Adik Polisi Jatuh

Iklan

IKHLAS

Ikhlas itu… menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,

Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita .

🔸Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

🔸 Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

🔸 Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

🔸 Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

🔸 Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

🔸 Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

🔸 Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

🔸 Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja..

🔸 Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

🔸 Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

🔸 Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

🔸 Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….

🔸 Ikhlas itu… Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya…

Tidak perlu puja puji yang bisa membutakan hati…

Inget… Tetap cari muka di depan Allah saja..

Hasbunallah wani’mal wakil.. Ni’mal maula wani’mannasir..

Sumber: Grup WhatsApp

Kumpulan Buku Penting

1. Kitab Al-Umm – Imam Asy-Syafi’I – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeS8e
2. Kitab Al-Adzkar – Imam An-Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTF0

3. Kitab Asbabun Nuzul – Jalaludin Asy-Syuyuti – Terjemahan: http://adf.ly/1jeTR1

4. Kitab At-Targhrib wa At-Tarhib – Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTfB

5. Kitab Bulughul Maram – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTuJ

6. Kitab Fathul Bari – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l

7. Kitab Fathul Mu’in – Zaenudin bin Abdul Aziz Al-Malibari – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l

8. Kitab Ihya Ulumiddin – Al-Ghazali – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeUpB

9. Kitab Nailul Authar – Faishal bin Abdul Aziz Al-Mubarak – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeV2T

10. Kitab Riyad Ash-Shalihin – Imam Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeVEb

11. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW – Muhammad Husin Haekal: http://adf.ly/1jeVQd

12. Kitab Hadits Shahih Muslim: http://adf.ly/1jeVeR

13. Kitab Sirah Nabawiyah – Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy: http://adf.ly/1jeVns

14. Kitab Subulu-salam – Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeW1i

15. Kitab Sunan Abu Daud: http://adf.ly/1jeWC9

16. Kitab Sunan Ibnu Majah: http://adf.ly/1jeWHi

17. Kitab Hadits Tirmidzi: http://adf.ly/1jeWOF

18. Aplikasi untuk membuka E-Book di Komputer/PC: http://adf.ly/1jeWVF

19. Aplikasi untuk membuka E-Book di Android: http://adf.ly/1jeY7p

20. 40 Hadits Peristiwa Akhir Zaman: http://adf.ly/1jeWcs

21. Afatul Lisan – Al-Ghazali: http://adf.ly/1jeWin

22. Kitab Al-Hikam – Ahmad bin Athaillah – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeWuX

23. Kitab Al-Fiqhul Islam Sa’duddin bin Muhammad Al-Kuba – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXAt

24. Al-Lu’lu Wal Marjan: http://adf.ly/1jeXKN

25. Al-Muwatha – Imam Malik – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXUk

26. Kitab Al-Umm – Imam Asy-Syafi’I – Arabic: http://adf.ly/1jeaR6

27. Aqidah Ahlussunnah Waljamaah: http://adf.ly/1jeadx

28. Aqidatul Awam: http://adf.ly/1jeakD

29. Asbabul_Wurud_Hadits: http://adf.ly/1jeaq3

30. Bidayah Wa Nihayah: http://adf.ly/1jeaur

31. Muqaddimah – Ibnu Khaldun – Terjemahan: http://adf.ly/1jebHP

32. Muqaddimah – Ibnu Khaldun – Arabic: http://adf.ly/1jebTL

33. Bolehkah Makan Dirumah Keluarga Orang Mati: http://adf.ly/1jfP8p

34. Daqaiqul Akbar: http://adf.ly/1jfPLS

35. Derajat Hadits: http://adf.ly/1jelxI

36. Fadhail Al-Qur’an: http://adf.ly/1jem93

37. Fiqh Shalat 4 Madzhab: http://adf.ly/1jfPXH

38. Fiqhul Akbar Abu Hanifah: http://adf.ly/1jemWu

39. Fiqhul Akbar Asy-Syafi’i: http://adf.ly/1jemdS

40. Hadits Kontradiktif: http://adf.ly/1jemlx

41. Kitab Jawahirul Kalamiyyah – Thahir bin Shalih Al-Jazairi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfQ92

42. Kamus Al-Munawir Digital: http://adf.ly/1jfQNy

43. Kisah Keajaiban Isra Miraj: http://adf.ly/1jfQaX

44. Kisah Para Nabi dan Rasul: http://adf.ly/1jfQlJ

45. Kitab Hadits 9 Imam: http://adf.ly/1jfR2g

46. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an: http://adf.ly/1jfRF9

47. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRVv

48. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRop

49. Kitab Lubabul Hadits – Jalaludin Asy-Syuyuthi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSH8

50. Kitab Matan Jurumiyyah – Ash-Shanhaji – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSmq

51. Kitab Matan Safinah An-Najah – Salim bin Sumair Al-Hadramiy: http://adf.ly/1jfTGp

52. Mengenal Tanda-tanda Kiamat: http://adf.ly/1jfTXm

53. Kitab Minhajul Abidin – Al-Ghazali – Terjemahan: http://adf.ly/1jfTtx

54. Mitos Pribumi Malas: http://adf.ly/1jfUE2

55. Mushtholah Hadits: http://adf.ly/1jfUYO

56. Nashaihul Ibad – Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfUzH

57. Nurul Yaqiin – Khudari Beik: http://adf.ly/1jfVro

58. Pengantar_Sejarah_Tadwin_Hadits: http://adf.ly/1jfX03

59. Prinsip Ilmu Ushul Fiqh: http://adf.ly/1jfXEs

60. Qurratul Uyun: http://adf.ly/1jfXSe

61. Rahasia yang Maha Indah: http://adf.ly/1jfXot

62. Ringkasan Bidayah wa Nihayah: http://adf.ly/1jfY1S

63. Kitab Safinatun_Najah: http://adf.ly/1jfYSU

64. Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah: http://adf.ly/1jfYmX

65. Kitab Shahih Bukhari: http://adf.ly/1jfZ5W

66. Shahih Muslim: http://adf.ly/1jfZWC

67. Shahih Jami’ Ash-Shagir: http://adf.ly/1jfa0e

68. Subulus Salam: http://adf.ly/1jfaT6

69. Sullam At-Taufiq: http://adf.ly/1jfayO

70. Sunan_Ad-Darimi: http://adf.ly/1jfbIA

71. Sunan_An-Nasa’i: http://adf.ly/1jfbcp

72. Syarah Arbain Nawawiyah: http://adf.ly/1jfbsO

73. Syarah Shahih Muslim: http://adf.ly/1jfc77

74. Tabel Ilmu Hadits: http://adf.ly/1jfcSd

75. Tafsir Ibnu Katsir: http://adf.ly/1jfcoE

76. Tafsir Ibnu Al-Qayyim: http://adf.ly/1jfdZy

77. Taisir Al-Wushul ila Al-Ushul: http://adf.ly/1jfeNN

78. Taisir Al-Wushul ila Al-Ushul: http://adf.ly/1jfek9

79. Ta’lim Muta’alim: http://adf.ly/1jffBN

80. Taqrib Matan: http://adf.ly/1jffUS

81. Wajibkah Memperingati Maulid Nabi SAW: http://adf.ly/1jffiE
SEMOGA BERMANFAAT

Sumber: MediaFire

Telur akan jadi ayam bila ….

Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP. Dialah Imam Hasan Al Banna.


Dalam beberapa kali pertemuan saya sempat bertanya kepada guru saya tercinta, Ust. Muin, tentang pilihan peran sejarah. Di bidang mana sebaiknya saya fokus, mencurahkan segenap potensi sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kontribusi kepada umat manusia.


Terus terang, selain menjalani profesi sebagai guru saat ini, saya berobsesi menjadi dosen di Universitas dan pembicara nasional dan internasional yang melakukan safari dakwah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negara ke negara lain.


Saya sampaikan hal itu kepada beliau.


“Semua itu tergantung fokus,” jawab Ust. Muin.


“Kalau saya memilih untuk menjadi pendidik. Menjadi seorang ustadz di pondok. Pengaruhnya lebih kuat dan pencapaiannya lebih terukur”


Saya diam dengan saksama mendengarkan penyampaian beliau.


“Antum bisa saja jadi di dosen di Universitas. Tapi pengaruhnya kepada mahasiswa tidak terlalu kuat. Jauh lebih kuat pengaruh antum kepada santri. Mereka jauh lebih menerima dan mudah untuk kita arahkan kepada kebaikan. 


Apalagi sebagai dosen saya merasa, input dan kemampuan anak-anak kita di SMP dan SMA jauh lebih baik daripada mahasiswa”


Artinya, dalam hal penerimaan nasehat, ilmu, dan informasi, jauh masih lebih baik anak-anak di pondok. Sementara mahasiswa, mereka sudah punya dunia sendiri, yang kadang kehadiran di kuliah hanya sebagai syarat supaya tidak ditulis alpa.


“Sementara untuk safari dakwah,” lanjut Ust. Muin, “Antum bisa saja ceramah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain. Tapi pencapaiannya tidak terukur. Apa coba ukurannya?” tanya Ust. Muin mengetuk pintu kesadaran saya.


“Ya paling jadi tenar dan terkenal, seperti beberapa ustadz yang ada” jawab saya spontan. Sebenarnya saya merasa malu juga dengan jawaban itu.


“Kalau sekedar terkenal, itu la yusminu wala yughni min ju’. Tidak bermanfaat apa-apa”, tegas Ust Muin.


“Antum ingat Imam Zarkasyi, akhi?” 


Duh, kata kata “akhi” dari Ust Muin benar-benar mengharukan. Harusnya “Ibni…” sebab beliau hampir seusia bapak saya, atau “Tilmidzi..” ini malah “saudaraku”. 


“Kiai Zarkasyi itu mendapat tawaran kemana-mana. Tapi beliau tidak mau. Beliau memilih untuk menjadi pengasuh dan pendidik murid-muridnya di pesantren Gontor. Beliau memilih untuk menunggui murid-muridnya di pondok dari pada mengisi ceramah dimana-mana” 


Dan memang terbukti, murid-murid Kiai Zarkasyi ini akhirnya banyak yang menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini, seperti KH. Din Syamsuddin (mantan ketua PP Muhammadiyah), KH. Hasyim Muzadi (mantan ketua PBNU), Ust. Abu Bakar Baasyir (mantan pimpinan Pondok Al Mukmin Ngruki), H. Maftuh Basyuni (mantan menteri agama RI), Dr. Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR), banyak lainnya.


“Telur itu dapat menjadi ayam kalau dierami. Kalau sering ditinggal maka tidak jadi”, lanjut Ust Muin


“Begitu pula seorang guru, dia dapat mencetak murid yang hebat kalau setia dan telaten mendampingi muridnya”


“Saya pribadi sedang berusaha untuk dapat berada di pondok 100% sehingga lebih bisa mendampingi para santri” pungkas beliau…


Saya terdiam. Dan akhirnya paham dan sadar apa peran sejarah yang harus saya ambil. Yaitu menjadi seorang pendidik dan guru.


Setelah mendengarkan nasehat Ust. Muin ini, seketika saya teringat dengan seorang Guru Khoth di sebuah sekolah menengah di kota Ismailiah, Mesir. Guru kaligrafi ini adalah seorang mahasiswa lulusan terbaik dari Fakultas​ Darul Ulum, Univesitas Kairo. Hafal Al Quran, hafal ribuan hadits, dan hafal ribuan syair. 


Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP.


Tetapi beberapa tahun berikutnya, ternyata dari tangannya terlahirlah ribuan pahlawan dan pejuang yang memenuhi dunia dengan perjuangan mereka. 


Dialah Imam Hasan Al Banna.


Lalu pada akhirnya kita akan mati. Dan yang tersisa hanyalah karya-karya kita yang sempat kita tinggalkan. Dan karya terbaik itu adalah murid-murid kita yang selalu menebar ilmu dan kebaikan dimanapun mereka berada.

=========

PenulisUmarul faruq Abubakar

Menuntut Ibu

​Kalo di Indonesia… 

– anak kandung menuntut ibunya atau ayahnya dipengadilan hanya karena uang/sertifikat tanah, rumah dan beragam materi lainnya… 
Tapi kalau di Saudi, dua bersaudara di pengadilan hanya untuk berebut hak asuh ibu kandungnya… masya Allah

SENGKETA DUA KAKAK BERADIK HINGGA KE PENGADILAN

👥 Dua Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak  Hingga ke Pengadilan.

⚖ Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dgn air mata yg bercucuran hingga membasahi janggutnya…

🔨 Kenapa? 

Karena ia kalah terhadap perseteruannya dgn saudara kandungnya dipengadilan!!  

⚔ Tentang apakah perseteruannya dg saudaranya?? 

Tentang tanah ?? 

atau warisan yg mereka saling perebutkan??  

👋 Bukan karena itu semua!! 

💝Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg tlh keriput,,  

Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan yg selama ini menjaganya,,

Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, 

Untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa,,  

🗣 Namun Hizan menolak dgn alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. 

Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ, hingga berlanjut ke pengadilan!!  

Sidangpun dimulai,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..  

👥Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sudah tua renta yg beratnya sudah tdk sampai 40 Kg!! 

Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lebih berhak tinggal bersamanya. 

Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan,

“Ini mata kananku!”

Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, 

“Ini mata kiriku!! 

🔎Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan,

berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu!!  

🏅Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!!

Air mata penyesalan karena tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!! 

Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!!  

💎Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya!!  

🏆 Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua,, dizaman yg sudah dekat kiamat ini betapa banyak anak yang durhaka,,  

✅ _“Ya ALLAH, Roob kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”_

Aamiiin!!! 

Sumber: Admin Fanspage Mahasiswa Madinah

Baju dan Baju

🏡Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. 

Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

💑Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga. 

Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

👰Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

👡Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.

Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : “Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.

“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. 

Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.

👫Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya. 

Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.

Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

🚶“Bagaimanapun usahaku untuk berterima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya”.

✨Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja,  

👪Kaki yang telah mengantar anak-anak-ku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

😍Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama….

💅Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. 

Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.

Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam : 

“Terima kasih ya Bu ”.

“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. 

💞“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan. 

Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.

💧Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri …… 

“Bapak kok bicara begitu?

Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.

Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. 

Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

⛅Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan. 

Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,

Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya…….Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. 

Ia telah pulang menghadap Sang Pencipta, ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.

😭Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

“Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji’uun”

“Subhanallah…. sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir shalat Jum’at…. 

Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid. 

Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan “Selamat Tinggal …”.

Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

⭐Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.

⭐Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

📍Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya. 

Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut. 

“Apa yang Bapak lakukan?”, tanya istrinya senang bercampur bingung.

“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang…

» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun. 

» Bapak selalu butuh Ibu. 

» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang “Pendampingnya tertinggal”, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.

😭Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata : 

“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian…. 

Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan.”

Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….

 هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ 

“Istrimu itu adalah ‘Bajumu’ dan Suamimu itu adalah ‘Bajumu’ pula”

QS Al-Baqarah : 187

Semoga bisa mempererat cinta kasih yg sejati pasutri (pasangan suami istri), … karena Allah… aamiin.

Ya Rab… jadikan keluarga kami Sakinah Mawaddah wa Rahmah, wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH…

Sumber: Grup WhatsApp

Pesawat Ashar

Beberapa waktu yang lalu, saya ada acara di Makassar. Saat itu saya dijadwalkan berangkat menggunakan penerbangan Surabaya – Makassar jam 6 pagi. Seperti penerbangan-penerbangan pagi lainnya, saya harus siap 2 jam sebelum keberangkatan. Jadi, untuk keberangkatan jam 6 ini, saya harus bersiap sejak jam 4 pagi. Mandi, sholat subuh, beres-beres, dsb sampai akhirnya menghabiskan 30 menit waktu di perjalanan. Tiba di bandara tepat jam 5 pagi, saya check in dan menunggu 1 jam lagi untuk keberangkatan ke Makassar.
 Bagi Anda yang mungkin pernah bepergian menggunakan pesawat udara, rules nya memang harus seperti itu. Satu jam sebelum keberangkatan, kita harus sudah check in dan standby di ruang tunggu.

 Di bandara, saya melihat hampir semua orang melangkah cepat, bahkan ada yang berlarian karena takut ketinggalan pesawat. Semua orang rela bangun lebih pagi dari biasanya agar tidak ketinggalan pesawat. Apa yang menjadi alasan orang-orang ini takut ketinggalan pesawat? Jawaban rata-rata adalah soal uang. Mereka tidak ingin tiketnya hangus begitu saja. Mereka beralasan karena ada rapat penting yang tidak bisa ditunda, keperluan keluarga, dan sebagainya. Namun, rata-rata beralasan karena takut tiketnya hangus.

 Melihat kenyataan ini, saya mencoba bercermin pada diri sendiri yang baru saja ikut terlibat dalam kegiatan ‘mengejar pesawat’ karena takut tiket hangus. Saya berpikir, apakah perjuangan saya untuk mengejar sholat sudah sebesar ini? Apakah saya rela bersiap 2 jam sebelum waktu sholat karena takut pahala sholat tepat waktu saya hangus? Mungkin ini juga bisa jadi bahan renungan untuk kawan-kawan semua.

 Padahal, berapa sih harga tiket? Apalagi sekarang harga tiket pesawat sudah semakin murah. 

Bahkan saya sering dapat tiket promo dengan kisaran harga 300 – 500 ribu. Tentunya harga segitu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai pahala sholat. Tapi nyatanya?

Perjuangan kita mempertahankan tiket lebih besar dibandingkan dengan perjuangan untuk sholat tepat waktu. Kalo tiket hangus, galaunya luar biasa. Cerita ke semua orang, update status di social media. Sedangkan saat tertinggal sholat berjamaah ? Biasa aja tuh. Innalillah.

 Rasulullah bersabda :

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim No.725)

 Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah dengan tegas menga-takan betapa mahal-nya ‘harga’ dari sholat dua rakaat sebelum sholat subuh atau yang kita kenal dengan sholat sunnah Fajr.

Bahkan sholat tersebut​ lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Tapi apakah kita menyesal saat sholat Fajr kita hangus ?

Relakah kita bangun lebih awal demi mengejar sholat sunnah Fajr seperti saat kita mengejar pesawat karena takut tiket kita hangus ? Tentunya hal ini harus benar-benar jadi renungan bagi kita.

 Selain hadits yang menjelaskan tentang betapa mahalnya sholat Fajr, Rasulullah juga pernah bersabda :

“Barangsiapa kehilangan shalat Ashar, seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya.” (HR. Muslim)

 Dalam hadits tersebut, Rasulullah menjelaskan ‘harga’ dari sholat Ashar. Begitu mahalnya nilai sholat Ashar, Rasulullah sampai mengumpamakan bahwa seseorang yang sholat  Asharnya ‘hangus’, maka ia seolah-olah telah kehilangan keluarga dan hartanya. Masya Allah.

 Semoga kita dapat lebih menghargai sholat. Usahakan ontime, sama halnya seperti saat kita mengejar pesawat.

 Semoga bermanfaat.

🌿🌿🌿🌿 🌿

🌷🌷🌷🌷🌷

Sumber: Grup WhatsApp

%d blogger menyukai ini: