Bapak GeHa

Pak GH,

Kamis kemarin baru saja kita bahas

Soal titipan itu

Aku merasa marah padamu

Dokumenku sudah lengkap

Kini, apa gunanya marah itu ?

________

Dua minggu kemarin baru kita datangi

Musyawarah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa gayamu

Duduk tenang bersiku

Kini, ke mana gaya itu?

________

Baru beberapa bulan kemarin

Kau menegurku

Kapan dikirim muatan itu?

Pelabuhan tak bisa dirayu

Kini, takkan kudengar teguranmu

________

Baru tahun kemarin

Kau buru-buru menujuku

Mendengar tajam keluhanku

Mengantisipasi pelanggan baru

Mengantisipasi mitra penuh tipu

Kini, siapa buru-buru?

_________

Pak GH,

Aku pun selemah dirimu

Takut tertabrak

Takut tertusuk

Takut tergelincir

Takut terlindas

Tapi, apalah dayaku?

_________

Waktu

Setahun lagi sebulan lagi sejam lagi

Atau detik ini juga

Tak semikropun dalam genggamanku

_________

Ruang,

Semeter lagi seinci lagi semili lagi

Atau di tanah yang kupijak ini juga

Tak ada langkah seribu

__________

Tak penting

Bagaimana kita mati

Menjadi Obyek

Menjadi Subyek

Menjadi pelengkap

__________

Kini, seberapa siap kita mati ?

_______________________________________________________

Surabaya, 26 Desember 2011

Mengenang seorang kawan, yang tiba-tiba berpulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: