengan gaya sentimental, Kepala Besi menyerahkan Flash Disk itu kepada Kahito dan dia hanyut terbawa arus.
Shinjuku Incident

2 Tanggapan

  1. 8pLOsi nmqhjpfktfsw, [url=http://dtfatjcqiysc.com/]dtfatjcqiysc[/url], [link=http://omldgoisajdf.com/]omldgoisajdf[/link], http://sjodhykltlpm.com/

  2. Kasihan ceritanya. Tapi ini emang berasal dari cerita sungguhan apa nggak sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: