tulus

perempuan itu bekerja relatif tulus
di balik layar yang sumpek, sumuk dan berdebu
tak seorangpun melihatnya
lelaki itu berdiri di panggung
bermandi cahaya dan AC

semua panca indra menanggapinya
tak penting ketulusan itu
Dan Tuhan telah memilih
perempuan itu yang lulus
baru saja dia pulang dari dua tanah suci
lebih sehat, cerah dan optimis
lelaki itu masih termangu
dalam gelap kapan ke tanah suci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: