Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (Versi Penuh)

Hukum ilmiah bukanlah hukum ilmiah jika hanya berlaku saat Sang Supranatural memutuskan tidak ikut campur. Ketika membaca ini, Napoleon disebut pernah bertanya kepada Laplace bagaimana memasukkan Tuhan dalam gambaran ini. Laplace menjawab: ”Tuanku, saya belum memerlukan hipotesa itu.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 2)

Sayangnya, pandangan alam semesta bangsa  Ionia – yang dapat dijelaskan melalui hukum umum dan disederhanakan menjadi serangkaian prinsip sederhana – berpengaruh kuat hanya beberapa abad. Salah satunya karena teori Ionia terlihat tidak memberi tempat pada gagasan kehendak bebas, atau konsep bahwa Tuhan ikut campur dalam bekerjanya dunia. Gagasan menghilangkan peran tuhan atau kehendak bebas ini belum dapat diterima oleh banyak pemikir Yunani sebagaimana gagasan serupa bagi banyak orang hari ini.

"

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 1)

Ketidaktahuan mengenai bagaimana alam bekerja menyebabkan orang-orang kuno menciptakan dewa-dewa untuk disembah pada tiap bidang kehidupan. Ada dewa cinta dan perang; dewa surya, bumi dan langit; dewa lautan dan sungai; dewa hujan dan badai; bahkan ada dewa gempabumi dan gunung berapi. Jika dewa-dewa disenangkan, manusia akan dikaruniai cuaca yang baik, kedamaian dan terbebas dari bencana alam dan wabah. Jika dewa-dewa dikecewakan, maka akan timbul perang, penyakit dan wabah. Baca lebih lanjut

Bab Pertama dari The Grand Design, The Mystery of Being

Menurut teori-M, alam semesta kita bukan satu-satunya alam semesta. Alih-alih, teori-M meramalkan bahwa sangat banyak alam semesta tercipta dari ketiadaan. Penciptaan alam-alam itu tidak memerlukan campur-tangan suatu yang supranatural atau tuhan.

Baca lebih lanjut

Mesin Jet

Mesin Jet

Meskipun tenaga dan kapasitasnya sangat besar, sebenarnya sebuah mesin jet lebih sederhana dari mesin di mobilmu.

Baca lebih lanjut

Istriku sayang, aku ingin menikah lagi

Sang Mama kemudian menghubungi Ustadzah Romlah, guru ngajinya. Demikian nasihatnya:

“Ini nasib perempuan. Terima saja. Kalau seorang perempuan itu muslimah yang baik, dia akan sabar, dan dia akan dapat pahala. Istri-istri lain suamiku malah aku semua yang mencarikan.”

Baca lebih lanjut

Android

Android adalah platform terbuka telepon seluler yang dikembangkan oleh Google dan kemudian oleh Open handset Alliance. Google mendefinisikan android sebagai “tumpukan perangkat lunak” untuk telepon seluler.

Jadi, apa itu tumpukan perangkat lunak? Terdiri dari system operasi (platform di mana segalanya berjalan), perangkat antara (pemrograman yang mengatur aplikasi dapat berkomunikasi dengan jaringan atau aplikasi lain), dan aplikasi (program sebenarnya yang telepon akan jalankan). Pendeknya, tumpukan perangkat lunak adalah segala perangkat lunak yang membuat telepon android berfungsi sebagaimana layaknya.

Android berdasarkan system operasi Linux, dan semua aplikasinya akan tertulis dengan memakai Java. Google menjelaskan bahwa Android akan “dipasarkan dengan serangkaian aplikasi inti yaitu email, SMS, kalender, peta, browser, dan daftar teman,” dan banyak lagi.

Setiap orang dapat mengunduh buku saku pengembangan Android dari google dan menulis aplikasi untuk Android.

Sumber: http://cellphones.about.com/od/glossary/g/define_android.htm

%d blogger menyukai ini: