Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (bagian 1)

Dapatkah teori yang dibangun berdasarkan kerangka kerja yang begitu asing dalam kehidupan sehari-hari juga menjelaskan kejadian-kejadian biasa yang dimodelkan dengan begitu akurat oleh fisika klasik? Bisa, untuk kita dan orang-orang di sekitar kita yang terbentuk dari struktur yang padat, tersusun dari sekian banyaknya atom, lebih banyak daripada jumlah bintang di alam semesta yang teramati.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (versi penuh)

Dalam pandangan ini, alam semesta tidak hanya mempunyai keberadaan atau sejarah tunggal, namun mempunyai setiap kemungkinan versi keberadaan secara bersamaan dalam apa yang disebut superposisi kuantum. Mungkin ini terdengar konyol sebagaimana teori di mana meja hilang kapanpun kita keluar ruangan, namun dalam kasus ini teori ini telah lulus setiap ujian percobaan di mana teori ini sebagai subyek.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What is Reality? (bagian 2)

Realisme menurut-model dapat menyediakan sebuah kerangka kerja untuk membahas pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Jika dunia diciptakan beberapa waktu terhingga yang lalu, apa yang terjadi sebelumnya? Filosof Kristen awal, St. Augustine (354-430), mengatakan bahwa jawabannya bukanlah Tuhan sedang menyiapkan neraka bagi orang-orang yang bertanya demikian, tetapi bahwa waktu adalah sifat dunia yang Tuhan ciptakan dan waktu tidaklah ada sebelum penciptaan, yang dia yakin telah terjadi belum lama lalu.

Baca lebih lanjut

Senar Hitam

Salah satu misteri terlama yang tersisa di bidang fisika adalah bagaimana gravitasi berhubungan dengan gaya-gaya dasar lain misalnya elektromagnetik. Salah satu teori, diajukan pertama kali pada tahun 1919, menunjukkan bahwa jka sebuah dimensi tambahan ditambahkan ke alam semesta, gravitasi tetap ada pada empat dimensi yang pertama (tiga dimensi ruang dan waktu), namun cara empat dimensi ini melengkung terhadap dimensi kelima, secara alami menghasilkan gaya dasar lain. Namun, kita tak dapat melihat atau mendeteksi dimensi kelima ini, maka dimensi tambahan ini diduga terlipat sehingga tak terlihat oleh kita. Teori ini mengarah ke teori senar, dan masih termasuk hal penting dalam sebagian besar analisa teori senar.

Karena dimensi tambahan amat kecil, hanya benda mungil, misalnya partikel. Yang dapat bergerak di sepanjang dimensi ini. Dalam kasus-kasus ini, benda-benda ini segera berakhir tepat pada saat mereka baru saja mulai karena dimensi tambahan terlipat dalam dirinya sendiri. Namun, salah satu benda yang jauh lebih rumit dalam lima dimensi adalah sebuah lubang hitam. Ketika diperpanjang menjadi lima dimensi, lubang bitam menjadi sebuah “senar hitam,” dan tidak seperti lubang hitam 4 dimensi, yang ini tidak stabil (ini mengabaikan kenyataan bahwa lubang hitam 4 dimensi akhirnya menguap). Senar hitam ini akan berubah menjadi senar utuh lubang hitam, terhubung dengan senar hitam berikutnya, hingga senar-senar ini terlepas semuanya dan menyisakan serangkaian lubang hitam. Lubang hitam 4 dimensi ini kemudian bergabung menjadi satu lubang hitam yang lebih besar. Yang paling menarik dari hal ini adalah, dengan memakai model yang ada, lubang hitam akhir adalah sebuah ketunggalan “bugil” (“naked” singularity). Yaitu, tidak ada cakrawala kejadian yang mengelilinginya. Ini melanggar Hipotesa Cosmic Censorship yang menyebutkan bahwa semua ketunggalan harus dikelilingi oleh sebuah cakrawala kejadian, untuk menghindari pengaruh perjalanan waktu yang dipercaya terjadi di dekat ketunggalan. Pengaruh perjalanan waktu ini dapat mengubah sejarah seluruh alam semesta, sebab pengaruh ini tak dapat lolos di belakang cakrawala kejadian.

Sumber: http://listverse.com/2010/11/04/10-strange-things-about-the-universe/

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (bagian 1)

Contoh lain kenyataan alternatif terjadi dalam film fiksi ilmiah The Matrix, di mana manusia secara tak sadar hidup dalam kenyataan semu tersimulasi yang diciptakan oleh komputer cerdas agar mereka dapat ditaklukkan dan dijinakkan saat computer menyerap energi biolistrik mereka (apapun artinya itu)

Baca lebih lanjut

Menyeret Ruang-Waktu dan Kenisbian Sekaligus

Hal ini bisa mengarah ke kejadian yang sangat aneh, misalnya seorang pengamat menyaksikan akibat mendahului sebab (contohnya, melihat bom meledak, lalu melihat seseorang menyalakan sumbu).

Baca lebih lanjut

Energi Negatif

Salah satu sifat ruang hampa berenergi negatif adalah cahaya bergerak lebih cepat di dalamnya daripada di ruang hampa normal, sesuatu di masa depan yang dapat membuat orang bergerak melebihi kecepatan cahaya melalui semacam gelembung hampa berenergi negatif.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: