I wish I May, I Wish I Might

Penutur asli Bahasa Inggris dari pembaca blog ini pasti mengingat puisi ini:

Star light, star bright,
The first star I see tonight;
I wish I may, I wish I might,
Have the wish I wish tonight.

Kata “may” dan “might” cukup memusingkan untuk membedakan keduanya (makna dalam Bahasa Indonesia sama-sama “mungkin”). Kapan kita memakai “may” dan lain waktu memakai “might.” Coba renungkan kalimat seperti “We may go to game, depending on the weather” , yang cukup sulit dibedakan dengan “We might go to game, depending on the weather,” di mana “may” bermakna “kemungkinan besar” sedangkan “might” berarti “kemungkinan kecil dan meragukan.”

Maka, pilihan kata kita sebenarnya tergantung pada cuaca ! Bila cuaca mendung namun berangsur-angsur cerah sehingga berpeluang untuk bermain-main maka kita memakai “may.” Namun, bila mendung makin bergulung-gulung maka cukup memakai “might”.

Saat menulis kata kondisional seperti ini pada kalimat bernuansa negatif, maka lebih baik memakai “might” karena “may not” akan rancu dengan “can not,”  di mana dua kata terakhir teramat sulit dibedakan.

Bila kita memahami posisi kata-kata di atas pada derajat kemungkinan maka puisi pada awal tulisan ini akan terasa pedih. Puisi diawali dengan rasa percaya diri bahwa harapannya bisa terpenuhi, namun pada baris ketiga, kemudian muncul keraguan, rasa sedih dan sesuatu yang mendesak.

Diterjemahkan dari I Wish I May, I Wish I Might karangan Daryl L. L. Houston

2 Tanggapan

  1. Mantap, kemampuan merenungkan kalimat in English yang begitu mendalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: