Adik Polisi Jatuh

Iklan

Telur akan jadi ayam bila ….

Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP. Dialah Imam Hasan Al Banna.


Dalam beberapa kali pertemuan saya sempat bertanya kepada guru saya tercinta, Ust. Muin, tentang pilihan peran sejarah. Di bidang mana sebaiknya saya fokus, mencurahkan segenap potensi sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kontribusi kepada umat manusia.


Terus terang, selain menjalani profesi sebagai guru saat ini, saya berobsesi menjadi dosen di Universitas dan pembicara nasional dan internasional yang melakukan safari dakwah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negara ke negara lain.


Saya sampaikan hal itu kepada beliau.


“Semua itu tergantung fokus,” jawab Ust. Muin.


“Kalau saya memilih untuk menjadi pendidik. Menjadi seorang ustadz di pondok. Pengaruhnya lebih kuat dan pencapaiannya lebih terukur”


Saya diam dengan saksama mendengarkan penyampaian beliau.


“Antum bisa saja jadi di dosen di Universitas. Tapi pengaruhnya kepada mahasiswa tidak terlalu kuat. Jauh lebih kuat pengaruh antum kepada santri. Mereka jauh lebih menerima dan mudah untuk kita arahkan kepada kebaikan. 


Apalagi sebagai dosen saya merasa, input dan kemampuan anak-anak kita di SMP dan SMA jauh lebih baik daripada mahasiswa”


Artinya, dalam hal penerimaan nasehat, ilmu, dan informasi, jauh masih lebih baik anak-anak di pondok. Sementara mahasiswa, mereka sudah punya dunia sendiri, yang kadang kehadiran di kuliah hanya sebagai syarat supaya tidak ditulis alpa.


“Sementara untuk safari dakwah,” lanjut Ust. Muin, “Antum bisa saja ceramah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain. Tapi pencapaiannya tidak terukur. Apa coba ukurannya?” tanya Ust. Muin mengetuk pintu kesadaran saya.


“Ya paling jadi tenar dan terkenal, seperti beberapa ustadz yang ada” jawab saya spontan. Sebenarnya saya merasa malu juga dengan jawaban itu.


“Kalau sekedar terkenal, itu la yusminu wala yughni min ju’. Tidak bermanfaat apa-apa”, tegas Ust Muin.


“Antum ingat Imam Zarkasyi, akhi?” 


Duh, kata kata “akhi” dari Ust Muin benar-benar mengharukan. Harusnya “Ibni…” sebab beliau hampir seusia bapak saya, atau “Tilmidzi..” ini malah “saudaraku”. 


“Kiai Zarkasyi itu mendapat tawaran kemana-mana. Tapi beliau tidak mau. Beliau memilih untuk menjadi pengasuh dan pendidik murid-muridnya di pesantren Gontor. Beliau memilih untuk menunggui murid-muridnya di pondok dari pada mengisi ceramah dimana-mana” 


Dan memang terbukti, murid-murid Kiai Zarkasyi ini akhirnya banyak yang menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini, seperti KH. Din Syamsuddin (mantan ketua PP Muhammadiyah), KH. Hasyim Muzadi (mantan ketua PBNU), Ust. Abu Bakar Baasyir (mantan pimpinan Pondok Al Mukmin Ngruki), H. Maftuh Basyuni (mantan menteri agama RI), Dr. Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR), banyak lainnya.


“Telur itu dapat menjadi ayam kalau dierami. Kalau sering ditinggal maka tidak jadi”, lanjut Ust Muin


“Begitu pula seorang guru, dia dapat mencetak murid yang hebat kalau setia dan telaten mendampingi muridnya”


“Saya pribadi sedang berusaha untuk dapat berada di pondok 100% sehingga lebih bisa mendampingi para santri” pungkas beliau…


Saya terdiam. Dan akhirnya paham dan sadar apa peran sejarah yang harus saya ambil. Yaitu menjadi seorang pendidik dan guru.


Setelah mendengarkan nasehat Ust. Muin ini, seketika saya teringat dengan seorang Guru Khoth di sebuah sekolah menengah di kota Ismailiah, Mesir. Guru kaligrafi ini adalah seorang mahasiswa lulusan terbaik dari Fakultas​ Darul Ulum, Univesitas Kairo. Hafal Al Quran, hafal ribuan hadits, dan hafal ribuan syair. 


Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP.


Tetapi beberapa tahun berikutnya, ternyata dari tangannya terlahirlah ribuan pahlawan dan pejuang yang memenuhi dunia dengan perjuangan mereka. 


Dialah Imam Hasan Al Banna.


Lalu pada akhirnya kita akan mati. Dan yang tersisa hanyalah karya-karya kita yang sempat kita tinggalkan. Dan karya terbaik itu adalah murid-murid kita yang selalu menebar ilmu dan kebaikan dimanapun mereka berada.

=========

PenulisUmarul faruq Abubakar

Menuntut Ibu

​Kalo di Indonesia… 

– anak kandung menuntut ibunya atau ayahnya dipengadilan hanya karena uang/sertifikat tanah, rumah dan beragam materi lainnya… 
Tapi kalau di Saudi, dua bersaudara di pengadilan hanya untuk berebut hak asuh ibu kandungnya… masya Allah

SENGKETA DUA KAKAK BERADIK HINGGA KE PENGADILAN

👥 Dua Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak  Hingga ke Pengadilan.

⚖ Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dgn air mata yg bercucuran hingga membasahi janggutnya…

🔨 Kenapa? 

Karena ia kalah terhadap perseteruannya dgn saudara kandungnya dipengadilan!!  

⚔ Tentang apakah perseteruannya dg saudaranya?? 

Tentang tanah ?? 

atau warisan yg mereka saling perebutkan??  

👋 Bukan karena itu semua!! 

💝Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg tlh keriput,,  

Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan yg selama ini menjaganya,,

Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, 

Untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa,,  

🗣 Namun Hizan menolak dgn alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. 

Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ, hingga berlanjut ke pengadilan!!  

Sidangpun dimulai,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..  

👥Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sudah tua renta yg beratnya sudah tdk sampai 40 Kg!! 

Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lebih berhak tinggal bersamanya. 

Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan,

“Ini mata kananku!”

Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, 

“Ini mata kiriku!! 

🔎Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan,

berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu!!  

🏅Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!!

Air mata penyesalan karena tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!! 

Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!!  

💎Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya!!  

🏆 Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua,, dizaman yg sudah dekat kiamat ini betapa banyak anak yang durhaka,,  

✅ _“Ya ALLAH, Roob kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”_

Aamiiin!!! 

Sumber: Admin Fanspage Mahasiswa Madinah

Alloh Sayang Kamu

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.
Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu
Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa
Hidup itu …

Butuh masalah supaya kita punya kekuatan, Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras, Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati, Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai, Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur, Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta, Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri
Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap. 
Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.
Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah
Semoga kita semua diberikan keselamatan,kesehatan, kekuataan,kesabaran dan rezeki yang melimpah, Aamiin……


Sumber: Grup WhatsApp

Pria Sejati

Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis dinsebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan merekapun tukeran PIN BB.

Malam harinya si gadis mulai BBM
si pria :

Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula
Pria : Terima kasih ya:)
Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.
Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?
Pria : Oke kapan aja boleh
Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM dan telepon, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :
“Mas… Sebenarnya aku mencintaimu , aku tau kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri ke-2, aku siap mas dan maaf aku mengganggu perasaanmu.
Dengan berat hati pria itu menjawab : “Dik, aku mengerti dan paham maksudmu… tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tau kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.
Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku.
Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan seseorang yang hanya mengagumiku, karena tau kalau aku sekarang udah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.

Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.
Taukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini.

Taukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.
Terima kasih atas cintanya, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu….sekali lagi maaf saya harus setia kpd perempuan yg juga setia mendampingi aku selama ini. Ya dia adalah istriku.
Selamat tinggal dik….wassalam.😊😊😂🙈😜

Sumber: Grup WhatsApp

Sujud Untuk Mata

Jika sakit kepala di depan kepala, pengobatannya adalah tidur.

Jika sakitnya di atas kepala, pengobatannya adalah makan dan minum. 
Jika sakit kepala di bagian belakang kepala Anda, maka pengobatannya adalah melepaskan stres.
Pengobatan meningkatkan kekuatan penglihatan mata Anda. Hal ini sangat penting untuk orang-orang yang mata mereka yang lemah dan juga untuk semua orang. 
Otot mata yang lemah, akan menyebabkan ketidakmampuan dalam melihat secara akurat.

Untuk memulihkan mata dan menjaga kekuatan ototnya, maka sebaiknya mengikuti sunnah selama sholat. 
Kita harus selalu membuka mata kita selama sujuud, dan ketika berdiri pandangan mata melihat tempat sujuud. Jaga mata Anda tetap fokus pada satu titik tempat sujuud.
Hikmah di balik pandangan mata tetap fokus pada satu titik tempat sujuud adalah:
Saat rukuu’, otot mata akan menekan lensa mata untuk meningkatkan visi dan saat Anda bangun maka otot mata akan melonggarkan. 

Sementara saat sujuud, lensa mata akan menyusut karena jarak antara mata dengan tempat sujud memendek, dan ketika Anda bangun lagi itu akan mengendurkan otot-otot mata. 

Bila kita praktikkan setiap hari, maka akan melatih otot-otot mata kita, sehingga mata kita akan sehat. 
Kita dapat melakukan hal ini setiap hari 17 kali atau sebanyak yang kita inginkan.

Nabi kita (SAW) selalu memerintahkan untuk membuka mata kita, selama sujuud. Dan sekarang para ilmuwan telah membuktikan bahwa praktek ini bekerja dalam meningkatkan kekuatan penglihatan mata. 
Subhanallah……

Silahkan dibagi dan jangan berhenti dari mendapatkan pahala Allah…..
#SELAMAT PAGI, SEMANGAT MENGABDI 💪💪💪

Sumber: Grup WhatsApp

Uang Misterius

Miliarder Hong Kong “Li Ka-Shing”: 

Di Dunia Ini Ada “3 Jenis” Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!

Di dunia ini ada 3 jenis uang yang sangat misterius, semakin banyak kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat!
Yuk lihat, sehebat apa 3 jenis uang itu?
Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri
Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!
Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi.
Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.

Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin,
dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja gak bakal kelaparan. 

Meskipun kamu akan bilang,

“buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!”

Orang semacam ini selamanya gak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit.

Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini.

Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.
Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain,
dan menghindari kesalahan yang sama.

Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang,

bahkan sampai meminjam uang sekalipun! 

Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan,
ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Kapan saja bisa mulai!

Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang,

sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia.

Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit,

gimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?

Orang yang bijak, harus memahami hal ini.
Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti
Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan.
Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup,

bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?;

Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, Papa dan Mama punya cukup uang,

tidak perlu memberikan uang pada orang tua!

Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu,

uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin.

Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkan mu.
Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, gak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkan mu? 

Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan?

Jadi kalo sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan.

Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan?

Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu,
Berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah “restu alami”,

Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu.

Seseorang kalau tidak memiliki restu,

seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri.
Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain,

uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua,

tapi juga untuk diri sendiri!

Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu,
lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan,

apakah hidup mereka sudah berbakti?

Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal,

hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.

Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia,
adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua!

Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!

Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal
Asal ada uang lebih, donasikanlah itu.
Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih [kurang beruntung] dari kita.

Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.

Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.
Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.

Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.
Jika kamu adalah Boss, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya.
Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakti mu.
Sumber: Grup WhatsApp

18 syarat pakai ponsel cerdas

Seorang Ibu bernama Janell Hoffman baru saja membelikan ponsel untuk putranya yang masih remaja. Dan, berikut 18 syaratnya :

Baca lebih lanjut

Vitamin Pagi

1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,

maka seluruh Waktu dan Pikiran yang kita miliki akan habis begitu saja dan kita tidak akan pernah menjadi Orang Yang Produktif

2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala bagi kita untuk :

» Memaafkannya,

» Mendoakannya,

» Memperbaikinya, dan

» Menjaga Aib-nya…
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yang menjadikan Orang Menjadi Mulia,

Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah Topeng Tanpa Wajah

4. Ciri Seseorang (Pemimpin) itu Baik akan Tampak dari :

» Kematangan Pribadi,

» Buah Karya,

» Serta Integrasi antara Kata dan Perbuatannya…
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,

maka Bagikanlah Contoh Kebaikan karena Hal itu akan Menjadi Tauladan

6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain untuk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri…

Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri
7. Pastikan Kita sudah melakukan yang terbaik dan Beramal hari ini, Baik dengan :

» Materi,

» Dengan Ilmu,

» Dengan Tenaga,

» Atau Minimal dengan

Senyuman yang Tulus

8. Para Pembohong akan

Dipenjara oleh Kebohongannya sendiri…

Orang yang Jujur akan Menikmati Kemerdekaan dalam Hidupnya…
9. Bila Memiliki Banyak Harta, maka Kita lah yang akan Menjaga Harta…

Namun Jika Kita Memiliki Banyak Ilmu, maka Ilmu lah yang akan Menjaga Kita
10. Bila Hati Kita Bersih,

Tak ada Waktu untuk :

» Berpikir Licik,

» Curang,

» Atau Dengki,

sekalipun terhadap Orang lain…

11. Bekerja Keras adalah Bagian Dari Fisik, Bekerja Cerdas merupakan Bagian Dari Otak, sedangkan Bekerja Ikhlas adalah Bagian Dari Hati

12. Jadikanlah setiap Kritik bahkan Penghinaan yang Kita Terima sebagai Jalan Untuk Memperbaiki Diri

13.Kita tidak pernah tahu Kapan Kematian akan Menjemput Kita, tapi yang Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang dan seberapa Banyak Bekal yang Kita Miliki untuk Menghadapinya…

Semoga Bermanfaat…

Sumber: Grup WhatsApp

Bijak tanpa Bajak

​Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : “Anak-anak, coba perpendek garis ini!”

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, sekarang garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju ke depan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yang tinggal 2 cm itu. 
Sang Guru menepuk bahunya, 
“Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya – cukup membuat garis yang lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya.”

*Untuk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yang lain, karena secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah  cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yang dapat kita lakukan untuk smuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut.
Sumber: Grup WhatsApp

 

Mari Hafalkan Al-Quran

BEBERAPA HAL PENTING DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN

1.PENTINGNYA MENGHAFAL AL QURAN

a) Menghidupkan sunnah Rosululloh SAW.

b) Mencontoh dan meneladani kebiasaan baik orang-orang sholih dan para ulama’ zaman dulu sampai sekarang.

c) Menghidupkan kembali keahlian Para Ulama dalam bidang keilmuannya.

d) Menguatkan keilmuan dan meningkatkan kualitasnya.

2.KEISTIMEWAAN MENGHAFAL AL QURAN

a) Menghafalkan Al Quran berarti menghafalkan pedoman utama syariat agama Islam.

b) Menghafal Al Quran adalah metode yang pertama dalam proses pembelajaran Al Quran.

c) Menghafalkan Al Quran dimudahkan bagi setiap orang.

d) Menghafal Al Quran adalah kegiatan dan usaha yang tidak pernah mengenal rugi dan gagal

3.BEBERAPA KEUTAMAAN PENGHAFAL AL QURAN

a) Orang yang hafal Alquran adalah ahli Alloh dan pilihan Alloh.

b) Orang yang hafal Alquran dimulyakan oleh Alloh.

c) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang paling berhak dijadikan imam sholat.

d) Alloh mengangkat derajat orang yang hafal Alquran dengan menjadikannya sebagai pemimpin umat atau menjadi orang-orang yang terhormat di dunia.

e) Orang yang hafal Alquran berhak dihormati dan diutamakan walaupun sudah mati.

f) Orang yang hafal Alquran selalu didekati dan ditemani oleh malaikat safaroh yang mulya.

g) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang selalu berdialog (bercengkerama) dengan Alloh dan termasuk orang yang selalu dzikir kepada Allah.

h) Orang yang hafal Alquran dicukupi dan dikabulkan keinginannya oleh Alloh.

i) Orang yang hafal Alquran akan selalu mendapatkan nasehat, obat hati, petunjuk dan rohmat dari dalam hatinya sendiri.

j) Orang yang hafal Alquran dan menguasainya adalah orang yang diutamakan pendapat – pendapatnya untuk kemaslahatan umat.

k) Orang yang hafal Alquran dan selalu membacanya adalah pewaris ilmu kenabian  yang sempurna.

l) Orang yang hafal Alquran dan selalu membacanya membarokahi makhluk dan alam disekitarnya.

m) Orang yang hafal Alquran, memahami isinya, mengamalkannya dan mengajarkannya adalah orang yang paling baik dan paling utama.

n) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang kuat imannya jauh dari kejelekan dan hawa nafsu.

o) Orang yang hafal Alquran adalah sang juara-juara kebaikan.

p) Orang-orang yang hafal Alquran selalu mendapat sakinah/ketenangan, dipenuhi rohmat, dilindungi oleh para malaikat, dan terkenal namanya disisi Alloh.

4.BEBERAPA PAHALA YANG SANGAT BESAR BAGI PENGHAFAL AL QUR’AN

a) Setiap huruf hijaiyah dari Alquran yang dia baca mendapatkan sepuluh kebaikan.

b) Membaca ulang 3 ayat dalam sholat dengan hafalan pahalanya lebih baik daripada 3 ekor unta yang gemuk dan besar.

c) Hafalan Alquran sah jika dibuat mas kawin.

5.KEUTAMAAN PENGHAFAL ALQURAN DI AKHIRAT

a) Selamat dari fitnah dan siksa kubur.

b) Mendapatkan syafaat, pertolongan, dan pembelaan dari Alquran mulai bangkit dari kubur sampai berhasil masuk surga.

c) Mendapat naungan khusus dibawah Arsy Alloh pada hari qiyamat.

d) Mendapatkan derajat yang sangat tinggi di dalam surga.

e) Orang tua dari anak yang hafal Alquran dan selalu mengamalkannya mendapat mahkota khusus yang sangat indah.

f) Orang yang hafal Alquran dapat mensyafaati keluarganya.

6.DELAPAN SIFAT YANG HARUS DIMILIKI OLEH ORANG YANG MENGHAFAL ALQURAN

a) Selalu ikhlas /memurnikan niat.

b) Selalu beramal sholih dan meninggalkan maksiat.

c) Selalu bersungguh-sungguh dan bersemangat.

d) Memulai menghafalkan alquran dari masa kecil.

e) Banyak berdoa kepada Alloh.

f) Berusaha menghayati dan memahami arti dan keterangan Alquran.

g) Berusaha selalu bersih dan suci lahir batin.

h) Berakhlaq Alquran.

7.TUJUH KIAT UNTUK MEMUDAHKAN HAFALAN ALQURAN

a) Memilih guru yang ahli Alquran.

b) Memilih mushaf Alquran yang mudah untuk dihafalkan.

c) Memilih teman yang sholih yang dapat membantu dan melancarkan hafalan Alquran.

d) Memilih waktu yang tepat untuk menghafal Alquran.

e) Memilih tempat yang dapat berkonsentrasi dalam menghafal Alquran.

f) Memilih ayat-ayat / surat yang akan dihafalkan sesuai kemampuan.

g) Memilih makanan dan minuman yang dapat menguatkan hafalan.

Semoga kita dan anak turun kita jadi ahli AlQuran & Hafidz sesuai kemampuan, bisa mengamalkan & menyampaikan pada banyak orang, Aamiiiin…

Sumber: Pondok Pesantren Gadingmangu

Di balik Ketidaktahuan

⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.



Baca lebih lanjut

Masa Depan Kita : Star Trek atau bukan ?

Mengapa Star Trek begitu populer? Karena Star Trek adalah gambaran masa depan yang aman dan menyenangkan. Star Trek menggambarkan masyarakat yang jauh lebih maju dalam bidang sains, teknologi dan organisasi politik. (Yang terakhir mungkin tidak sulit kita capai). Pasti ada perubahan besar, disertai ketegangan dan kekecewaan, pada masa antara saat ini dan masa itu, tetapi pada masa itu diperlihatkan bahwa sains, teknologi dan organisasi masyarakat telah mencapai tahap yang hampir sempurna.

Hawking, Newton, Einstein dan Data main poker

 Hawking, Newton, Commander Data dan Einstein main poker

hingga saat ini, manusia masih mampu melestarikan dan memberi makan dirinya sendiri

Baca lebih lanjut

Kemenangan Rahmatan Lil Alamin dalam Tragedi PKS

Jadilah lembaga ini penebar “rahmatan lil alamin” berupa penegakan keadilan yang tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum yang berbulu “bersih dan peduli.”

Baca lebih lanjut

Perempuan Tangguh

Seorang perempuan yang sepanjang hidupnya dapat mengelola seorang lelaki sulit yang tidak mengenal kata “tidak”, sambil membesarkan ekonomi keluarga, melahirkan dua orang anak lelaki, memanjakan mereka, dan tetap merasa dirinya tak kurang suatu apa.

Baca lebih lanjut

Valentine for Palestine

Gambar

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan Valentine Day”.

Baca lebih lanjut

Indonesia Rasa Syariah

“Selamat! Kalian telah selesai mengikuti penataran P4. Sekarang ikutilah Ospek di mana ada penataran P5 di dalamnya. Kalian tahu apa itu P5? P5 adalah singkatan Pembubaran P4”

Memahami Sistem Bagi Hasil Migas

Maka, di antara 900 ribu bph produksi minyak tersebut, yang merupakan hak pemerintah sesungguhnya hanyalah sekitar 467,5 ribu bph, sementara kontraktor berhak mendapat 432,5 ribu bph. Dengan tingkat konsumsi minyak dalam negeri saat ini mencapai 1,2 juta barrel per hari, pemerintah harus mengimpor kurang lebih 732,5 ribu bph, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM.

Baca lebih lanjut

Kejujuran Lopa

Baharuddin Lopa saat menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan pada tahun 1993. Ia menduduki posisi itu sejak 1988 hingga 1995

Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih. Baca lebih lanjut

Bapak GeHa

Pak GH,

Kamis kemarin baru saja kita bahas

Soal titipan itu

Aku merasa marah padamu

Dokumenku sudah lengkap

Kini, apa gunanya marah itu ?

________

Dua minggu kemarin baru kita datangi

Musyawarah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa gayamu

Duduk tenang bersiku

Kini, ke mana gaya itu?

________

Baru beberapa bulan kemarin

Kau menegurku

Kapan dikirim muatan itu?

Pelabuhan tak bisa dirayu

Kini, takkan kudengar teguranmu

________

Baru tahun kemarin

Kau buru-buru menujuku

Mendengar tajam keluhanku

Mengantisipasi pelanggan baru

Mengantisipasi mitra penuh tipu

Kini, siapa buru-buru?

_________

Pak GH,

Aku pun selemah dirimu

Takut tertabrak

Takut tertusuk

Takut tergelincir

Takut terlindas

Tapi, apalah dayaku?

_________

Waktu

Setahun lagi sebulan lagi sejam lagi

Atau detik ini juga

Tak semikropun dalam genggamanku

_________

Ruang,

Semeter lagi seinci lagi semili lagi

Atau di tanah yang kupijak ini juga

Tak ada langkah seribu

__________

Tak penting

Bagaimana kita mati

Menjadi Obyek

Menjadi Subyek

Menjadi pelengkap

__________

Kini, seberapa siap kita mati ?

_______________________________________________________

Surabaya, 26 Desember 2011

Mengenang seorang kawan, yang tiba-tiba berpulang

menyesal

PAGIKU   HILANG   SUDAH   MELAYANG

HARI   MUDAKU   SUDAH    PERGI

SEKARANG   PETANG   DATANG   MEMBAYANG

BATANG   USIAKU    SUDAH    TINGGI

AKU   LALAI    DIHARI    PAGI

BETA    LENGAH    DIMASA    MUDA

KINI    HIDUP    MERACUN    HATI

MISKIN      ILMU  ,  MISKIN  HARTA

AH ,   APA    GUNA    AKU    SESALKAN

MENYESAL    TUA    TIADA    BERGUNA

HANYA    MENAMBAH    LUKA    SUKMA

KEPADA    YANG    MUDA    KUHARAPKAN

ATUR    BARISAN    DIPAGI    HARI

MENUJU    KEARAH    PADANG    BAKTI

Karya: Ali Hasymi

tulus

perempuan itu bekerja relatif tulus
di balik layar yang sumpek, sumuk dan berdebu
tak seorangpun melihatnya
lelaki itu berdiri di panggung
bermandi cahaya dan AC

semua panca indra menanggapinya
tak penting ketulusan itu
Dan Tuhan telah memilih
perempuan itu yang lulus
baru saja dia pulang dari dua tanah suci
lebih sehat, cerah dan optimis
lelaki itu masih termangu
dalam gelap kapan ke tanah suci

bahan kimia yang membuat tubuh anda tembus-cahaya

Siapa yang butuh jubah nirtampak bila anda bisa tembus-cahaya? Para peneliti di Jepang baru-baru ini mengembangkan reagen yang membuat jaringan biologi menjadi tembus-cahaya, membuka jalan untuk teknik pencitraan optik yang sudah lama diimpikan para peneliti. Nah, bicara soal mimpi — jika anda akan mulai membuat organ tubuh tembus-cahaya, adakah yang lebih baik dari otak untuk memulainya?

Otak Tembus-Cahaya

Baca lebih lanjut

Filsafat Alam Al-Kindi (Bagian-3)

Maka, keberadaan sebuah benda tidak memiliki ketakterhinggaan; melainkan keberadaan sebuah benda adalah terhingga, dan mustahil sebuah benda bersifat abadi.

Baca lebih lanjut

Filsafat Alam Al-Kindi (bagian 2)

Baca lebih lanjut

Negara Maju Banyak Anak

Kerja keras itu artinya perubahan sikap terhadap implementasi kebijakan dan terhadap generasi baru sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih mampu dan tangguh yang akhirnya tumbuh dari penduduk yang besar, terdidik, terampil dan sehat.

Baca lebih lanjut

His name is also effort

Wakidjan begitu terpesona dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, “Not a play?”

Yes. Not a play. Bukan main!,” ungkap Wakidjan menerangkan.
Agus yang menemani Wakidjan terperangah, “Bukan main itu bukan Not a Play, Djan.”

Your granny! (Mbahmu!). Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok),” ungkap Wakidjan ngeyel.

Lalu Wakidjan berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk). But don’t think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal together.”

“Ngaco kamu, Djan,” Agus tambah gemes.
Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Gus. Be wrong a little is OK toch.?”

Nadine cuman senyum kecil, “I would love to, but …”

Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak),” sambut Wakidjan ramah.

Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok).”

Setelah Nadine pergi, ganti Wakidjan yang menatap Agus dengan sebal. “Disturbing aja sih, Gus. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?”

Agus cari kalimat penutup, “Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button.” (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan nyengir dan nyeletuk, “His name is also effort” (Namanya juga usaha) 😀:)) laughing blushing” width=”16″ height=”16″ />

Sumber: email teman

Imanlah jembatannya

“Kaitan antara manusia & TUHAN hanyalah iman. Itulah yang membuat semuanya tetap bergerak dan hidup.”

Baca lebih lanjut

Wanita karir sekaligus Ibu RT? Bisa! Asal…

Bekerja sekaligus merawat anak menurut pergerakan perempuan disebut “beban ganda”. Jika suami tidak menolong istrinya merawat keluarga, memang ini akan menjadi beban ganda. Namun jika suami berpartisipasi dalam membesarkan anak, seperti suami saya, ini akan menjadi “nikmat ganda”.

Baca lebih lanjut

Berkah Ledakan Penduduk Indonesia

Indonesia bisa mengulangi sejarah AS meskipun pada tingkat yang sedikit berbeda. PDB Indonesia baru saja melampaui setengah triliyun dollar dan diperkirakan sebentar lagi bisa menembus 1 triliyun. Dengan populasi lebih dari 230 juta, maka pertumbuhan populasi ini akan memicu pertumbuhan pendapatan sebagaimana dialami oleh banyak negara maju segera setelah pendapatan perkapita mencapai USD 3000. 

Baca lebih lanjut

Nasibku bukan Nasibmu

Dan saya tak akan memercayai lagi kalimat macam begini, ”Kalau saya bisa, kamu pasti bisa”. Karena rambut saya boleh saja sama hitam, tapi jenis rambutnya pun macam-macam. Itu yang membuat setelah ditata, rambut teman saya bisa indah, rambut saya tetap saja tak bisa ”nendang”.

Baca lebih lanjut

Jalur Terpendek

Bayangkan sebuah karet gelang yang selalu bisa meregang sejauh mungkin, tetapi tetap melekat pada permukaan. Dengan bantuan karet gelang, kita dapat menentukan dengan mudah jalur terpendek antara New York dan Roma, atau antara dua titik sembarang. Ikat ujung-ujung karet gelang pada titik keberangkatan dan kedatangan dan biarkan dia menarik kuat-kuat dirinya sendiri, selagi dia tetap melekat pada permukaan. Saat karet dalam kondisi benar-benar tegang, Subhanalloh ! Karet membentuk jalur terpendek.

Baca lebih lanjut

Group Think

Grup kasur ternyata berguna di tempat lain yang tak terduga, dari simetri-nya molekul air hingga logika sepasang saklar listrik. Inilah salah satu daya tarik group theory. Hal ini menampakkan kesatuan tersembunyi dari benda-benda yang terlihat tidak berhubungan…seperti anekdot tentang bagaimana fisikawan Richard Feynman tertunda wajib militer-nya.

Baca lebih lanjut

Bab ke-5 The Grand Design, The Theory of Everything (bagian 4)

Bayangkan anda ingin bepergian dari New York ke Madrid, dua kota yang berada pada garis lintang yang hampir sama. Jika bumi ini datar, rute terpendek akan berupa garis lurus ke timur. Jika anda melakukan demikian, anda akan tiba di Madrid setelah menempuh jarak 5931 km. Namun karena lengkungan bumi, ada jalur yang pada peta datar terlihat melengkung sehingga lebih panjang, tetapi sebenarnya lebih pendek. Anda bisa menempuh 5768 km bila mengikuti rute lingkaran-akbar, yang awalnya mengarah ke timur laut lalu sedikit demi sedikit membelok ke timur lalu ke arah tenggara. Selisih jarak antara dua rute ini disebabkan oleh kelengkungan bumi, tanda dari geometri non-Euclidean. Maskapai mengetahui hal ini dan mengatur para pilotnya untuk mengikuti rute lingkaran-akbar bila memungkinkan. Baca lebih lanjut

Bab 5 The Grand Design, The Theory of Everything (bagian 3)

Maka anda bisa memanjangkan hidup anda dengan terus menerus terbang ke arah timur mengelilingi bumi, meski anda akan bosan menonton film di pesawat

Baca lebih lanjut

Bab Ke-4 The Grand Design, Alternative Histories (versi penuh)

Dapatkah teori yang dibangun berdasarkan kerangka kerja yang begitu asing dalam kehidupan sehari-hari juga menjelaskan kejadian-kejadian biasa yang dimodelkan dengan begitu akurat oleh fisika klasik? Bisa, untuk kita dan orang-orang di sekitar kita yang terbentuk dari struktur yang padat, tersusun dari sekian banyaknya atom, lebih banyak daripada jumlah bintang di alam semesta yang teramati.

Baca lebih lanjut

Bab 5 The Grand Design, Theory of Everything (bagian 2)

Contohnya, jika anda membawa secangkir teh pada lorong pesawat jet yang sedang terbang, anda mungkin berkata kecepatan anda 3 kilometer per jam. Namun seseorang di bumi mungkin berkata anda sedang bergerak 915 kilometer per jam. Janganlah berpikir bahwa hanya salah satu dari dua pendapat ini yang benar, ingatlah bahwa karena bumi mengitari matahari, seseorang yang melihat dari permukaan matahari akan tidak menyetujui kedua pendapat itu dan mengatakan bahwa anda bergerak sekitar 29 kilometer per detik

Baca lebih lanjut

Logaritma dan Lipatan Kertas

Ambil selembar kertas A4, lipat menjadi dua bagian yang sama dalam satu arah saja (horisontal saja atau vertikal saja). Ulangi hingga anda tak sanggup melipatnya. Berapa kali? Insya Alloh tak lebih dari 8 kali !!!

Baca lebih lanjut

Bab Kelima dari The Grand Design, The Theory of Everything (Bagian 1)

Dengan sedikit selotip untuk menghindari gesekan, serbuk-serbuk itu bergerak seakan-akan didorong oleh kekuatan yang tak terlihat dan menyusun dirinya sendiri dalam pola busur yang membentang dari satu kutub magnet ke kutub lainnya

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (bagian akhir)

Fisika kuantum memberitahu kita bahwa selengkap apapun pengamatan kita tentang masa kini, masa lalu (yang tak teramati), seperti masa depan, tidaklah tertentu dan ada hanya sebagai spektrum kemungkinan. Alam semesta, menurut fisika kuantum, tidak memiliki masa lalu atau sejarah tunggal.

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (Bagian 2)

Inilah, menurut Einstein, seakan-akan Tuhan melempar dadu sebelum memutuskan keluaran dari setiap proses fisik. Gagasan ini membuat Einstein tidak nyaman sehingga meskipun dia adalah salah satu bapak fisika kuantum, dia kemudian menjadi kritis terhadapnya.

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (bagian 1)

Dapatkah teori yang dibangun berdasarkan kerangka kerja yang begitu asing dalam kehidupan sehari-hari juga menjelaskan kejadian-kejadian biasa yang dimodelkan dengan begitu akurat oleh fisika klasik? Bisa, untuk kita dan orang-orang di sekitar kita yang terbentuk dari struktur yang padat, tersusun dari sekian banyaknya atom, lebih banyak daripada jumlah bintang di alam semesta yang teramati.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (versi penuh)

Dalam pandangan ini, alam semesta tidak hanya mempunyai keberadaan atau sejarah tunggal, namun mempunyai setiap kemungkinan versi keberadaan secara bersamaan dalam apa yang disebut superposisi kuantum. Mungkin ini terdengar konyol sebagaimana teori di mana meja hilang kapanpun kita keluar ruangan, namun dalam kasus ini teori ini telah lulus setiap ujian percobaan di mana teori ini sebagai subyek.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What is Reality? (bagian 2)

Realisme menurut-model dapat menyediakan sebuah kerangka kerja untuk membahas pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Jika dunia diciptakan beberapa waktu terhingga yang lalu, apa yang terjadi sebelumnya? Filosof Kristen awal, St. Augustine (354-430), mengatakan bahwa jawabannya bukanlah Tuhan sedang menyiapkan neraka bagi orang-orang yang bertanya demikian, tetapi bahwa waktu adalah sifat dunia yang Tuhan ciptakan dan waktu tidaklah ada sebelum penciptaan, yang dia yakin telah terjadi belum lama lalu.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (bagian 1)

Contoh lain kenyataan alternatif terjadi dalam film fiksi ilmiah The Matrix, di mana manusia secara tak sadar hidup dalam kenyataan semu tersimulasi yang diciptakan oleh komputer cerdas agar mereka dapat ditaklukkan dan dijinakkan saat computer menyerap energi biolistrik mereka (apapun artinya itu)

Baca lebih lanjut

Energi Negatif

Salah satu sifat ruang hampa berenergi negatif adalah cahaya bergerak lebih cepat di dalamnya daripada di ruang hampa normal, sesuatu di masa depan yang dapat membuat orang bergerak melebihi kecepatan cahaya melalui semacam gelembung hampa berenergi negatif.

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (Versi Penuh)

Hukum ilmiah bukanlah hukum ilmiah jika hanya berlaku saat Sang Supranatural memutuskan tidak ikut campur. Ketika membaca ini, Napoleon disebut pernah bertanya kepada Laplace bagaimana memasukkan Tuhan dalam gambaran ini. Laplace menjawab: ”Tuanku, saya belum memerlukan hipotesa itu.”

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 2)

Sayangnya, pandangan alam semesta bangsa  Ionia – yang dapat dijelaskan melalui hukum umum dan disederhanakan menjadi serangkaian prinsip sederhana – berpengaruh kuat hanya beberapa abad. Salah satunya karena teori Ionia terlihat tidak memberi tempat pada gagasan kehendak bebas, atau konsep bahwa Tuhan ikut campur dalam bekerjanya dunia. Gagasan menghilangkan peran tuhan atau kehendak bebas ini belum dapat diterima oleh banyak pemikir Yunani sebagaimana gagasan serupa bagi banyak orang hari ini.

"

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 1)

Ketidaktahuan mengenai bagaimana alam bekerja menyebabkan orang-orang kuno menciptakan dewa-dewa untuk disembah pada tiap bidang kehidupan. Ada dewa cinta dan perang; dewa surya, bumi dan langit; dewa lautan dan sungai; dewa hujan dan badai; bahkan ada dewa gempabumi dan gunung berapi. Jika dewa-dewa disenangkan, manusia akan dikaruniai cuaca yang baik, kedamaian dan terbebas dari bencana alam dan wabah. Jika dewa-dewa dikecewakan, maka akan timbul perang, penyakit dan wabah. Baca lebih lanjut

25 Informasi Penting Tentang Palestina untuk anak

Apabila anak Anda bertanya kepada Anda, mengapa Anda memberikan perhatian kepada Palestina dan selalu mengikuti berita Baitul Maqdis?
Apa yang anda bicarakan?
Apa jawaban Anda?
Saya sarankan pembaca sebelum menyelesaikan tulisan ini berhenti sejenak dan memikirkan jawaban yang akan diungkapkan kepada anak andai ditanya pertanyaan ini.
Anda bisa menggunakan (25) informasi penting ini untuk diketahui anak-anak kita tentang Palestina dan Baitul Maqdis, sehingga mereka tahu mengapa kita peduli terhadap Palestina dan apa yang terjadi di sana, dan saya menyarankan pembaca untuk membacakan artikel kepada anak-anaknya, atau mengirim link ke mereka melalui (WhatsApp) agar membacanya sehingga mereka mengetahui walaupun kita sibuk dengan urusan dunia, namun Palestina tetap masalah kita pertama setelah berperan menyadarkan kaum muslimin dan mengajari mereka.
Ceritakan kepada anak Anda, 

“Wahai anakku, sesungguhnya Palestina adalah tempat tinggal para Nabi.

Nabi kita Ibrahim hijrah ke Palestina. Nabi Luth _‘alaihissalam_ diselamatkan oleh Alloh dari azab yang turun pada kaumnya menuju bumi yang diberkahi, bumi Palestina.
Nabi Daud _‘alaihissalam_ tinggal di Palestina dan membangun mihrabnya, dan Nabi Sulaiman _‘alaihissalam_ memerintah seluruh  dunia dari Palestina, kisahnya yang populer dengan semut dan berkata, _“Hai semut masuklah ke tempat tinggal kalian,”_ tempat yang disebut dengan _wadi an-naml_ (lembah semut) di Palestina dekat (‘Asqalan).
Di Palestina juga terdapat mihrab Zakaria _‘alaihissalam_, sebagaimana Musa _‘alaihissalam_ meminta kaumnya memasuki Bumi _Muqaddasah,_ ia menamakan dengan _Al-Muqaddasah,_ yakni (suci)  dari syirik, dan dijadikan tempat tinggal para Nabi.
Banyak mukjizat yang terjadi di dalamnya  diantaranya kelahiran Nabi Isa dari ibunya Maryam, seorang gadis kecil tanpa suami, dan Alloh mengangkatnya ketika Bani Israil sepakat untuk membunuhnya.
Di Palestina Maryam _‘alaihassalam_ menggoyang batang pohon kurma setelah kelahirannya dalam kondisi paling lemahnya wanita.
Termasuk tanda-tanda akhir zaman di Palestina, Isa akan turun di menara putih, dan akan membunuh Dajjal di gerbang Lod Palestina, dan itu adalah tanah Mahsyar dan Mansyar, dan Ya’juj dan Ma’juj akan dibunuh di bumi Palestina di akhir zaman, serta banyak cerita lain terjadi di Palestina, diantaranya kisah Thalut dan Jalut.
Anak saya bertanya, “Bagaimana dengan Nabi ﷺ  dan hubungannya dengan Palestina?”
Saya jawab, “Dulu kiblat pada awal diperintahkannya sholat menghadap ke Palestina, dan ketika Nabi hijrah ke Madinah malaikat Jibril turun dan beliau sedang shalat, Jibril memerintahkan untuk mengubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Mekah Al-Mukarramah lalu masjid tempat beliau sholat dinamakan masjid _Dzulqiblatain_ (dua kiblat).
Demikian juga ketika Rosululloh melakukan Isro’, beliau pergi ke Baitul Maqdis  sebelum Mi’raj ke langit.
Inilah terminal pertama beliau berhenti setelah berangkat dari Mekah menuju langit, dan beliau menjadi imam sholat para Nabi, karenanya tempat ini menjadi maqar para Nabi. 
Abu Dzar _rodhiyallohu ‘anhu_ bertanya kepada Rosullah, “Masjid mana yang pertama diletakkan oleh Alloh dimuka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.”
Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid mana?”

Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.”

Aku bertanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?”

Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.”
Kemudian beliau bersabda, “Dimanapun sholat menjumpaimu maka sholatlah, dan bumi bagi kalian adalah masjid.” 
Wahai anakku, Apakah kamu tahu bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq _radhiyallahu ‘anhu_ meskipun sibuk dengan masalah kemurtadan orang-orang Arab di Jazirah Arab dengan memobilisasi pasukan untuk memerangi mereka agar kembali ke Islam yang benar, beliau tidak membatalkan pasukan yang diperintahkan Nabi untuk pergi ke Syam, meskipun membutuhkan kekuatan untuk mengembalikan stabilitas Jazirah. 
Apakah kamu tahu masa keemasan penaklukan Islam di masa Umar Al-Faruq _rodhiyallahu ‘anhu_ beliau tidak pernah keluar dari Madinah untuk merayakan penaklukan (pembukaan) negeri kecuali Palestina, beliau pergi ke sana sendiri dan membukanya dengan damai, sholat di dalamnya dan menerima kunci untuk menyelamatkan orang-orang Nasrani dari penindasan orang-orang Romawi saat itu.
Kemudian dibuka lagi oleh Sholahuddin di hari bersejarah tahun 583 H hari Jumat bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, tanggal yang sama dengan malam mi’rajnya Nabi ke langit melalui Baitul Maqdis.
Ini merupakan kesamaan yang ajaib dimana Alloh memudahkan pengembalian Al-Quds kepada pemiliknya sama seperti waktu Isro’ dan Mi’raj.
Anak saya  bertanya, “Kenapa dinamakan Baitul Maqdis dengan nama ini?”

Saya menjawab,

“Nama ini telah ada sebelum turunnya Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an diturunkan ia disebut Masjid Al-Aqsho, dan dinamakan Baitul Maqdis karena kesuciannya yang istimewa.
Karena itu, tanah Palestina dan Syam adalah tanah Ribath, telah syahid di dalamnya 5000 dari kalangan para sahabat mulia, mereka antusias untuk membuka Baitul Maqdis dan membebaskannya dari penindasan Romawi. Para syuhada’ masih berguguran sampai hari ini, inilah tanah para syuhada’ dan tanah ribath.”
Anakku  berkata, “Jadi pentingnya Masjid Al-Aqsho dan bumi Syam seperti pentingnya Haramain, Mekkah dan Madinah, bukankah seperti itu yah?” 
Saya menjawab, “Ya, anakku.

Alloh ﷻ mengumpulkan keduanya dalam firman-Nya, _“Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekah ini yang aman.”_ (At-Tin: 1-3). 
Ibnu Abbas berkata:

At-Tin_ adalah negeri Syam,

Az-Zaitun_ negeri Palestina,

bukit Sinai adalah gunung di mana Alloh berbicara kepada Musa _‘alaihissalam_ di Mesir, dan _al-Balad al-Amin_ adalah Mekah Al-Mukarromah.
Alloh ﷻ berfirman,

“Dan sungguh kami telah tetapkan dalam kitab-kitab setelah di catat di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang sholeh.”

(Al-Anbiya’: 105)
salah satu tafsirnya bahwa umat Muhammad mewarisi tanah suci.
Anakku berkata, “Sekarang aku paham pentingnya Palestina dan Masjid Al-Aqsho, sebagaimana aku paham bahwa sholat didalamnya dilipatgandakan menjadi 500 kali lipat, apakah ini benar?”

Saya menjawab, “Ya, itu benar, dan jangan kamu lupakan anak-anak palestina dan penduduknya dari do’amu.
Semoga Alloh memberkahimu nak.” 

*Kuttab Al-Fatih Surabaya*

Oleh: Dr. Jasim Al-Muthawwa’_

Jika Tuhan absen di ranjang

Terus terang, wajah-wajah pelangi, bertebaran di sekitar saya. Yang satu ini, bodinya laki tapi berbusana wanita. Pagi-sore kerja jadi pemandu wisata, malam berasyik masyuk bukan dengan pasangan sah pernikahan. Sama pacarnya. Laki-laki tentu saja. 

.

Satu lagi, masih berbodi laki-laki. Berpakaian juga layaknya laki-laki. Cakep sih enggak, bodi atletis juga sama sekali tidak. Tapi, melambai iya. Dia laris manis sebagai host di berbagai acara seremonial. Celetukannya yang lucu, ditambah gaya melambainya, menjadi daya jual. “Ih, geli sama dia, takut saya,” tukas seorang teman laki-laki yang pernah menginap dengannya. Oh, baru tahu saya, kalau orientasi ranjangnya pelangi.

.

Satu lagi, laki-laki ganteng, putih dan atletis. Sayangnya, sejak kecil lebih suka permainan perempuan. Kurang suka bermain dengan laki-laki. Sekarang bisnis salon, dengan pelanggan yang mayoritas perempuan. Melambai tentu saja. Saya tak berani menebak urusan ranjangnya. Tapi yang saya tahu, dia belum menikah juga.

.

Ada lagi yang satunya,…ah…cukuplah. Yang jelas, kaum pelangi ini ada di sekitar kita. Kian banyak, karena keberhasilan propaganda mereka. Ya, mereka itu bukan ada begitu saja. Tidak lahir tiba-tiba. Nongol dari sononya. Mereka juga gigih berupaya. 

.

Saya jadi ingat, hari ini, sebelas tahun lalu. Tepatnya 20 Desember 2006, Budayawan Taufik Ismail, pernah berpidato dengan judul “Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka.“ Beliau mengingatkan gelombang yang dihembuskan oleh Gerakan Syahwat Merdeka (GSM). Gerakan itu tak bersosok organisasi resmi yang berdiri sendiri, tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan mendunia untuk merusak moral masyarakat. Didanai kapital raksasa, ideologi neoliberalisme dan media cetak serta elektronik sebagai corongnya. 

.

Sedikitnya ada 13 komponen yang melahirkan gelombang GSM. Yakni: (1) para praktisi –baik pribadi maupun kelompok– perilaku seks bebas. (2) Penerbit majalah dan tabloid mesum. (3) Produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat. (4) Jutaan situs porno dunia. (5) Penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat, sastra dan nonsastra. (6) Penerbit dan pengedar komik cabul. (7) Produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD biru. (8) Pabrikan dan konsumen alkohol. (9) Produsen, pengedar dan pengguna narkoba. (10) Pabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. (11) Pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. (12) Germo dan pelanggan prostitusi. (13) Dokter dan dukun praktisi aborsi.

.

Inilah yang menghantam Indonesia, hingga mengalami kehancuran moral. Itu juga yang menginspirasi saya menulis buku “Indonesia Dalam Dekapan Syahwat” pada tahun 2007. Jangan ditanya, isinya sangat porno. Maksudnya, mengupas habis revolusi urusan ranjang: dari ruang kamar ke ruang publik. 

.

Kini, gerakan itu tampaknya mulai menunjukkan hasil. Syahwat telah merdeka. Merdeka dari apa? Dari aturan agama (baca: Islam). Lihatlah, jika dulu orientasi seksual itu hanya satu: laki-laki vs perempuan. Itupun harus melalui pernikahan yang sah. Titik. Kini, aneka jenis orientasi seksual bebas merdeka. Ada yang menyebut jumlahnya 7, 10, 13 hingga 50 jenis. 

.

Mulai homoseksual, lesbian, biseksual, transgender, pedofilia, ekshibisionisme, voyeurisme, fetishisme, bestially, incest, necrophilia dll. Apaan tuh? Ngeri ah, kalau dijabarin. Di luar negeri lebih gila. Sudah ada orientasi seksual dengan hewan atau benda mati. Anjing, kucing, boneka, pohon, bahkan tembok. Tak tanggung-tanggung, mereka nikahi itu benda-benda konyol sebagai pasangan sehidup semati. 

.

Itulah efek liberalisasi. Sebuah kekuatan global yang membebaskan negara, masyarakat, keluarga hingga individunya, dari aturan agama. Sekulerisme. Neoliberalisme. Indonesia sendiri, nggak mau disebut negara agama, karena faktanya memang sekuler. Akhirnya, mengatur masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang tidak bersumber dari agama. Makanya kalau ada yang menawarkan agama sebagai sumber untuk mengatur negara, ogah. Walaupun, sila pertama Pancasila bunyinya Ketuhanan Yang Maha Esa. Praktiknya, kebebesanlah yang maha esa.

.

Dengan dalih kebebasan, atau bahasa kerennya hak asasi manusia (HAM), masyarakat akhirnya juga bergaul dengan membebaskan diri dari agama. Buktinya, ketika agama bilang jangan berzina, eh, berzina. Jangan aborsi, eh aborsi. Jangan homoseksual; eh malah terbit kaum pelangi yang tak dirindukan.

.

Lah, bukannya Indonesia negeri Muslim terbesar di dunia? Betul. Umat Indonesia rata-rata punya agama. Tercantum di KTP-nya. Tapi, meminjam istilah Ustaz Abdul Somad, Tuhan saat ini dipenjara di masjid-masjid. Kalau di masjid takut Tuhan, di luar masjid Tuhan dianggap nggak ada. Di masjid baik, di luar masjid bebas. Di dalam masjid menutup aurat, keluar masjid langsung buka aurat. Itu menghina Tuhan. Seolah Tuhan hanya eksis di tempat ibadah.

.

Ya, manusia jadi gak takut Tuhan. Di kantor gak ada Tuhan, terjadilah perselingkuhan. Di pasar gak ada Tuhan, mainin aja timbangan. Di birokrasi gak ada Tuhan, makanya korupsi dianggap rezeki. Di rumah gak ada Tuhan, makanya anak pun dijadikan korban syahwat; istri dimutilasi; ponakan disodomi, dll. Di kamar gak boleh ada Tuhan, makanya adegan mesum pun disebar-luaskan. Dan, sampailah kini pada urusan paling privat manusia: orientasi ranjang. 

.

Tuhan pun disingkirkan dari sana. Maka, ketika Tuhan absen di ranjang, muncullah beraneka kebebasan seksual yang liar. Mau menggoyang ranjang dengan siapa, kapan dan di mana terserah. Mau dengan lawan jenis, sejenis atau jenisnya tak jelas, terserah. Bahkan dalam banyak kasus, pelampiasan urusan ranjang ini pun, tak lagi membutuhkan ranjang dalam makna sebenarnya. Semak-semak, mobil, warung remang-remang, toilet umum, bahkan ruang kelas pun jadi tempat peragaan syahwat. Na’udubillahi minzalik.

.

Karena tak memakai aturan Tuhan, kaum pelangi tak mau dikriminalisasi. Dalam kamus liberal, itu hak asasi. Padahal dalam kamus agama apapun, apalagi Islam, jelas-jelas bahwa itu kriminal. Segala bentuk penyimpangan dari perintah Allah SWT adalah jarimah atau kriminalitas. Meninggalkan salat lima waktu, jarimah. Menanggalkan hijab, jarimah. Berzina, jarimah. Elgebete, jarimah. 

.

Jadi jelas kan, kenapa kaum Sodom ini bisa eksis. Mereka juga berjuang, kawan! Perjuangan yang panjang dan melelahkan untuk diakui eksistensinya. Ditambah ada para pembela, plus sistem hukum yang membiarkan, negara yang juga membebaskan, eksistensi mereka kian merajalela. Masih ingat bagaimana polisi menggerebek pesta gay di salah satu hotel di Jakarta? Apakah mereka dihukum agar jera? Tidak. Karena Tuhan pun dipaksa absen dari aturan. 

.

Hasilnya, lihatlah Indonesia sekarang. Lebih “Amerika” dari Amerika. Jika di negeri Paman Sam itu sendiri, kaum pelangi butuh kurang lebih 50 tahun hingga pernikahan sejenis dilegalkan, Indonesia boleh jadi tak lama lagi. Tunggu saja. Kalau kita semua diam. Kalau pendukung kaum pelangi menang. Kalau dakwah dibungkam. Kalau aturan agama dibuang. Jika Tuhan dipaksa absen dalam setiap lini kehidupan. Termasuk absen dari urusan ranjang. Mau seperti itu? Naudubillahi min zalik.(*)

.

Bogor, 20 Desember 2017

Oleh Asri Supatmiati

Jurnalis

Doa Orang Tua

_Syaikh Fahad Al Kandari bercerita:_
_Dulu saat mengimami sebuah masjid di Kuwait, saya lupa sebuah ayat. Ternyata, ada seorang yang mengoreksi bacaan saya. Hanya seorang, yang ternyata ia adalah kakek tua._
_Saya tertarik untuk menemuinya._
Syaikh Fahad: 

_*Kek, anda hafal Qur’an ya?*_
_*”Iya, benar”.*_
_Syaikh Fahad:_

_*Masya Allah, tentu anda hafal sejak kecil kan?*_
_*Tidak Syaikh. Saya malah baru mulai menghafal sejak usia 60 tahun.*_
_Syaikh tertegun._
_Syaikh Fahad:_

_*Masya Allah, bagaimana mungkin? Bagaimana ceritanya? Bukannya itu sulit ?*_
_*Tidak juga. Mungkin salah satu penyebabnya, adalah ibuku.*_
_*Ada satu hal yg selalu ia lakukan, tak pernah ia tinggalkan hingga beliau meninggal.*_
_Apa itu?_
_*Ia tidak pernah berhenti mendoakan ku agar hafal Al-Qur’an…*_
———
_Suatu ketika ada yang bertanya kepada seorang ibu yang berhasil membesarkan 9 anaknya, mendidik dan menjadikan mereka manusia berakhlak dan berguna bagi agama, negara, bangsa dan sesama._
_Apa rahasia di balik keberhasilannya ?._

_Jawabnya adalah:_

_*Do’a yang tak henti-henti dipanjatkan untuk anak-anaknya tersebut .*_
1. Allahummaj’al aulaadana kulluhum shaalihan wa thaa’atan

_Yaa Allah jadikanlah anak-anak hamba orang yang sholehah dan shaleh yang taat beribadah kepadaMu._
2. Wa ummuruhum thowiilan

_Panjangkanlah umurnya yang barakhah._
3. War zuqhum waasi’an

_Luaskan dan lapangkan rizkinya yang halal._
4. Wa ‘uquuluhum zakiyyan

_Cerdaskan akalnya untuk kebaikan dunia dan akhirat._
5. Wa quluubuhum nuuran

^Terangilah kalbunya untuk urusan agamaMu._
6. Wa ‘uluumuhum katsiiran naafi’an

_Karuniakan ia ilmu yang bermanfaat untuk urusan kebaikkan dunia dan akhirat._
7. Wa jasaaduhum shihhatan wa ‘aafiyatan

_Sehatkanlah jasmani dan rohaninya yang dengan itu memberikan ketenangan dalam melaksanakan ibadah hanya kepada-Mu._
8. Birahmatika yaa arhamar raahimiin

_Dengan segala Rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._
_*PENTING :*_

_*Panjatkanlah doa di atas itu sesering mungkin. Syukur jika dipanjatkan tiap habis shalat 5 waktu.*_
_*Karena doa orangtua termasuk doa yang terkabul, dan tidak memiliki penghalang menuju Allah*_
_Rasulullah SAW bersabda :_
_*ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ*_
_*“Ada tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Yaitu : doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yang terzalimi”*_

(HR. Al-Bukhari / Al-Adab, Al-Mufrad-32, Abu Dawud)
_Ayah, Ibu, jangan pernah engkau remehkan kekuatan doamu untuk anak-anakmu…_
_*Jikapun belum terkabul sekarang, mungkin kelak, ketika engkau telah tiada…*_
_*Mahkota Dzikir*_:👑
_Laa ilaaha illAllahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wallahul hamdu wahuwa  ‘alaa kulli sya’in qadiir._
2. _*Mahkota Tasbih*_:👑
_Subhanallah wabihamdihi ‘adada khalqihii waridha nafsihii wa zinata ‘arsyihii wa midaada kalimaatihi._
3. _*Mahkota Doa*_:👑
_Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wafil ‘aakhirati hasanatau waqinaa ‘adzaa bannaar._
4. _*Mahkota Istighfar*_:👑
_Allahumma Anta rabbii Laa ilaaha illaa anta, khalaktani wa anaa abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mas tatha’tu, a’ uudzubika min syarri maa shana’tu, wa abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanmbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirufz dzunuuba illaa anta. Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil Ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas samii’ul ‘aliim._
6. _*Mahkota Pelepas Bencana*_:👑
_Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadzh-dzhalimiin._
7. _*Mahkota Penenang Hati*_:👑❤
_Laa haula walau quwwata illaa bilaahil ‘aliyyil ‘adzhiim._
_*Saudaraku…*_

_Jadikanlah mahkota-mahkota ini menghiasi kepala dan membasahi Lisanmu._
_Bagikan doa-doa ini dengan niat baik mudah-mudahan Allah mengangkat segala Cobaan dan Musibah Kita didunia dan di Akherat._
_*Mari amalkan dan bagikan karena engkau tidak tahu pahala mana yang akan memasukkanmu ke dalam Surga Allah..*_
_Aamiin Allahumma Aamiin._

Perjalanan Mencari Kebenaran

(tulisan inspiratif Eka Pratama Alumni Mesin ITB 2002.
Bismillaahirrahmaanirrahiim… 
Saya bukan ustadz. 

Saya hanya seorang “truth seeker” yang suka menulis. 

Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. 
Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur’an. 

Tentang mengapa ayat Al-Qur’an sering kali sulit dimengerti? 
Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis? 
Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita? Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran? 
Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an? Mendengar pertanyan-pertanyaan ini seperti dejavu. 
Teringat pertanyaan-pertanyaan saya sendiri beberapa tahun yang lalu, yang bahkan lebih liar dari ini. Tapi Alhamdulillah… 

Justru pertanyaan-pertanyaan seperti itulah, yang jika kita mencari jawabannya dengan tulus dan murni untuk mencari kebenaran (bukan kesombongan), kemudian kita menemukan jawabannya, akan membuat iman kita kokoh dan tak tergoyahkan. 
Tulisan ini mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan di atas. 

Saya hanya sharing pengalaman saya sendiri, yang mungkin bisa diambil manfaatnya dan dipakai untuk memotivasi. 

Motivasi untuk terus mencari jawaban, menggunakan segala potensi yang kita miliki, termasuk akal. 

Dan akal bukanlah logika tanpa batas. 

Akal adalah logika yang tunduk dan rendah hati. 

Motivasi bagi siapapun yang memiliki pertanyaan yang sama, atau bahkan yang sedang mengalami krisis keimanan, atau untuk siapapun yang pada titik tertentu dalam hidupnya mulai bertanya: 

Mengapa saya ada di sini? 

Untuk apa sih tujuan hidup ini? 

Apa yang terjadi setelah saya mati? Dari mana saya tahu saya memiliki keyakinan yang benar? 

Well, mari kita mulai. 
Alhamdulillah…

I was born as a muslim. 

Yup, orang tua dan keluarga saya juga muslim. (Saya tidak sedang mengomentari istilah agama warisan yang ditulis seorang remaja baru-baru ini, hehe.) 
Saya hanya mau menceritakan bahwa saya sangat menyesal karena sangat terlambat menyadari anugrah Allah yang telah menakdirkan saya terlahir di keluarga muslim. 
Penyesalan yang baru terjadi beberapa tahun ke belakang, mungkin sekitar tahun 2014. Sebelum itu, interest saya terhadap ilmu agama sangat minim, sangat jarang ikut kajian, apalagi baca buku agama. 

Ibadah pun pas-pasan, shalat subuh sering kesiangan, baca Qur’an jarang-jarang, zakat kadang-kadang, pas ada yang minta bantuan paling enggan, puasa bulan Ramadhan juga datar-datar aja dan lewat begitu aja tanpa ada perubahan. 
Fokus saya saat itu adalah: uang, bayar utang, menafkahi istri dan anak, membangun rumah tangga, rumah, mobil, pendidikan anak dan sejenisnya. 

Karena menurut saya pada saat itu, itulah yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. 

Hingga suatu saat ketika utang semakin sedikit, penghasilan makin naik, karir pekerjaan semakin baik (walaupun menuntut waktu lebih banyak dan tanggung jawabnya lebih besar), rumah sudah ada, mobil sudah ada, biaya kesehatan ditanggung, saya mulai suka bertanya sendiri: 
What’s next? (Selanjutnya apa?). 
OK, next-nya mungkin rumah yang lebih bagus, mobil yang lebih bagus, dan sejenisnya. 

Dan ketika semua itu tercapai, saya mulai ngerasa aneh. 

Kok kerasa hampa ya? 

Ngga sebahagia yang dibayangkan sebelumnya. 

Meanwhile, tanpa disadari tuntutan pekerjaan makin ganas, dan stress mulai melanda. 
Instead of baca Qur’an, musik-film-game lah yang jadi andelan. 

Stress memang hilang, tapi sesaat. 
Besoknya balik ke kantor stress lagi. 

Sampai akhirnya semua itu mulai berpengaruh ke kesehatan. 

Mulai sering sakit, daya tahan tubuh drop, sering kena maag, asam lambung, dll. 

Saya kadang menjadi sedikit delusional, sering membuat lagu sendiri, membuat puisi sendiri, kadang hanyut di alam khayalan dan angan-angan kosong. 
Rindu akan kedamaian, yang abstrak, yang entah bagaimana mencapainya. 

Sampai suatu hari, saya jatuh kepeleset di stasiun dengan posisi jatuh terduduk. 
Ceritanya panjang sebenernya, singkat cerita saya jadi ngga bisa berdiri, ngga bisa duduk, apalagi jalan, karena setelah diperiksa dokter, ada urat yang kejepit di punggung/pinggang. 
Ada cairan lumbal disc yang pecah dan menjepit saraf. Saya harus dioperasi, walaupun cuma operasi kecil. Tapi tetep harus dibius total. Saya masih ingat betul, pemandangan terakhir yang saya ingat di ruang operasi, sebelum saya ngga sadar, adalah lampu di atas ruang operasi. 
Melihat lampu itu dengan syahdu, saya membatin: “Gimana kalau ada yang salah dan saya mati? Inikah akhir perjalanan hidup?” 
Alhamdulillah saya masih hidup, dan operasinya berjalan lancar. Beberapa hari kemudian saya sudah bisa pulang ke rumah dan menjalani masa pemulihan. 

Sudah bisa duduk, berdiri dan berjalan walaupun belum normal. Saya mulai suka bermimpi yang aneh-aneh. 

Suatu hari saya bermimpi sedang digantung di atas lautan api yang menyala-nyala. 
Astaghfirullah….mimpinya serasa begitu nyata, sampai pas bangun pun rasanya masih teringat bagaimana panas yang terasa. 
Mimpi itu seperti lecutan yang menghantam keras. 

Setelah itu saya mulai sering membuka Al-Qur’an, dan mulai membaca buku-buku agama. 
Air mata pun mulai sering menetes. Rasa sesal mulai meresap ke dalam hati. 

Mimpi berikutnya tak kalah menakutkan. 

Ketika terbelalak melihat matahari terbit dari arah barat. Dan seketika itu datang rasa sesal yang begitu nyelekit. Tertutup sudah pintu taubat. 

Astaghfirullah… 
Setelah itu, semangat mempelajari Al-Qur’an semakin menggebu-gebu. 

Pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri terus terlontar. Saking banyaknya pertayaan sampai harus dicatat untuk dicari jawabannya kemudian. 

Seperti terlahir kembali menjadi orang yang baru. 

Pertanyaan-pertanyaan seperti :
“Mengapa saya ada di dunia ini?”, “Apa tujuan saya ada di sini?”, ” 

“Apa tujuan hidup ini?”, ”

“Apa yang terjadi setelah kita mati?”, ”
“Bagaimana saya tahu apa yang saya yakini ini benar?”, ”

“Apa sih sebenarnya isi Al-Qur’an?”. 
Bahkan sampai bertanya:

, “Apa buktinya ya Qur’an itu benar dari Sang Pencipta, dan bukan buatan manusia?”, dan
 “Apa buktinya ya Islam itu benar?”. 
Berhubung pertanyaan saya agak liar, saya kadang menghindari pertanyaan langsung kepada ustadz. 

Karena setelah saya sensor pertanyaannya pun, seringkali jawabannya kurang memuaskan. Seringkali malah saya mendapat renspon bahwa pertanyaan saya ini ngga patut, dan bahwa keyakinan itu ya harus yakin aja, bahwa agama itu diyakini dengan hati, bukan dengan akal. 

Dan seringkali diakhiri dengan kata “Pokoknya begini, dan begitu”. Terpaksa saya iya kan aja, walaupun saya membatin, “Kalau keyakinan itu ya harus yakin aja, orang yang beragama lain juga bisa pake argumen yang sama dong. 

Terus masa ada multiple kebenaran, padahal antara satu dan yang lain bertentangan? 

Taklid buta dong jadinya.” 
Sehingga saya lebih banyak mencari sendiri melalui membaca buku, artikel, menonton video ceramah, dokumenter, dll. 
Hingga seorang teman memperkenalkan saya dengan video-video Ust. Nouman Ali Khan, begitu juga teman lain yang memperkenalkan dengan video Dr. Zakir Naik. 

Walaupun tidak pernah bertemu, mereka terasa begitu dekat di hati. 
Both of them are my heroes. Isi ceramahnya benar-benar persis dengan apa yang saya butuhkan. Saya sangat beruntung, bahasa Inggris yang sehari-hari digunakan di tempat kerja, ternyata sangat berguna untuk mendengarkan ceramah mereka berdua dalam bahasa aslinya. 
Saya sangat terinspirasi dengan Dr Zakir Naik ketika beliau sedang berdebat dengan seorang atheis, kemudian beliau berkata:
, “So you’re an atheist? Congratulation! You’re half a moeslim. 

To become a moeslim you need to admit that there is no god, except Allah, Laa ilaaha illallah. 

You already believe there’s no god, correct? 

Then my job is to convince you another half: illallah, except Allah
.” (Jadi anda ateis? Selamat! Berarti anda setengah muslim. Untuk menjadi seorang muslim, anda harus mengakui bahwa tidak ada tuhan, selain Allah,
Laa ilaaha illallah. 

Anda sudah percaya bahwa tidak ada tuhan, benar? Jadi saya tinggal meyakinkan anda setengah bagian berikutnya: illallah, kecuali Allah). 
Beliau juga menjelaskan bahwa kunci untuk menjawab pertanyaan: “Apa bukti Islam lah yang benar?”, adalah Al-Qur’an. 

Bahwa selain menjadi petunjuk dan pedoman hidup, Al-Qur’an juga merupakan sebuah mukjizat. 
Hard proof bahwa itu memang berasal dari Tuhan Yang Esa, Allah. Beliau menguraikan bagaimana ayat-ayat Qur’an mendahului science sebanyak 1400 tahun. 
Sesuatu yang baru-baru ini saja ditemukan science, ternyata sudah disebutkan Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu, di tengah gurun pasir tandus, melalui Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulis). 

Siapa kah yang memberi tahu Nabi Sallallahu’alaihi wasallam, jika bukan Allah The Creator. ”
“Di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz Dzaariyaat: 20-21) 
Beberapa di antaranya: 
1. Teori Big Bang dan asal usul alam semesta yang baru di era science modern ditemukan (1980an), yang menyatakan bahwa alam semesta saat ini terus mengembang. Dan dulu merupakan suatu kesatuan massa besar namun kemudian terjadi ledakan besar sangat dahsyat (big bang) yang terus mengembangkan alam semesta. Hal ini ternyata sudah diisyaratkan dalam Surat Al-Anbiyaa: 30 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” 
2. Bulan bercahaya dengan memantulkan sinar matahari. Hal ini juga baru diketahui science modern. Dulu orang menyangka bulan memancarkan cahayanya sendiri. Dan ayat Qur’an sudah menyebutkannya jauh lebih dulu dalam Surat Al-Furqaan: 61 dan juga ayat-ayat lain. Al Qur’an selalu konsisten menyebutkan matahari dengan “Syams” atau “Siraaj (obor)” atau “wahhaaj (lampu menyala)”. Dan cahaya bulan dengan kata ” muniir” yang artinya tidak mengelurkan cahayanya sendiri. 
3. Besi yang sekarang ada di bumi, tidak terbentuk saat bumi terbentuk pertama kali. Penemuan astronomi modern mengungkap bahwa logam besi yang ada di bumi ternyata berasal dari benda-benda luar angkasa. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan di dalam inti bintang-bintang raksasa. Hal ini lagi-lagi sudah disebutkan dalam Surat Al Hadid: 25. Pada ayat ini, kata “Anzalnaa” berarti “Kami turunkan”. 
4. Gunung sebagai pasak yang memiliki root/akar yang menhujam ke lapisan dalam bumi sebagai penstabil kerak bumi. Hal ini baru diketahui ilmu geologi modern. Dan Al Qur’an sudah menyebutkan ini dalam Surat Thaha: 6-7, Surat Al-Anbiyaa:31, dan Surat Lukman:10. 
5. Gunung yang bergerak perlahan (beberapa cm per tahun). Juga baru diketahui ilmu geologi modern. Dan Al Qur’an sudah menyebutkan ini dalam Surat An Naml:88. 
6. Fenomena pembatas antara dua perairan. Seperti di daerah Selat Giblatar, yaitu pertemuan antara Laut Mediterania dan Laut Atlantik. Diungkapkan oleh ahli Oseanografi Francis J. Cousteau. Dan ini sudah disebutkan dalam Surat Ar-Rahman: 19-20 dan An-Naml: 61. 
7. Penciptaan manusia di dalam kandungan ibu. Dr Keith Moor, seorang ahli embriologi dibuat takjub dengan begitu akuratnya Al-Qur’an mendeskripsikan perkembangan embrio dalam Surat Al-Alaq:1-2, Surat Al-Mu’minuun:12-14, Surat Al Qiyamah:38 dan Surat Al Hajj: 5. Dan masih banyak lagi dan tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini karena begitu banyaknya. 

Subhaanallah… 

Sedikit demi sedikit pertanyaan-pertanyaan itu mulai menemukan jawabannya masing-masing. 

Di sini saya mulai menyadari betapa pentingnya menguasai bahasa Arab klasik. 

Karena terjemahan kadang doesn’t even scratch the surface. 

Terlalu banyak makna yang hilang. Keyakinan terhadap kebenaran Al-Qur’an semakin terasa mantap. Meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab. 
Kitab agama lain pun ada yang mempunyai kandungan science. Apakah itu berarti kitab mereka pun benar? 

Untuk meyakinkan, berarti ada satu hal lagi yang harus dipastikan, yaitu apakah informasi yang berada di dalam Al Qur’an itu intact atau utuh dan free from corruption? 
Di sini juga saya pun bertanya-tanya mengapa ayat-ayat Al Qur’an terlihat seperti melompat-lompat dan seperti tidak sistematis? 
Di sinilah kajian-kajian Ust Nouman Ali Khan begitu banyak memberikan jawaban yang memuaskan. 
Ust Nouman begitu mendalam membahas sisi linguistik Al-Qur’an, yang membuat saya benar-benar terpukau dengan Al-Qur’an. 
Semangat untuk belajar bahasa Arab klasik terasa makin menggebu-gebu jadinya. 
Sebagai seseorang yang hobi menulis dan membuat puisi, saya dibuat takjub dengan surat-surat yang incredibly poetic, terutama surat-surat Makkiyah. 
Walaupun baru mulai belajar bahasa Arab, I can’t help myself ketika mendengarkan ayat-ayat yang begitu puitis, seringkali tak kuasa menahan air mata yang mengalir, karena keindahan bahasanya yang begitu kuat terasa, meskipun didengar oleh telinga saya yang non-arab. Lebih indah dari lagu atau irama mana pun. 

Lebih dahsyat dari puisi mana pun. Belum lagi jika ayat itu berhubungan dengan penciptaan atau alam. 

Bagi penggemar science seperti saya, yang sering nonton video dokumenter tentang alam, bagaimana terbentuknya bumi, luar angkasa, bintang-bintang, blackhole, dan sebagainya, ayat-ayat scientific dan luar biasa puitis itu benar-benar menembus ke dalam jiwa. 
Saya pun dibuat takjub dengan Ring Composition Structure di beberapa Surat Madaniyah. Serta ayat-ayat yang incredibly symmetric. It’s so mind boggling, menakjubkan. 
Jelas sudah, manusia tidak memiliki mental capability untuk membuat yang seperti ini. 

It’s definitely word of God. 
Berikut beberapa contoh-contoh keindahan linguistik dalam Al-Qur’an: 
1. Dalam Surat Al-Muddatsir ayat 3, Allah SWT berfirman, وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ Terjemahan simpelnya: “dan agungkanlah Tuhanmu”, sedangkan terjemahan yang lebih mumpuninya: “dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja” Huruf و dalam bahasa Arab, sebenarnya tidak selalu berarti “dan”. Huruf و dapat digunakan untuk 21 jenis fungsi, dan salah satunya sebagai isti’naf yaitu untuk memulai kalimat baru. Sehingga sisanya berbunyi رَبَّكَ فَكَبِّر Nah sekarang perhatikan dengan baik. Kalimat tersebut dimulai dengan huruf ر dan diakhiri dengan huruf ر juga. Huruf kedua adalah huruf ب dan huruf kedua terakhir adalah huruf ب juga. Huruf ketiga adalah huruf ك dan huruf ketiga terakhir adalah huruf ك juga. Dan huruf ف di tengahnya. Subhanallah! Suatu rangkaian simetris yang hanya terdiri dari 7 huruf. Dalam bahasa Indonesia kita perlu menuliskan “dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja”. Dan Qur’an hanya membutuhkan 7 huruf yang disusun secara sangat elegan. 
2. Dalam Surat Ya Sin ayat 40, Allah SWT berfirman, لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ Terjemahannya simpelnya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” Allah SWT berfirman tentang benda-benda angkasa, dimana masing-masing “berenang”/”melayang”/beredar/berputar pada garis edarnya. Sekarang perhatikan kata كُلٌّ فِي فَلَكٍ Perhatikan huruf pertama ك dan bagaimana diakhiri dengan huruf ك juga. Huruf kedua adalah ل dan huruf kedua terakhir adalah ل juga. Huruf ketiga adalah ف dan huruf ketiga terakhir adalah ف juga. Dan di pusatnya ada huruf ي Sekarang mari kita ilustrasikan: ك – ل – ف – ي – ف – ل – ك Pusat dari rangkaian huruf tersebut adalah huruf ي yang merupakan huruf pertama kata berikutnya يَسْبَحُونَ yang artinya mengorbit/berputar. Subhaanallah! Bagaimana mungkin manusia bisa merangkai kata sedahsyat ini? It’s so not human. It could only come from God. 
3. Ayat Kursi yang tentunya sudah familiar bagi seorang muslim. Ayat ini terbagi menjadi 9 kalimat

: (1) اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ”
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhkluk-Nya)” (2) لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ “tidak mengantuk dan tidak tidur” (3) لّ
َهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ “Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi” (4) مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ “Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya” (5) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ “Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka” (6) وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء “dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki” (7) وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ “Kursi-Nya meliputi langit dan bumi” (8) وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا “Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya” (9) وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ “dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar” Kalimat pertama diakhiri dengan 2 nama Allah, yaitu الْحَيُّ (Yang Maha Hidup) dan الْقَيُّومُ (Yang Maha Mandiri; 

Sumber dari segala sesuatu). 

Dan kalimat pertama ini, memiliki kesamaan dengan kalimat ke-9, dimana juga disebutkan 2 nama Allah, yaitu الْعَلِيُّ (Maha Tinggi) dan الْعَظِيمُ (Maha Besar). Kemudian lihatlah kalimat ke-2, dan hubungannya dengan kalimat kedua dari akhir (kalimat ke-8). Mengantuk dan tidur adalah sifat makhluk. 

Manusia misalnya, akan mengantuk jika kelelahan. 
Tapi bagi Allah, memelihara dan menjaga langit dan bumi tidak membuatnya lelah atau berat. Kemudian perhatikan kalimat ke-3, dan koneksinya dengan kalimat ketiga dari akhir (kalimat ke-7). 
Dua kalimat tersebut saling melengkapi. Pada kalimat ketiga, Allah menegaskan bahwa Dia lah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi. 
Dan pada kalimat ke-7, Allah menegaskan bahwa Kursi-Nya, Kerajaan-Nya meliputi langit dan bumi. 
Di dunia ini, pemilik yang memiliki suatu properti, belum tentu penguasa/raja yang memiliki kerajaan/authority. 

Dan raja yang memiliki kekuasaan, belum tentu sebagai pemilik. Karena kepemilikan itu, terhadap suatu objek atau properti. Sedangkan kerajaan adalah mengenai kekuasaan untuk mengendalikan orang. 

Di dalam ayat ini Allah sedang menegaskan bahwa Allah adalah Pemilik sekaligus Raja bagi langit dan bumi. Kemudian kalimat ke-4, dan hubungan maknanya dengan kalimat keempat dari akhir (kalimat ke-6). 

Di kalimat ke-4 Allah menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki authority, kecuali Allah memberikannya. 
Dan ini dilengkapi dengan kalimat ke-6 yang menegaskan bahwa tak ada seorang pun yang memiliki ilmu-Nya, kecuali Allah menghendakinya. 
Dan lihatlah bagaimana kalimat ke-5 yang berada di tengah, yang bertindak bagai cermin bagi kalimat di depan dan di belakangnya, sambil menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di depan dan di belakang mereka. Who speak like that? Subhaanallah! So beautiful! 
4. Surat Al-Baqarah, surat terpanjang dalam Al-Qur’an, dengan jumlah 286 ayat, has take the symmetry to the whole new level. 

Struktur ini dinamakan Ring Composition Structure. 
Hal ini baru-baru ini saja ditemukan melalui penelitian linguistik modern. Surat ini bisa dibagi menjadi 9 bagian, berdasarkan tema: 
Bagian 1: Keimanan & Kekafiran Bagian 2: Penciptaan & Pengetahuan 

Bagian 3: Hukum yang diberikan kepada Bani Israil 
Bagian 4: Ujian yang telah dijalani Nabi Ibrahim 
Bagian 5: Perpindahan arah kiblat shalat 
Bagian 6: Muslim akan diuji 

Bagian 7: Hukum yang diberikan kepada muslim 

Bagian 8: Penciptaan & Pengetahuan 
Bagian 9: Keimanan & Kekafiran Perhatikan bagaimana kesembilan tema tersebut simetris dan seperti membentuk struktur cincin, dengan bagian ke-5 sebagai cermin atau pusat tema. 
Dan di dalam bagian ke-5 ini terdapat ayat ke-143, yang posisinya tepat di tengah surat (total ayat ada 286), perhatikanlah bunyi ayat ini: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. 

Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. 

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. 

Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143) 
Subhaanallah! 
Pernyataan umat Islam sebagai umat pertengahan, lokasinya tepat berada di tengah surat ini. 
Dan ternyata struktur ini bukan hanya ada pada level makro (tema) saja. 
Tetapi juga pada sub-tema. 

Jadi terdapat struktur cincin di dalam cincin. 
Misalnya saja pada Bagian 8 – Penciptaan & Pengetahuan: 

Bagian awal (ayat 254): Mukmin harus mengeluarkan sebagian harta dari apa yang Allah berikan Bagian tengah (ayat 255-260): Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. 

Allah memberi kehidupan dan kematian. 
Bagian akhir (ayat 261-284): Perumpamaan tentang zakat/sedekah 
Bahkan struktur ini tidak berhenti pada level sub-tema saja, tapi bahkan pada level ayat. 

Misalnya ayat 255 yaitu ayat Kursi yang telah dibahas sebelumnya. 
Subhaanallah! 

Level kepresisian yang menakjubkan ini, jelas terasa sebagai mukjizat ketika mempelajari Sirah Nabawiyah atau sejarah Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam. Saat itu, saya baru paham bahwa ayat-ayat Qur’an itu diturunkan secara piecemeal, sedikit demi sedikit, sesuai dengan kejadian atau tantangan-tantangan yang dihadapi Nabi Sallallahu’alaihi wasallam saat menjalani misinya sebagai Rasulullah. 
Dengan kata lain, ayat-ayat yang turun adalah jawaban terhadap kejadian atau tantangan yang dihadapi tersebut. 
Dan kejadian atau tantangan tersebut jelas-jelas di luar kontrol beliau. 

Contoh kongkrit nya misalnya: Seseorang mukmin bertanya kepada beliau tentang suatu permasalahan, atau ketika musuh menantang beliau. 
Respon dari hal ini berupa turunnya ayat kepada beliau, menjawab situasi spesifik yang beliau hadapi. Dan turunnya ayat ini tidak harus berurutan di surat yang sama dan tidak harus turun secara kronologis. Selama kurun waktu 23 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan, out of sequence (tidak berurutan). 
Segera setelah suatu ayat turun, barulah Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wassallam akan diinstruksikan oleh Allah untuk meletakkan ayat ini di posisi ini di surat ini. 

Dan ayat itu di posisi itu di surat itu. Dan seterusnya, sehingga posisinya fixed. 

Dan perlu diingat, pada saat itu Qur’an adalah oral tradition. 
Para sahabat Nabi tidak melihat Qur’an seperti kita sekarang, dalam bentuk kitab (tertulis). 

Mereka mendengar Al-Qur’an. 
It’s an audio experience, not visual experience. 
Sebuah pengalaman audio namun setelah dituliskan ternyata membentuk suatu struktur linguistik yang luar biasa. 
Is that humanly possible? 
Al-Qur’an ini, tidak seperti buku biasa buatan manusia. 
Ayat yang sekilas terlihat melompat-lompat ternyata membentuk suatu struktur yang luar biasa. 
Fakta lain sebagai hard proof bahwa Al-Qur’an memiliki struktur linguistik yang perfectly balanced adalah statistik kata di dalamnya. 
Di era modern ini Al-Qur’an sudah bisa dianalisis struktur linguistiknya menggunakan komputer. 
Jumlah total suatu kata tertentu dalam Al-Qur’an bisa dihitung dengan cepat dan mudah. 
Perhatikan fakta-fakta berikut: – Kata “ad-dunya” (dunia) terhitung sebanyak 115 kali. 
Dan kata “al akhirat” (akhirat) persis sama sebanyak 115 kali. – 
Kata “malaaikat” (malaikat) terhitung sebanyak 88 kali. Dan begitupun kata “Syayaatiin” (syaitan) sebanyak 88 kali. – 
Kata “al-hayaat” (Kehidupan) terhitung sebanyak 145 kali. Dan begitupun kata kematian sebanyak 145 kali.
. – Kata “Ash-shaalihaat” (amal baik) terhitung sebanyak 167 kali. Dan begitupun kata “As-saya-aat” (amal buruk) juga sebanyak 167 kali. – 
Kata “ibliis” (iblis) terhitung sebanyak 11 kali. Dan kata berlindung dari iblis, terhitung sebanyak 11 kali. – 
Frasa “mereka berkata”, terhitung sebanyak 332 kali. 

Dan kata “Katakanlah”, juga sebanyak 332 kali. – 
Kata “bulan” sebanyak 12 kali – 

Kata “hari” sebanyak 365 kali Again, is that humanly possible? 
Saya begitu dibombardir dengan kedahsyatan mukjizat Al-Qur’an. 
Dan ternyata itu belum selesai. Al-Qur’an juga menawarkan dahsyatnya struktur matematis yang dimilikinya. 
Salah satu yang mencolok adalah huruf-huruf initial yang mengawali beberapa surat seperti ق di Surat Qaf, huruf يس di Surat Ya Sin, dan sebagainya. 
Mari kita perhatikan beberapa contoh berikut: – 

•Jumlah huruf ق di Surat Qaf ada 57. Dan 57 = 3 x 19. Artinya, 57 adalah kelipatan 19. Sehingga jumlah huruf ق di Surat Qaf merupakan kelipatan 19. Dan ternyata jumlah huruf ق di Surat Asy-Syura juga ada 57. Jika jumlah huruf ق di kedua surat itu dijumlahkan, 57 + 57 = 114. Dan 114 = 2 x 3 x 19. Kelipatan 19 lagi. – 
•Jumlah huruf ي di Surat Ya Sin ada 237, dan jumlah huruf س ada 48. Jika dijumlahkan, 237 + 48 = 285. Dan 285 = 3 x 5 x 19. Kelipatan 19 lagi. – Jika initial حم yang terdapat pada Surat Al-Mu’min, Surat Al-Fussilat, Surat Asy-Syura, Surat Az-Zukhruf, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Jasiyah, dan Surat Al-Ahqaf, dijumlahkan maka: Surat Al-Mu’min: terdapat 64 huruf “ha” dan 380 huruf “mim” Surat Al-Fussilat: terdapat 48 huruf “ha” dan 276 huruf “mim” Surat Asy-Syura: terdapat 53 huruf “ha” dan 300 huruf “mim” Surat Az-Zukhruf: terdapat 44 huruf “ha” dan 324 huruf “mim” Surat Ad-Dukhan: terdapat 16 huruf “ha” dan 150 huruf “mim” Surat Al-Jasiyah: terdapat 31 huruf “ha” dan 200 huruf “mim” Surat Al-Ahqaf: terdapat 36 huruf “ha” dan 225 huruf “mim” Jika kita jumlahkan semua, hasilnya: 2147. Dan 2147 = 113 x 19. Kelipatan 19 lagi. – 

“•Initial عسق di Surat Asy-Syura juga tidak terlepas dari ini. 

Jumlah huruf ع ada 98. Jumlah huruf س ada 54. Jumlah huruf ق ada 57. Jika dijumlahkan, 98 + 54 + 57 = 209. Dan 209 = 11 x 19. Kelipatan 19 lagi. – 
•Begitu pun initial كهيعص di Surat Maryam. 

Terdapat 137 huruf “Kaf”, 175 huruf “Ha”, 343 huruf “Ya”, 117 huruf “Ain”, dan 26 huruf “Shad”. Jika dijumlahkan, 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798. Dan 798 = 2 x 3 x 7 x 19. Kelipatan 19 lagi. 
Subhaanallah! 
Jika Al-Qur’an ini sudah tercampuri tangan manusia (corrupted), dan misalnya satu huruf ق saja hilang, atau huruf ي hilang, atau huruf lainnya, maka saya tidak akan bisa menikmati mukjizat kelipatan 19 ini sekarang. 
Dan perhatikanlah Surat Al-Muddatsir ayat 27-31 berikut ini: “Dan tahukah kamu apa Saqar itu? Ia tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, 

Yang menghanguskan kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” 
Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. 

Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al-Muddatsir: 27-31) 
Ini baru beberapa contoh saja. Masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bertebaran di dalam Al-Qur’an. 
Dan semakin dalam kita menyelam ke dalam Al-Qur’an, semakin banyak harta karun yang kita temukan. 

Dan harta karun itu seperti tidak ada habisnya. 
Bagai lautan luas. 

Dan sepertinya kita tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memahami semuanya. 
Dan setelah mukjizat demi mukjizat, sudah saat nya hati dan akal kita tunduk kepada Allah. Jalani perintah-perintah Allah di dalam Al-Qur’an. 
Patuhilah perintah-perintah Rasul-Nya. Atii’ullaha wa atii’urrasul. Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. 
Because Al-Qur’an is a “live” guidance. 
Kita akan terkejut ketika kita sedang menghadapi suatu masalah hidup, dan ketika membuka Al-Qur’an, secara kebetulan kita mendapati ayat yang seakan-akan merespon langsung atas permasalahan kita. 
Ketika akan melangkah ke dalam kemaksiatan, tiba-tiba saja teringat ayat-ayat Allah yang melarang perbuatan tersebut. 
We will receive His Guidance thru His words in the Qur’an. 
Jadilah hamba-Nya. 
The summary of entire Qur’an is basically to accept the fact that we are slaves and He is our Master 
(Ringkasan seluruh Qur’an pada dasarnya adalah untuk menerima kenyataan bahwa kita adalah hamba dan Dia adalah Rabb kita). 
Satu-satunya tujuan hidup kita, the sole purpose of this life, adalah mengabdikan diri kepada-Nya. Itulah satu-satunya cara agar kita mendapatkan kedamaian yang sesungguhnya. 
Kedamaian di Surga-Nya. 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ”
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat: 55) 
Maha Benar Allah dengan segala firman Nya.
Alhamdulillahirabbil alaamin,
Wabillahi taufik wal Hidayah 

Wassalamualaikum wrwb…
Hari 21. Ramadhan 1438 H

Di copas dari WAG: Saling Berbagi Kebaikan,

Cimanuk – Bdg.

(S.Tjip.PWK)

Cara Menangkap M Nazaruddin

Muhammad Nazaruddin (MN), mantan bendahara Partai Demokrat ini sudah membuat gempar untuk beberapa hari terakhir. Pasalnya dia melarikan diri ke persembunyiannya yang cukup susah untuk dicari. Begitu menurut berita yang beredar.

Terlepas dari adanya muatan politik, permainan di bagian pihak berwajib ataupun hal lain, pencarian dia tidaklah susah. Tentunya menggunakan metode ilmiah yang sudah sering terbukti dan melibatkan beberapa pihak yang mempunya kompeten.

Lalu bagaimana dengan uang 150jt rupiah yang ditawarkan jika menemukannya? Bisa jadi juga hanya permainan saja. Artinya imbalan itu diberikan karena MN bisa jadi dilindungi sehingga tidak ada yang bisa menemukan.

Pengumuman adanya imbalan seolah-olah pemerintah mau menunjukkan keseriusannya.

Masih ingat penerbang yang dikirim ke Israel untuk belajar menerbangkan pesawat Skyhawk dalam Operasi Alpha tahun 1979? Semuanya tidak lepas dari ilmu intelijen.

Menyibak misteri intelijen adalah sesuatu yang menarik bagi saya. Karena jika kita mengetahui apa yang ada didalamnya dan bisa menguak teka-teki maka akan mendapatkan kepuasan tersendiri.

Dari beberapa kali MN mengirimkan BBM, menelpon ke stasiun televisi swasta dan yang terakhir justru menunjukkan wajahnya menggunakan video call.S

Sebagai seorang buronan kepolisian Indonesia dan Interpol, menurut pendapat pribadi , si MN sangat luar biasa dan terlalu berani.

Kenapa? Bisa saya jelaskan sebagai berikut, penjelasan ini tidak terlalu detail, mengingat pembaca tidak semuanya orang baik, ada juga penjahat dan buronan:


1. Metode 1: Menggunakan Skype

MN saat diwawancara oleh Iwan Piliang, dia menggunakan jalur komunikasi Audio-Visual skype. Untuk bisa melihat MN tersambung ke IP mana, maka kita harus melihat setting connection di skype Iwan. Dari seting ini akan dilihat pada Event Computer, Port-nya tersambung kemana, Skype bisa menggunakan Port 8080, 443 atau bahkan punya saya tersambung ke 26665.

2. Metode 2: Menggunakan Telepon

Metode ini menggunakan data MNC, MNN, LAC dan CID. Caranya adalah menentukan posisi pengguna telepon seluler berdasarkan BTS yang tersambung dengannya. LAC dan CID mempunyai “age” sehingga masih cukup valid atau tidak informasi yang diberikan.

Hal yang pertama dilakukan adalah mengetahui nomer HP TO, lalu mendefinisikan sebagai operator tertentu dan mendeteksi posisinya.

Dengan metode ini, kita harus bekerjasama dengan pihak Operator dimana telepon seluler yang dituju tersambung.

3. Metode 3: Menggunakan BBM
Metode ini yang paling sulit, sulit karena melibatkan beberapa pihak yang kemungkinan tidak bisa mengeluarkan datanya. Pihak Operator dan pihak RIM.

Hal yang pertama dikerjakan adalah mengetahui PIN dari TO, lalu meminta RIM untuk melihat database CDR bahwa PIN tersebut telah/pernah tersambung ke nomer HP berapa. Lalu metode 2 diatas bisa dipakai.

Metode ini susah karena RIM tidak mau memberikan data-data kustomernya ke pihak lain.

4. Metode 4: Menggunakan IMEI
Metode ini ada banyak cara, diantaranya karena IMEI tersambung informasinya dengan PIN Blackberry. IMEI juga tersambung dengan LAC, CID (Cell ID), MNC, MCC, IMSI, dll.
Jadi metode 3 dan 2 juga bisa digunakan berasarkan IMEI.

Emang IMEI ada hubungannya dengan PIN BBM? Ada, cloning pin itu termasuk formulasi antara IMEI dengan PIN. Lalu bagaimana caranya? Cara selanjutnya tidak perlu diterangkan.

Dari beberapa metode diatas hanya berupa dasar, lebih terperinci selanjutnya tidak diterangkan lagi, tetapi jika ada pihak yang berwenang dan menginginkan saya membantu silahkan menghubungi.

Tolong pendapat dan analisa ini tidak ditiru, terutama yang tidak punya keahlian tetapi sering muncul ke televisi hanya untuk sekedar menguap.

By: Gunaris*

Sumber: https://www.kompasiana.com/gunaris/metode-pencarian-nazaruddin_55017e30a333117f73513480#


* Penulis adalah Reverse Engineering Expert, Computer Forensic Analyst, Intelligent Tool and Method Expert.
Lulusan Teknik Elektro ITS
Staf Pengajar Sandi Yudha Pusdikpassus dan Staf Pengajar Pusdik Polri

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN

Berikut ini adalah catatan ringkas dari sambutan Bapak Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta ketika membuka acara Education Expo ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia) di TMII tanggal 29 Oktober 2017. Catatan ini dinukil dari grup ASESI dengan sedikit penyesuaian.
———————————–

Pendidikan adalah tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. 

Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.
Kalau kita membayangkan anak- anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.
Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.
Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yg subur itu? 
Di antaranya:
1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.
2. Di sekolah. 
3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.
Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan,karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.
Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu dipasang dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhnya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan- belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah sekolah, mengelola sebuah intitusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.
Sebagai contoh, di rumah kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya. 
Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi di dalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan empat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi? Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semua sudah bersih.
Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan kamar mandi: Ada yang sikatannya lama, ada yg kalau mandi harus diketok-ketok, ada yang sering samponya ketinggalan. Mereka akan tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.
Oleh karena itu jangan bayangkan pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan.
Jadi kita bisa merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendididkan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.
Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendididkan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita hari ini: anaknya abad 21, gurunya abad 20, ruang kelasnya abad 19.
Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.
Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.
Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.
Dalam proyeksi pendididkan abad 21 ada 3 komponen yang mendasar:
1. Karakter/akhlaq 
a. karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendah hati)
b. karakter kinerja (ulet, kerjakeras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas)
2. Kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif / kerjasama)
3. Literasi/Keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)
Di masa sekarang, dalam ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan di sebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan.
Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa.
Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas………

Oleh: Anies Baswedan

Buat anak-anak kita

Inilah zaman dimana saya tidak mendidik anak2 saya untuk menjadi seperti doktrin orang tua dulu, Serasi Rasa

Adik2 remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di luar negeri, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda. Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia.

Apa cita-cita kalian?
Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang.

Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok2 giliran orang lain yg pakai baju kalian.

Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.

Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka saat itu tiba, kita bisa benar2 bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda.

Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian.

Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja.

Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan memiliki reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar.

Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus memakai telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang.

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi2 penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan saat kalian bisa menggapainya, kalian bisa berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan aktivitas bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut.

Maka kita tidak lagi bicara tentang besok pagi2 berangkat kerja, sore2 pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi.

Oleh: Najwa Shihab (Guru WhatsApp)

%d blogger menyukai ini: