Menyeret Ruang-Waktu dan Kenisbian Sekaligus

Hal ini bisa mengarah ke kejadian yang sangat aneh, misalnya seorang pengamat menyaksikan akibat mendahului sebab (contohnya, melihat bom meledak, lalu melihat seseorang menyalakan sumbu).

Menyeret Ruang-Waktu

menyeret ruang-waktu

Salah satu prediksi teori relativitas umum Einstein adalah bahwa ketika benda besar bergerak, dia menyeret ruang-waktu di sekitarnya, sehingga benda di dekatnya akan tertarik juga. Hal ini bisa terjadi bila benda besar bergerak di sepanjang garis lurus atau berputar. Meskipun pengaruhnya amat kecil, hal ini telah terbukti dalam percobaan. Percobaan Satelit Gravitasi B, diluncurkan pada tahun 2004, dirancang untuk mengukur gangguan ruang-waktu dekat bumi. Meskipun sumber interferensi lebih besar dari yang diharapkan, pengaruh penyeretan-ruang telah diukur dengan ketidakpastian 15%, harapannya analisa berikutnya dapat mengurangi ketidakpastian ini lebih jauh.

Pengaruh yang diharapkan sangat dekat dengan dugaan-dugaan berikut: karena rotasi bumi, satelit tertarik dari orbitnya kira-kira 2 meter per tahun, pengaruh yang murni disebabkan oleh massa Bumi yang menganggu ruang-waktu di sekitarnya. Satelit ini sendiri tidak akan merasakan tambahan percepatan  karena ini bukan disebabkan percepatan pada satelit, tetapi pada ruang-waktu di mana satelit bergerak di dalamnya – serupa dengan karpet yang ditarik di bawah meja, bukannya memindah meja itu sendiri.

Kenisbian Sekaligus

Kenisbian kejadian-kejadian sekaligus adalah gagasan bahwa dua kejadian yang terjadi sekaligus atau tidak adalah nisbi dan bergantung pada pengamat. Ini merupakan akibat aneh dari teori relativitas khusus dan berlaku pada semua kejadian yang terjadi ketika dipisahkan oleh sesuatu jarak. Contohnya, jika satu kembang api diluncurkan di Mars dan lainnya di Venus, seorang pengamat yang bergerak di luar angkasa pada satu arah mungkin mengatakan kedua kembang api itu terjadi bersamaan (sesuai berapa lama cahaya mencapai keduanya), sedangkan pengamat lain yang bergerak pada arah yang lain mungkin mengatakan kembang api di Mars meluncur duluan, namun lainnya mungkin mengatakan yang di Venus meluncur duluan. Hal ini disebabkan perbedaan sudut pandang yang menjadi terganggu bila dibandingkan satu sama lain dalam relativitas khusus. Dan karena semuanya nisbi, tidak dapat dikatakan mana pengamat yang benar.

Hal ini bisa mengarah ke kejadian yang sangat aneh, misalnya seorang pengamat menyaksikan akibat mendahului sebab (contohnya, melihat bom meledak, lalu melihat seseorang menyalakan sumbu). Namun, saat pengamat melihat suatu akibat, mereka tak dapat melihat sebab tanpa bergerak melebihi kecepatan cahaya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa bergerak melebihi kecepatan cahaya adalah dilarang, karena mirip dengan melintasi waktu. Maka, alam semesta di mana anda berinteraksi dengan sebab setelah akibat menjadi tidak masuk akal.

 

Kenisbian Sekaligus

Sumberhttp://listverse.com/2010/11/04/10-strange-things-about-the-universe/

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: