Filsafat Alam Al-Kindi (Bagian-3)

Maka, keberadaan sebuah benda tidak memiliki ketakterhinggaan; melainkan keberadaan sebuah benda adalah terhingga, dan mustahil sebuah benda bersifat abadi.

Susunan argumen bahwa waktu adalah terhingga (pada masa lalunya)

  1. Sebelum tiap periode waktu ada periode waktu lain, hingga kita mencapai satu periode waktu di mana sebelumnya tidak ada periode waktu dan inilah akhir dari regresi.
  2. Al-Kindi berpikir bahwa hal ini tidak dapat terjadi kecuali misalnya seorang dapat mundur secara waktu menuju ketakhinggaan (ketakhinggaan nyata adalah mustahil).
  3. Sekarang bila ada orang berpikir bahwa ini mungkin, dan sebelum tiap periode waktu ada periode lain hingga ketakhinggaan, maka seseorang juga harus berpikir bahwa setelah setiap bagian waktu ada bagian lain, secara tak hingga, dan karena itu kita takkan pernah mencapai waktu yang ditentukan.
  4. Mengapa kita tak pernah mencapai waktu yang ditentukan? Karena durasi dari ketakhinggaan masa lalu ke waktu yang ditentukan akan sama dengan durasi dari waktu yang ditentukan mundur secara waktu ke ketakhinggaan.
  5. Namun jika durasi dari ketakhinggaan ke waktu tertentu (n1) diketahui (terhingga), maka durasi dariwaktu tertentu ini ke ketakhinggaan waktu (K) akan diketahui pula.
  6. Maka, tak-terhingga adalah terhingga, dan ini adalah kontradiksi yang mustahil.
  7. Karena itu, waktu tidak mempunyai ketakhinggaan nyata pada masa lalunya.
  8. Karena itu, waktu adalah nyata-nyata terhingga.
  9. Karena waktu tak lebih sekedar angka yang menghitung gerakan, gerakan juga terhingga.
  10. Dan karena gerakan terhingga tak dapat ada kecuali merupakan gerakan dari benda terhingga, maka benda adalah terhingga juga.

Al-Kindi juga berpendapat bahwa waktu nyata-nyata terhingga pada masa lalunya, dan dunia ini tidaklah abadi:

Lebih jauh lagi, jika suatu waktu tertentu tak dapat dijangkau hingga waktu sebelumnya terjangkau, juga tidak waktu sebelumnya terjangkau hingga waktu sebelumnya dari sebelumnya terjangkau, maka demikian pula ketakhinggaan; dan tak-terhingga tak dapat dilewati atau dibawa hingga ke ujungnya; maka tak-terhingga secara waktu tak pernah dapat dilewati sebagaimana menjangkau waktu tertentu. Namun, batasan dari waktu tertentu memang ada, dan waktu bukanlah bagian tak-terhingga, namun cukuplah sebagai sesuatu yang terhingga, dan karena itu durasi sebuah benda tidaklah  tak-terhingga, dan tak mungkin sebuah benda tanpa durasi.

Maka, keberadaan sebuah benda tidak memiliki ketakterhinggaan; melainkan keberadaan sebuah benda adalah terhingga, dan mustahil sebuah benda bersifat abadi.

Waktu nyata-nyata terhingga (pada masa depannya) – dunia tidaklah abadi

Susunan pendapat dalam bahasa Al-Kindi sebagai berikut:

  1. Mustahil pada masa depan nyata-nyata terdapat ketakterhinggaan. Mengapa?
  2. Mustahil durasi dari masa lalu ke waktu tertentu bersifat tak-hingga [sesuai pembuktian di atas].
  3. Waktu bersifat berurutan, satu waktu setelah waktu lainnya; ketika satu waktu ditambahkan ke waktu tertentu yang terhingga maka jumlahnya adalah terhingga juga [sesuai aksioma nomer 5 pada bagian “Argumen Al-Kindi menolak keabadian dunia”].
  4. Akan tetapi jika jumlahnya tidak terhingga, maka ini kontradiksi dengan aksioma nomer 4.
  5. Waktu bersifat kontinyu, punya pembagi yang sama antara masa lalu dan masa depan. Pembagi yang sama ini adalah masa kini, yang merupakan batas akhir dari masa lalu dan batas awal dari masa depan.
  6. Setiap waktu tertentu mempunyai dua batasan: batas pertama dan batas akhir. Jika dua waktu tertentu bersifat kontinyu dan melalui batasan limit yang sama dari keduanya, maka batasan yang lain dari masing-masing waktu adalah tertentu dan bisa diketahui [sesuai pembuktian di atas pada bagian yang berjudul “premis-premis yang mendukung pendapat Al-Kindi”]’
  7. Disebutkan bahwa jumlah dua waktu adalah tak tertentu; maka keduanya tidak dibatasi oleh batasan tertentu. Ini adalah kontradiksi yang mustahil.
  8. Maka ini adalah mustahil yaitu jika suatu waktu tertentu ditambahkan ke satu waktu tertentu, jumlahnya menjadi tak tertentu; dan kapanpun satu waktu tertentu ditambahkan ke waktu tertentu, semuanya jelas terbatas dan tertentu, pada semua bagiannya.
  9. Karena itu, mustahil bila masa depan nyata-nyata bersifat tak-hingga.

Kesimpulannya benda dan gerakan adalah terhingga, keduanya tidaklah abadi. Keduanya mempunyai permulaan dalam waktu dan keduanya berada pada waktu tertentu dan akan musnah pada waktu tertentu. Maka, keduanya diciptakan, dan karena itu dunia, sebagai perwujudan benda-benda yang bergerak, juga diciptakan, dan dunia diciptakan dalam waktu karena waktu adalah pencacahan gerakan.

Seseorang mungkin bertanya bahwa kenyataan bahwa dunia bermula dalam waktu tidak berarti bahwa dunia diciptakan oleh Tuhan; bisa jadi dunia tercipta dengan sendirinya. Al-Kindi telah mempunyai jawaban untuk pertanyaan ini, yang ada dalam bukti-bukti keberadaan Tuhan.

Sumberhttp://pi.academia.edu/MashhadAlAllaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: