Rachel Corrie

Itulah sebabnya kau berangkat ke Palestina. ”Datang ke sini adalah salah satu hal yang lebih baik yang pernah kulakukan,” begitu kau tulis pada 27 Februari 2003. ”Maka jika aku terdengar seperti gila, atau bila militer Israel meninggalkan kecenderungan rasialisnya untuk tak melukai orang kulit putih, tolong, cantumkanlah alasan itu tepat pada kenyataan bahwa aku berada di tengah pembantaian yang juga aku dukung secara tak langsung, dan yang pemerintahku sangat ikut bertanggung jawab.”

Baca lebih lanjut

Teknologi Nano

Saat anda berbicara mengenai teknologi nano, anda perlu berpikir dalam beberapa disiplin ilmu yang saling menjalin menjadi satu teknologi dan dinamakan teknologi nano. Teknologi ini menggabungkan fisika, biologi, kimia dan ilmu-ilmu bahan serta keseluruhan ilmu-ilmu teknik. Teknologi nano juga mengacu pada sesuatu yang terkait dengan teknologi baru yang menarik yang melingkupi pemikiran-pemikiran sains modern yang terbaik.

Intinya, teknologi nano mengacu pada pemahaman mengenai fisika, biologi dan bahkan sifat-sifat kimia yang berkaitan dengan skala atom dan semi-atom. Bahkan teknologi nano dapat memanipulasi atom yang dikendalikan untuk menciptakan bahan tertentu yang kemampuannya sangat khusus. Tetapi anda keliru bila menganggap teknologi nano secara keseluruhan adalah buatan manusia, karena alam juga berperan di sini. Alam telah memakai teknologi nano selama milyaran tahun terbukti dari bagaimana enzim dipakai bersama dengan katalis untuk menciptakan berbagai atom dan molekul sehingga kehidupan di planet ini menjadi amat unik.

Sehingga, ilmuwan sekarang juga mempelajari bagaimana air dapat diproses untuk menghidupkan mobil kita. Mungkin air bisa diuraikan menjadi beberapa unsur dan perlakukan dia seperti H2O. itulah mengapa tidak salah menyebut teknologi nano memakai sains untuk menciptakan sesuatu yang amat sangat kecil bahkan lebih tipis daripada lebar rambut manusia.

Kenyataannya, teknologi nano membuat manusia mampu menyusun ulang atom-atom air menjadi atom debu dan udara sehingga kita dapat menciptakan jagung dan nasi sendiri. Gambaran sederhana dalam pemakaian teknologi nano adalah seperti menyusun ulang atom-atom batubara untuk menciptakan berlian.

Namun, teknologi nano belum diakui secara luas. Di AS, ditemukan bahwa lebih dari 50% orang dewasa masih tidak yakin mengenai apa itu teknologi nano.

sumber: http://www.physicspost.com/science-article-234.html

komputer kuantum

Komputer kuantum tidak berbeda dengan komputer normal dari luarnya, tetapi komputer kuantum beroperasi berdasarkan prinsip teori kuantum. Sehingga komputer kuantum disusun dengan cara yang sama sekali berbeda.

Komputer normal beroperasi berdasarkan satuan-satuan yang dinamakan bit. Tiap byte pada komputer normal hanya berarti salah satu dari 0 atau 1. Tak perduli seberapa besar byte yang anda punya, tiap komputer pada satu waktu hanya berisi satu kombinasi byte-byte ini agar program dapat beroperasi.

Komputer kuantum berbeda karena adanya prinsip mekanika kuantum atau superposisi. Cobalah anda ingat kembali pelajaran SMU dulu, anda mungkin telah belajar mengenai superposisi saat membahas bagaimana gelombang seperti cahaya dan suara bergerak dari titik satu ke titik lain. Kuanta juga dapat berada dalam superposisi dibandingkan kuanta yang lain sehingga bit kuantum yang membentuk komputer dapat berupa 0, 1 dan superposisi sembarang dari keduanya.

Semakin banyak bit kuantum (dikenal juga qubit) anda punya, semakin banyak peluang posisinya. Karena anda berurusan dengan superposisi maka posisi-posisi yang berbeda dapat diduduki sekaligus. Bila komputer 8-bit hanya dapat menduduki salah satu dari 256 posisi yang dihasilkan oleh 8 bit itu pada satu waktu, maka komputer kuantum dapat menduduki semua 256 qubit posisi dalam sekaligus.

Karena itu komputer kuantum dapat jauh lebih hemat daripada komputer konvensional. Meskipun komputer kuantum masih dalam tahap yang sangat dini, pada akhirnya komputer ini dapat menghitung lebih cepat daripada komputer yang kita punyai sekarang. Jika hal ini terjadi maka kecepatan PC sebesar 3.0 GHz takkan ada artinya dibandingkan komputer kuantum baru yang tersedia di pasaran.


Sumber: http://www.physicspost.com/science-article-241.html

dari ikan menuju tak hingga

Namun, selalu ada batasan pada kreativitas kita. Kita dapat memutuskan apa yang kita maksud dengan angka 6 dan +, tetapi setelah kita melakukannya, hasil dari persamaan seperti 6+6 di luar kendali kita. Pada matematika, kebebasan kita terletak pada pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan – dan bagaimana kita mencapainya – tetapi bukan pada jawaban yang menanti kita.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: