Berkah Ledakan Penduduk Indonesia

Indonesia bisa mengulangi sejarah AS meskipun pada tingkat yang sedikit berbeda. PDB Indonesia baru saja melampaui setengah triliyun dollar dan diperkirakan sebentar lagi bisa menembus 1 triliyun. Dengan populasi lebih dari 230 juta, maka pertumbuhan populasi ini akan memicu pertumbuhan pendapatan sebagaimana dialami oleh banyak negara maju segera setelah pendapatan perkapita mencapai USD 3000. 

Daya saing Indonesia telah berkembang pesat, setidaknya menurut Laporan Daya Saing Global oleh Forum Ekonomi Dunia. Menurut laporan tersebut, Indonesia berada pada peringkat 44 dari 139 negara, meloncat 10 tingkat sejak tahun 2005. Ini merupakan hasil terbaik di antara anggota-anggota G20.

Laporan itu menyatakan bahwa “Indonesia sekarang bisa disejajarkan dengan BRICS, kecuali China (ke-27). Indonesia mengungguli India (ke-51), Afrika Selatan (ke-54), Brazil (ke-59) dan Rusia (ke-63)”.

Indikator umum yang diamati pada BRICS adalah besarnya populasi. Laporan itu menggarisbawahi bahwa di antara berbagai indikator perbaikan sosial dan ekonomi, populasi Indonesia yang besar dan kelas menengah yang bertumbuh telah memperkuat daya saing dengan menakjubkan. Bank Dunia memperkirakan bahwa sekitar 7 juta orang Indonesia tiap tahunnya masuk dalam kelompok berpenghasilan menengah.

BRICS dan beserta sebagian besar Negara di dunia telah menunjukkan perkembangan populasi yang cepat sejak pertengahan abad 20. Lebih dari 3 milyar orang tinggal di Negara-negara BRIC, dua kali lipat dari tahun 1960, menyumbang kira-kira 45 persen dari total populasi dunia.

Namun, pertumbuhan populasi total BRIC akan menurun pada tahun-tahun mendatang, menurut proyeksi penduduk PBB yang terkini. Proyeksi jangka panjang ini memberikan arahan yang baik mengenai populasi pada masa depan.

Selama 50 tahun ke depan, hanya populasi India akan terus bertumbuh, hingga mendekati 1,7 milyar pada tahun 2060. Populasi Brazil diperkirakan stabil pada 25-35 tahun ke depan, sedang China akan mulai berkurang dalam dua dekade mendatang. Sedang Rusia sudah menciut, dari 148,5 juta pada 1995 hingga 143 juta sekarang.

Meskipun tidak disebutkan pada laporan tersebut mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia untuk mengatasi populasi yang terus bertumbuh, beberapa praktisi di pemerintahan dan masyarakat pesimis bahwa pertumbuhan populasi yang tinggi akan membahayakan kinerja ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Selama periode 2000-2010 populasi Indonesia bertambah 3,5 juta kelahiran per tahun sehingga lima tahun ke depan akan menembus 250 juta orang. Banyak orang lalu menyalahkan keluarga besar yang miskin sebagai penyebab pertumbuhan populasi yang tak terkendali, sehingga membuat penduduk miskin bertambah banyak dan memicu masalah-masalah sosial, ekonomi, keamanan, ekologi dan kesehatan masyarakat.

Tanggapan media terhadap ledakan kelahiran tiap tahun di negeri ini tak kalah serunya; ledakan kelahiran sangat menakutkan dan menjadi ancaman serius pada tahun-tahun mendatang. Media telah banyak memengaruhi publik dengan wacana-wacana solusi seperti alat kontrasepsi pil, kondom dan keluarga berencana.

Populasi Indonesia merupakan tantangan bagi kekuatan ekonomi Indonesia. Pemerintah harus menyediakan makanan, pakaian, rumah, pendidikan dan lalu pekerjaan. Mampukah ekonomi Indonesia menyediakan semua itu? Akankah orang miskin mendapat akses untuk memenuhi semua kebutuhan dasar mereka?

Sejuta bayi lahir dalam setahun memang berarti banyak hal. Rasa pesimis akan muncul tentang bagaimana menyediakan perumahan, makanan dan ruang publik akan semakin sumpek dengan  banyaknya penduduk. Namun, ini sebenarnya pandangan materialistik yang keliru yang selama ini cenderung kita ikuti.

Sejarah Amerika Serikat bisa sedikit mencerahkan. Ketika PDB AS mencapai 1 triliun dollar per tahun, dengan penduduk lebih dari 200 juta, ternyata pendapatan perkapita tumbuh paling cepat saat penduduk juga bertambah paling cepat. Pada abad 20, ekonomi AS membumbung tinggi justru ketika penduduk AS bertambah 6 kali lipat.

Indonesia bisa mengulangi sejarah AS meskipun pada tingkat yang sedikit berbeda. PDB Indonesia baru saja melampaui setengah triliyun dollar dan diperkirakan sebentar lagi bisa menembus 1 triliyun. Dengan populasi lebih dari 230 juta, maka pertumbuhan populasi ini akan memicu pertumbuhan pendapatan sebagaimana dialami oleh banyak negara maju segera setelah pendapatan perkapita mencapai USD 3000.

Presiden SBY baru saja meluncurkan “Rencana Induk” untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi agar sejajar dengan China dan India dengan cara memperlancar investasi dan mempermudah birokrasi pemerintah. Rencana ini akan mendorong pertumbuhan antara 8-9 persen pada negara berpenduduk terpadat keempat di dunia ini.

Namun, itu semua hanya mimpi bila tingkat pertumbuhan penduduk jauh di bawah 2,1 persen per tahun, seperti Brazil, China dan Rusia yang mulai mengalami “musim dingin demografi” sehingga penduduk menua sebelum kaya. Sebenarnya, 3,5 juta kelahiran bayi tiap tahun adalah harapan masa depan bila kita mampu mengelolanya.

Memang banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan seperti yang dialami AS, beberapa diantaranya adalah produktivitas yang meningkat dan kemampuan inovasi penduduknya sebagai dampak dari kualitas pendidikan.

Negara-negara kaya memang menghadapi masalah seperti yang kita alami sekarang. Mereka harus membangun lebih banyak sekolah, memproduksi lebih banyak makanan, dan kota-kotanya menjadi penuh sesak. Namun itu semua bisa diatasi karena pendapatan tumbuh lebih cepat daripada populasi. Kinerja ekonomi telah, sedang dan berpotensi untuk tetap unggul pada masa depan; dan nyatanya pertumbuhan penduduk adalah penyokong utama keunggulan ekonomi ini – bila kita tetap teguh berjuang dan mengembangkan diri.

Diterjemahkan dari the-myth-indonesian-population-boom karya Stefan S. Handoyo yang dimuat di The Jakarta Post pada 29 Juni 2011 . Stefan S. Handoyo adalah seorang ekonom bisnis senior dan seorang pakar etika bisnis dan tata-kelola perusahaan. Beliau merupakan alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

4 Tanggapan

  1. bagus artikelnya………… salam kenal http://budiharso.wordpress.com

  2. Luar Biasa,
    Apakah ledakan penduduk diimbangi dengan kenaikan pendapatan perkapita yg merata?
    Kl gak salah Pak Stefan Handoyo alumni TF 87, yg pernah kerja di world bank jkt.

    salam,
    wahyudi
    http://www.whjobs.co.cc

  3. Assalammualaikum Wr. Wb.
    Shalwat dan salam bagi baginda nabi Muhammad SAW. Salam dan rahmat alam bagi nabi Ibrahim dan Nuh dan Isa AS.
    Saya sedikit bertanya tentang simbol di halaman bagian masjid lantai masuk masjid. Apakah benar itu simbol bintang daud, simbol zionis? Semoga Allah SWT memberi petunjuk kita semua, dan melindungi dari fitnah Dajjal.
    Amiin.

    • Waalaikum salam noname nil,
      masjid mana yang anda maksud? kalau maksud anda masjid di makkah, madinah atau palestina maka mohon maaf saya belum pernah ke sana. coba anda telusur di wikipedia.

      thanks for visiting,
      Eko H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: