Valentine for Palestine

Gambar

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan Valentine Day”.

Baca lebih lanjut

Iklan

Jabat Tangan dan Kerudung

Lelaki inggris bertanya: “Kenapa dalam Islam wanita
tdk boleh jabat tangan dengan pria?”
Syaikh menjawab: “Bisakah kamu berjabat tangan
dengan ratu elizabeth?”
Lelaki inggris menjawab: “oh tentu tidak bisa! cuma
orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan
ratu.”
… … Syaikh tersenyum dan berkata: “Wanita2
Muslimah kami adalah para ratu, dan ratu tidak
boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan yg
bukan mahramnya”
lalu si inggris bertanya lagi, “Kenapa perempuan
Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”
Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka
yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia
melemparkan keduanya kelantai.
Syaikh bertanya: ” Jika saya meminta anda untuk
mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”

Indonesia Rasa Syariah

“Selamat! Kalian telah selesai mengikuti penataran P4. Sekarang ikutilah Ospek di mana ada penataran P5 di dalamnya. Kalian tahu apa itu P5? P5 adalah singkatan Pembubaran P4”

Kesalahan Bahasa Inggris Warga Singapura

Di bawah ini adalah terjemahan artikel karya Pamela Chong Kwang Ngo yang diterbitkan di buletin “Mypaper” tanggal 3 April 2012. Pokok bahasannya menarik dan semoga dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris kita semua. Naskah asli saya salin dari milis Free-English-Course@yahoogroups.com postingan dari ngenglishyuk@gmail.com. Mari belajar…

Saya ingin mengajak anda semua warga Singapura memperhatikan kesalahan-kesalahan yang paling menyolok dalam pemakaian Bahasa Inggris di masyarakat kita.

1. Perbedaan antara ‘send’, ‘take’, ‘bring’ dan ‘fetch’.

Take’ dipakai ketika anda pergi dari satu tempat ke tempat lain, dan sesuatu (atau seseorang) pergi bersama anda.

‘Bring’ dipakai ketika anda mendatangi suatu tempat dari tempat lain, dan sesuatu (atau seseorang) datang bersama anda.

‘Fetch’ dipakai ketika anda meninggalkan suatu tempat untuk mengambil sesuatu (atau menjemput seseorang) kemudian anda kembali dengan membawa sesuatu (atau seseorang).

‘Send’ dipakai ketika sesuatu (atau seseorang) menjauhi anda, dan tentunya anda tidak bersamanya.

Warga Singapura sangat suka mengatakan “I’ll send you home”.

Seharusnya mereka mengatakan “I’ll take you home”.

Anda ‘send’  seseorang ke bandara, berarti, anda melihatnya pergi, tetapi anda tidak pergi bersamanya.

Anda ‘send’ surat ke seseorang – anda masukkan surat itu ke kotak surat, tetapi tentunya anda tidak pergi bersama surat itu.

 

2. Permintaan seharusnya dalam bentuk ‘Would you’ atau ‘May I’, bukannya ‘Can you’ atau ‘Can I’.

”Can” merujuk pada kemampuan melakukan sesuatu.

 

3. Ketika seseorang tinggal di suatu tempat untuk seterusnya, maka seseorang ‘lives’ di sana, bukannya ‘stays’.

Kesalahan-kesalahan seperti di atas sering terlihat di surat kabar. Cukup mencemaskan.

Anda sedang plesir dan ‘stay’ di hotel, namun anda ‘live’ di apartemen Housing Board di Toa payoh.

Lain kali anda ingin tahu di mana seseorang tinggal, tanyakan “where do you live”, bukannya  “where do you stay”.

 

4. ‘Last Time’ sering disalahgunakan dengan ‘long ago’, ‘once’, ‘before’ atau ‘previously’, bergantung pada lingkupnya.

Last Time’ mengacu pada kejadian tunggal tepat sebelum sekarang (present), bukannya sesuatu yang telah terjadi dulu sekali, dan juga  bukan sesuatu yang terjadi secara rutin pada waktu lampau.

Artinya, anda salah bila berkata, “Last time I broke my tooth before.”

Anda seharusnya berkata. “When I was young, I broke my tooth.”

Anda tidak boleh berkata, “Last time our grandmothers cooked over a charcoal stove”.

Anda seharusnya berkata, “Long ago, our grandmothers cooked over a charcoal stove.”

Namun, anda bisa berkata, “The last time my brother tried to fry an egg, he almost burned the kitchen down.”

 

5. Lebih tepat mengatakan ‘good food’ daripada ‘nice food’ .

“Food is good, people are nice” – itu yang selalu saya katakan. Memang ada kondisi khusus di mana “nice” bisa diterapkan pada ‘food’, misalnya untuk menggambarkan tampilannya, “That’s a very nice omelette.”*

Tetapi secara umum saat kita mengacu pada rasa makanan, lebih baik memakai ‘good’, sebagaimana “Mmm… This is good!”

 

6. Lebih tepat berkata ‘damaged’ atau ‘broken’ daripada ‘spoiled/spoilt’ ketika merujuk pada sesuatu.

‘Toys break’; ‘equipment gets damaged’; tetapi ‘food spoils’ dan ‘children are spoilt.’

’Spoil’ bisa diterapkan pada kerusakan yang sangat atau pencemaran yang serius, misalnya “littering spoils the landscape of our beaches”.

Sebaliknya, untuk kerusakan kecil, pakailah “damaged” atau ‘broken’. Misalnya, “this phone is damaged; I can’t call out”, and “You mustn’t give away broken toys to the children’s home”.

%d blogger menyukai ini: