Filsafat Alam Al-Kindi (bagian 1)

Keberadaan materi, gerakan dan waktu secara bersamaan

    Al-Kindi membuktikan kemustahilan keberadaan benda tak-hingga yang nyata dengan menegaskan bahwa benda-benda adalah obyek yang terukur, lalu membuktikan bahwa segala yang terukur tak dapat memiliki sifat ketak-hinggaan secara nyata.

Waktu dan gerakan adalah terukur; sehingga tidak mungkin keduanya menjadi tak-hingga secara nyata. Karena itu, keduanya terhingga dan waktu memiliki awal.

Mari kita merenungi pembuktian Al-Kindi bahwa gerakan dan waktu adalah terhingga:

“Jika ada sebuah benda, maka harus ada kepastian entah benda itu bergerak atau diam. Jika ada sebuah benda dan tidak ada gerakan, maka bisa jadi benda itu tidak bergerak sama sekali, atau kadang-kadang bergerak. Jika tidak ada gerakan sama sekali, maka gerakan bukanlah sesuatu yang ada. Namun, karena sebuah benda itu ada, gerakan tentu ada, dan menjadi kontradiksi yang mustahil dan tidak mungkin bahwa gerakan sama sekali tidak ada jika sebuah benda itu ada. Lebih jauh, jika ada sebuah benda, mungkin gerakan itu ada, sehingga gerakan selalu ada untuk beberapa benda, dengan demikian adalah mungkin gerakan ada pada sifat-sifat substansi; contohnya (seni) menulis mungkin ada untuk Nabi Muhammad, walaupun kenyataannya beliau tidak bisa seni menulis, karena seni menulis sungguh ada pada sebagian manusia lain. Karena itu gerakan pasti ada pada beberapa benda, dan ada pada sebuah benda sederhana, pasti sedang ada pada sebuah benda sederhana; dengan demikian sebuah benda ada dan gerakan ada.”

“Sekarang ada yang berkata mungkin gerakan tidak ada ketika sebuah benda ada. Dengan demikian ada dua pernyataan, gerakan akan ada ketika benda ada, dan gerakan akan tidak ada ketika benda ada. Keduanya pernyataan ini tentunya saling kontradiksi dan tidak mungkin sebuah benda ada dan tanpa gerakan; Maka, jika ada benda maka pasti ada gerakan.”

 Premis-premis yang mendukung pendapat Al-Kindi

Sebelum menyajikan pendapatnya, Al-Kindi mengawali dengan premis-premis dan kesimpulan tampilan matematis yang jelas. Tampilan matematis berikut memerlukan pembuktian lanjutan:

  1. Benda nyata yang ada di alam semesta adalah terhingga, dan terhingga ukurannya.
  2. Sesuatu yang berbentuk obyek terhingga pastilah terhingga, misalnya tempat, waktu, gerakan dan jumlah.
  3. Jika ada gerakan, maka pastilah ada sebuah benda. (Kita akan kembali ke premis ini nanti untuk melihat bagaimana Al-Kindi membuktikannya.)
  4. Gerakan tidak hanya spasial (dari satu tempat ke tempat lain), tetapi juga bermacam-macam, misalnya perubahan (gerakan internal – biologi atau kimia), peralihan, dan berubahnya substansi benda (bertumbuh atau mengecil).
  5. Setiap perubahan atau gerakan berasal dari durasi benda; maka, setiap gerakan dan perubahan hanyalah sementara.
  6. Bukanlah keharusan bahwa benda itu bergerak bila seluruh bagian benda itu bergerak. Gerakan dari sebagian benda (dan kemungkinan gerakan sebagian yang lain) cukup memenuhi syarat bahwa seluruh benda sedang bergerak.

 Struktur Pendapat Al-Kindi mengenai gerakan

      Mari kita kembali ke filsafat alam Al-Kindi untuk memeriksa dan membangun kembali pendapatnya mengenai gerakan. Dia mengatakan bahwa:

  1. Keberadaan sebuah benda adalah salah satu dari dua peluang: ada sekaligus bergerak atau ada tanpa gerakan.
  2. Al-Kindi berpikir bahwa jika sebuah benda itu ada maka pastilah ada dan bergerak. Perpindahan dari tiada menjadi ada  adalah gerakan.
  3. Nah, jika kita mengambil plihan kedua dan menegaskan bahwa sebuah benda ada tanpa gerakan, maka kita harus menjelaskan lebih jauh sebagai berikut:

Entahlah tidak bergerak sama sekali; atau bergerak sebagian. Al-Kindi menolak pendapat bahwa benda tidak bergerak sama sekali.

  1. Jika benda itu ada dan tidak bergerak sama sekali, ini berarti gerakan itu tidak ada.
  2. Tetapi jika benda itu ada, maka gerakan menjadi ada. (Menurut premis no 2, gerakan adalah salah satu sifat-sifat benda terhingga.)
  3. Karena itu, untuk mengatakan bahwa benda itu ada (benda nyata ada) dengan tanpa gerakan sama sekali adalah kontradiksi yang tidak mungkin. (menurut premis no 4, gerakan adalah sifat dari macam-macam benda.)
  4. Karena itu, tidak mungkin sutu benda ada dan tanpa gerakan sama sekali.

Penjelasan

            Konsep benda yang ada, terhingga dan nyata adalah obyek dengan gerakan. Contohnya, kursi kayu menjadi ada dengan tindakan tukang kayu yang membuatnya dari berbagai bahan; kursi ini menjadi ada melalui gerakan. Proses menjadi ada itu sendiri adalah gerakan.

            Bayi yang beru lahir (sesuatu yang terhingga dan nyata) menjadi ada melalui proses (gerakan) dilahirkan dan bertumbuh, sehingga keberadaannya (menjadi ada), secara definisi, adalah gerakan.

            Al-Kindi menolak premis bahwa gerakan tidak akan ada, meskipun adanya gerakan itu masih berupa kemungkinan.

  1. Jika kita menganggap sebuah benda itu ada dengan peluang sedang bergerak atau sedang tidak bergerak, maka gerakan itu mungkin ada dan mungkin tidak ada.
  2. Al-Kindi berkata;”ketika benda ada, mungkinlah gerakan itu ada, maka gerakan itu perlu ada pada beberapa benda.”
  3. Namun , ”bahwa yang mungkin adalah itu (gerakan) ada pada sifat-sifat substansi.” Contohnya,”(keampuan) menulis mungkin ada untuk Nabi Muhammad, meskipun dia ternyata tidak bisa menulis, karena (kemampuan) menulis memang ada pada substansi manusia contohnya orang selain Nabi.”
  4. Karena itu gerakan perlu ada pada benda secara total, dan ada pada totalitas benda.
  5. Maka, gerakan perlu ada pada totalitas benda; maka , sebuah benda ada dan gerakan ada.
  6. Karena itu, tidak mungkin sebuah benda ada dan gerakan(nya) tidak ada.
  7. Karena itu, sebagaimana kata Al-Kindi,” ketika ada benda maka gerakan perlu ada.”

 Ingatlah bahwa Al-Kindi tidak hanya membuktikan bahwa benda terhingga dan nyata harus bergerak terhingga; dia juga membuktikan bahwa materi dan gerakan secara sekaligus berada bersama-sama.

Mungkinkah sebuah benda tanpa gerakan untuk mulai bergerak?

Al-Kindi tidak berhenti pada bukti-bukti di atas; dia pergi lebih jauh mengenai kesulitan-kesulitan mengenai benda dan gerakan. Dia berkata,” Kadang diasumsikan bahwa adalah mungkin sebuah benda di alam pada awalnya diam, mempunyai peluang untuk bergerak, lalu bergerak.”

            Al-Kindi berpikir bahwa pendapat ini pasti keliru. Dia berpendapat jika sebuah benda di alam awalnya diam lalu bergerak, maka ada dua kemungkinan: (A) benda di alam diciptakan dari ketiadaan, atau (B) benda itu abadi,”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: