Alur Pengurusan STNK baru

Assalamualaikum,

Saya mengurus perpanjangan STNK sepeda motor (ganti pelat setelah 5 tahun) pada 17 Juni 2017 di Samsat Surabaya. Alurnya sebagai berikut:
1. Antri formulir cek fisik

Mengantri di loket untuk dapat formulir cek fisik. Pemohon mengantri sendiri tidak ada petugas yang mengatur. Sempat ada serobot-serobotan tapi secara umum teratur.
2. Cek fisik

Bawa sepeda motor ke lokasi cek fisik.
3. Fotokopi KTP, BPKB dan STNK

Setelah selesai cek fisik, parkir sepeda motor lalu fotokopi KTP, BPKB dan STNK. Sekalian beli map.
4. Pengecekan

Letakkan berkas di loket cek fisik, petugas akan mengecek kelengkapan berkas.
5. Loket Pembaruan STNK.

Menuju ke loket formulir pembaruan STNK. Kalau anda mengurus selain motor anda sendiri, baiknya siapkan Surat Kuasa.
6. Masuk ke kantor ke meja pemandu

Langkah 1 sampai 5 berada di luar gedung utama. Masuklah ke gedung utama ke meja pemandu. Anda akan dilayani oleh siswa SMK yang lagi magang. Mereka akan mengecek kelengkapan berkas anda. Bila lengkap maka anda akan diminta ke loket 1.
7. Loket 1 

Petugas akan mengecek lagi berkas Anda lalu anda akan diminta mengambil nomer antrian bayar. Setelah nomer anda dipanggil anda akan diminta membayar.
8. Loket 2 

Setelah itu anda menuju loket 2 untuk menunggu panggilan. Setelah anda dipanggil anda  akan menerima STNK baru. Duduk dan tunggulah panggilan ke-2. Setelah anda dipanggil anda akan menerima pelat nomer baru. Selesailah sudah. Semuanya perlu waktu hanya 2 jam.
9. Isilah Survey Kepuasan.

Sambil anda berjalan menuju pintu keluar, anda akan menemui monitor mengenai kepuasan layanan. Luangkan waktu sebentar untuk mengisinya.
Selamat mengurus ! Semoga berkah dan lancar. Amiin. Wassalamu’alaikum.

Anak-anak Subuh

Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya. 
Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud. 
Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai. 
Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun. 
Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid. 
Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini. 
Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat. 
Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang? 
Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh. 
Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya. 
Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya. 
Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam.

Sumber: Grup WhatsApp

Bijak tanpa Bajak

​Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : “Anak-anak, coba perpendek garis ini!”

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, sekarang garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju ke depan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yang tinggal 2 cm itu. 
Sang Guru menepuk bahunya, 
“Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya – cukup membuat garis yang lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya.”

*Untuk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yang lain, karena secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah  cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yang dapat kita lakukan untuk smuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut.
Sumber: Grup WhatsApp

 

Pancasila Dalam Al Quran

Tulisan ini terinspirasi dari status medsos kawan penulis dan memeriahkan hari kelahiran Pancasila.

Pancasila sebagaimana telah kita ketahui terdiri dari lima sila.

Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini ada dalam Al Quran surat Al Ikhlas ayat 1. Terjemahannya yaitu &Katakanlah, dialah Alloh, Yang Maha Esa. Dalam Islam, ibadah dan hukum yang dibawa tiap-tiap nabi yang diutus berbeda sesuai dengan kondisi pada saat itu. Namun ada yang tidak berubah yaitu semua nabi mengajarkan Tauhid yaitu mengesakan Tuhan.

Sila Kedua : Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Sila ini ada dalam Al Quran surat An Nisa 135. Terjemahannya yaitu : “Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

Sila Ketiga : Persatuan Indonesia. Sila ini juga ada dalam Al Quran  surat Al Hujurat ayat 13. Terjemahannya yaitu : “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Ayat ini sangat cocok mengingat Indonesia terdiri dari beragam suku.

Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila ini juga ada dalam Al Quran surat As Syuro 38. Terjemahannya yaitu : &Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-nya, dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rejeki, yang Kami berikan kepada mereka.&

Sila Kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini juga ada dalam Al Quran surat An Nahl ayat 90. Terjemahannya yaitu : &Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran.&

Dengan demikian Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam dan mengamalkan Pancasila sama dengan mengamalkan sebagian dari syariat Islam. Sila pada Pancasila tersebut bersifat universal dan bisa diamalkan oleh penganut agama dan kepercayaan lain. Pengamalan Pancasila secara murni dan konsekuen dapat menjadi solusi permasalahan bangsa Indonesia. Sila Kedua secara teori solusi permasalahan kepastian hukum. Sila Ketiga secara teori solusi disintegrasi bangsa dan ego sektoral. Sila Keempat secara teori solusi dari masalah pemilu,pilkada, dan keriuhan negatif pendukung calon pimpinan baik presiden, gubernur, bupati/walikota, kepala desa. Sila Kelima secara teori adalah solusi dari kesenjangan kesejahteraan ekonomi.

Sumber: Grup Whatsapp

Masa Depan Kita : Star Trek atau bukan ?

Mengapa Star Trek begitu populer? Karena Star Trek adalah gambaran masa depan yang aman dan menyenangkan. Star Trek menggambarkan masyarakat yang jauh lebih maju dalam bidang sains, teknologi dan organisasi politik. (Yang terakhir mungkin tidak sulit kita capai). Pasti ada perubahan besar, disertai ketegangan dan kekecewaan, pada masa antara saat ini dan masa itu, tetapi pada masa itu diperlihatkan bahwa sains, teknologi dan organisasi masyarakat telah mencapai tahap yang hampir sempurna.

Hawking, Newton, Einstein dan Data main poker

 Hawking, Newton, Commander Data dan Einstein main poker

hingga saat ini, manusia masih mampu melestarikan dan memberi makan dirinya sendiri

Baca lebih lanjut

Kemenangan Rahmatan Lil Alamin dalam Tragedi PKS

Jadilah lembaga ini penebar “rahmatan lil alamin” berupa penegakan keadilan yang tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum yang berbulu “bersih dan peduli.”

Baca lebih lanjut

Indonesia Rasa Syariah

“Selamat! Kalian telah selesai mengikuti penataran P4. Sekarang ikutilah Ospek di mana ada penataran P5 di dalamnya. Kalian tahu apa itu P5? P5 adalah singkatan Pembubaran P4”
%d blogger menyukai ini: