KITA kini MEREKA

Kawan….ini sekedar kontemplasi belaka

kecanggihan suatu rekayasa massa…

Instalasi Aplikasi Akhlakul Mazmumah 

selesai sudah dan kini menguasai kita
2012…..

ketika ramai kampanye pilkada ibu kota

kita terperangah dg buzzer2 politik yang tak henti menggelitik

robot2 yang dibayar untuk menyumpah, menyampah, dan memfitnah….merangkai sejuta kata

kita terperanjat … terkaget2 dengan gaya komunikasi mereka yg unik….
padahal….

mereka cuma akun palsu..robot-robot tanpa emosi apalagi hati…

padahal….

kita adalah manusia ramah mengaku memiliki akhlakul karimah
tapi kenapa kita KALAH?????
2014…..

kekalahan “ümat islam” di pilkada ibukota menyimpan dendam mendalam

kita semakin muram….

buzzer berpesta mengejek dengan mengepalkan genggaman….

pikir kita…kini saatnya kita membalas dendam!
ketika kampanye pemilihan pemimpin negara…

robot2 itu kembali bergerak bahkan lebih masif

lebih kasar….lebih gila!!!

kita pun tak terima…tak mau lagi pasif…
kita balas mereka…

sejuta sumpah serapah, sampah, fitnah kita balas dengan cara yang sama

tapi kita lupa….

robot…akun palsu…tak punya emosi…itulah sejatinya mereka
sekian lama kita terjebak dalam balas-membalas caci-maki

kita donlod aplikasi “Dendam dan Benci”

kita instalasi budaya menyumpah, menyampah, dan memfitnah

dengan balutan sejuta ghirah
tapi kita lupa…

kita bukan mereka…

kita manusia muslim dengan akhlakul karimah…

tapi kelakukan kita kini sama dengan mereka…
darah ini serasa semakin mendidih bak terbakar dalam bara…

ketika islam kita rasa dinista mereka….

Fatwa ulama kita bela dengan berjuta massa…

hanya satu tuntutan kita….masukkan dia ke penjara!!
2017….

pertarungan kita sebagai manusia penuh dendam dan benci…

melawan para robot buzzer yg tak miliki emosi…

terus berlanjut…ini adalah hidup dan mati pikir kita…

ini adalah ibu kota negara, harus kita perjuangkan jangan sampai kalah…
ketika mayat pendukung penista dibilang haram disholatkan…

Majelis Ulama Indonesia menyatakan Tidak… mereka wajib ada yg menyolatkan…

kitapun tak lagi mendengar majelis ulama yg dulu kita bela….
ketika majelis yang mulia ini menyerukan …

jangan ikutan aksi 287 tolak perpu…

kita anggap itu angin lalu….
ketika Majelis para ulama bilang dana haji boleh diinvestasikan…

kita enggan mendengarkan….

sumpah…sampah…fitnah lebih indah kita nyanyikan!
Mereka memang luar biasa…

Kita kini Mereka!
Jakarta, 3/8/17

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: