Perempuan Tangguh

Seorang perempuan yang sepanjang hidupnya dapat mengelola seorang lelaki sulit yang tidak mengenal kata “tidak”, sambil membesarkan ekonomi keluarga, melahirkan dua orang anak lelaki, memanjakan mereka, dan tetap merasa dirinya tak kurang suatu apa.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bapak GeHa

Pak GH,

Kamis kemarin baru saja kita bahas

Soal titipan itu

Aku merasa marah padamu

Dokumenku sudah lengkap

Kini, apa gunanya marah itu ?

________

Dua minggu kemarin baru kita datangi

Musyawarah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa gayamu

Duduk tenang bersiku

Kini, ke mana gaya itu?

________

Baru beberapa bulan kemarin

Kau menegurku

Kapan dikirim muatan itu?

Pelabuhan tak bisa dirayu

Kini, takkan kudengar teguranmu

________

Baru tahun kemarin

Kau buru-buru menujuku

Mendengar tajam keluhanku

Mengantisipasi pelanggan baru

Mengantisipasi mitra penuh tipu

Kini, siapa buru-buru?

_________

Pak GH,

Aku pun selemah dirimu

Takut tertabrak

Takut tertusuk

Takut tergelincir

Takut terlindas

Tapi, apalah dayaku?

_________

Waktu

Setahun lagi sebulan lagi sejam lagi

Atau detik ini juga

Tak semikropun dalam genggamanku

_________

Ruang,

Semeter lagi seinci lagi semili lagi

Atau di tanah yang kupijak ini juga

Tak ada langkah seribu

__________

Tak penting

Bagaimana kita mati

Menjadi Obyek

Menjadi Subyek

Menjadi pelengkap

__________

Kini, seberapa siap kita mati ?

_______________________________________________________

Surabaya, 26 Desember 2011

Mengenang seorang kawan, yang tiba-tiba berpulang

menyesal

PAGIKU   HILANG   SUDAH   MELAYANG

HARI   MUDAKU   SUDAH    PERGI

SEKARANG   PETANG   DATANG   MEMBAYANG

BATANG   USIAKU    SUDAH    TINGGI

AKU   LALAI    DIHARI    PAGI

BETA    LENGAH    DIMASA    MUDA

KINI    HIDUP    MERACUN    HATI

MISKIN      ILMU  ,  MISKIN  HARTA

AH ,   APA    GUNA    AKU    SESALKAN

MENYESAL    TUA    TIADA    BERGUNA

HANYA    MENAMBAH    LUKA    SUKMA

KEPADA    YANG    MUDA    KUHARAPKAN

ATUR    BARISAN    DIPAGI    HARI

MENUJU    KEARAH    PADANG    BAKTI

Karya: Ali Hasymi

tetangga

baru saja tahlilan
tetangga rumah depan
dua tahun kaki dan tangan
tak bisa digerakkan
istrinya ringan tangan

tak pernah ada keluhan
namun, akhir yang berkesan
tiba-tiba dua tangan
terangkat bertumpukan
bagai orang sembahyang
Tuhan Yang Maha Mulia
Sedang memberi jamuan
bagi semua hamba-Nya
Yang sedang di akhir kehidupan
Yang sedang di awal kehidupan
Yang sedang tenggelam di kehidupan
Subhanalloh…

 

belahan jiwa

belahan jiwa telah kembali
43 hari sangat sendiri
meski 3 anak kecil menemani
rasanya tersayat-tersayat hati
padahal, 12 tahun dari hari ini
aku juga sendiri

jiwaku belum terbelah seperti ini
rasa sakit itu tak pernah menemani
subhanalloh, dia bukan sekedar pribadi
dia sungguh titipan ilaahi
alhamdulillah yaa Robbi

tulus

perempuan itu bekerja relatif tulus
di balik layar yang sumpek, sumuk dan berdebu
tak seorangpun melihatnya
lelaki itu berdiri di panggung
bermandi cahaya dan AC

semua panca indra menanggapinya
tak penting ketulusan itu
Dan Tuhan telah memilih
perempuan itu yang lulus
baru saja dia pulang dari dua tanah suci
lebih sehat, cerah dan optimis
lelaki itu masih termangu
dalam gelap kapan ke tanah suci

%d blogger menyukai ini: