Adik Polisi Jatuh

Iklan

Telur akan jadi ayam bila ….

Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP. Dialah Imam Hasan Al Banna.


Dalam beberapa kali pertemuan saya sempat bertanya kepada guru saya tercinta, Ust. Muin, tentang pilihan peran sejarah. Di bidang mana sebaiknya saya fokus, mencurahkan segenap potensi sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan kontribusi kepada umat manusia.


Terus terang, selain menjalani profesi sebagai guru saat ini, saya berobsesi menjadi dosen di Universitas dan pembicara nasional dan internasional yang melakukan safari dakwah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu negara ke negara lain.


Saya sampaikan hal itu kepada beliau.


“Semua itu tergantung fokus,” jawab Ust. Muin.


“Kalau saya memilih untuk menjadi pendidik. Menjadi seorang ustadz di pondok. Pengaruhnya lebih kuat dan pencapaiannya lebih terukur”


Saya diam dengan saksama mendengarkan penyampaian beliau.


“Antum bisa saja jadi di dosen di Universitas. Tapi pengaruhnya kepada mahasiswa tidak terlalu kuat. Jauh lebih kuat pengaruh antum kepada santri. Mereka jauh lebih menerima dan mudah untuk kita arahkan kepada kebaikan. 


Apalagi sebagai dosen saya merasa, input dan kemampuan anak-anak kita di SMP dan SMA jauh lebih baik daripada mahasiswa”


Artinya, dalam hal penerimaan nasehat, ilmu, dan informasi, jauh masih lebih baik anak-anak di pondok. Sementara mahasiswa, mereka sudah punya dunia sendiri, yang kadang kehadiran di kuliah hanya sebagai syarat supaya tidak ditulis alpa.


“Sementara untuk safari dakwah,” lanjut Ust. Muin, “Antum bisa saja ceramah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain. Tapi pencapaiannya tidak terukur. Apa coba ukurannya?” tanya Ust. Muin mengetuk pintu kesadaran saya.


“Ya paling jadi tenar dan terkenal, seperti beberapa ustadz yang ada” jawab saya spontan. Sebenarnya saya merasa malu juga dengan jawaban itu.


“Kalau sekedar terkenal, itu la yusminu wala yughni min ju’. Tidak bermanfaat apa-apa”, tegas Ust Muin.


“Antum ingat Imam Zarkasyi, akhi?” 


Duh, kata kata “akhi” dari Ust Muin benar-benar mengharukan. Harusnya “Ibni…” sebab beliau hampir seusia bapak saya, atau “Tilmidzi..” ini malah “saudaraku”. 


“Kiai Zarkasyi itu mendapat tawaran kemana-mana. Tapi beliau tidak mau. Beliau memilih untuk menjadi pengasuh dan pendidik murid-muridnya di pesantren Gontor. Beliau memilih untuk menunggui murid-muridnya di pondok dari pada mengisi ceramah dimana-mana” 


Dan memang terbukti, murid-murid Kiai Zarkasyi ini akhirnya banyak yang menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini, seperti KH. Din Syamsuddin (mantan ketua PP Muhammadiyah), KH. Hasyim Muzadi (mantan ketua PBNU), Ust. Abu Bakar Baasyir (mantan pimpinan Pondok Al Mukmin Ngruki), H. Maftuh Basyuni (mantan menteri agama RI), Dr. Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR), banyak lainnya.


“Telur itu dapat menjadi ayam kalau dierami. Kalau sering ditinggal maka tidak jadi”, lanjut Ust Muin


“Begitu pula seorang guru, dia dapat mencetak murid yang hebat kalau setia dan telaten mendampingi muridnya”


“Saya pribadi sedang berusaha untuk dapat berada di pondok 100% sehingga lebih bisa mendampingi para santri” pungkas beliau…


Saya terdiam. Dan akhirnya paham dan sadar apa peran sejarah yang harus saya ambil. Yaitu menjadi seorang pendidik dan guru.


Setelah mendengarkan nasehat Ust. Muin ini, seketika saya teringat dengan seorang Guru Khoth di sebuah sekolah menengah di kota Ismailiah, Mesir. Guru kaligrafi ini adalah seorang mahasiswa lulusan terbaik dari Fakultas​ Darul Ulum, Univesitas Kairo. Hafal Al Quran, hafal ribuan hadits, dan hafal ribuan syair. 


Ia menguasai beragam keilmuan dengan baik, sehingga akhirnya mendapatkan tawaran beasiswa dari Eropa. Tapi ia menolak, sehingga yang berangkat adalah mahasiswa nomor 2. Ia lebih memilih menjadi guru SMP.


Tetapi beberapa tahun berikutnya, ternyata dari tangannya terlahirlah ribuan pahlawan dan pejuang yang memenuhi dunia dengan perjuangan mereka. 


Dialah Imam Hasan Al Banna.


Lalu pada akhirnya kita akan mati. Dan yang tersisa hanyalah karya-karya kita yang sempat kita tinggalkan. Dan karya terbaik itu adalah murid-murid kita yang selalu menebar ilmu dan kebaikan dimanapun mereka berada.

=========

PenulisUmarul faruq Abubakar

Menuntut Ibu

​Kalo di Indonesia… 

– anak kandung menuntut ibunya atau ayahnya dipengadilan hanya karena uang/sertifikat tanah, rumah dan beragam materi lainnya… 
Tapi kalau di Saudi, dua bersaudara di pengadilan hanya untuk berebut hak asuh ibu kandungnya… masya Allah

SENGKETA DUA KAKAK BERADIK HINGGA KE PENGADILAN

👥 Dua Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak  Hingga ke Pengadilan.

⚖ Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dgn air mata yg bercucuran hingga membasahi janggutnya…

🔨 Kenapa? 

Karena ia kalah terhadap perseteruannya dgn saudara kandungnya dipengadilan!!  

⚔ Tentang apakah perseteruannya dg saudaranya?? 

Tentang tanah ?? 

atau warisan yg mereka saling perebutkan??  

👋 Bukan karena itu semua!! 

💝Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg tlh keriput,,  

Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan yg selama ini menjaganya,,

Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, 

Untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa,,  

🗣 Namun Hizan menolak dgn alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. 

Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ, hingga berlanjut ke pengadilan!!  

Sidangpun dimulai,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..  

👥Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sudah tua renta yg beratnya sudah tdk sampai 40 Kg!! 

Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lebih berhak tinggal bersamanya. 

Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan,

“Ini mata kananku!”

Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, 

“Ini mata kiriku!! 

🔎Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan,

berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu!!  

🏅Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!!

Air mata penyesalan karena tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!! 

Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!!  

💎Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya!!  

🏆 Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua,, dizaman yg sudah dekat kiamat ini betapa banyak anak yang durhaka,,  

✅ _“Ya ALLAH, Roob kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”_

Aamiiin!!! 

Sumber: Admin Fanspage Mahasiswa Madinah

Alloh Sayang Kamu

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.
Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundakmu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu
Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa
Hidup itu …

Butuh masalah supaya kita punya kekuatan, Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras, Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati, Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai, Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur, Butuh senyum supaya tahu kita punya cinta, Butuh orang lain supaya tahu kita tidak sendiri
Beberapa luka tidak diciptakan untuk sembuh, tidak pula untuk menetap. 
Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya yang itu adalah hadiah terindah dari Allah.
Berbahagialah pada taqdir dengan penerimaan yang tulus, Sungguh mengajari hati BERBAIK SANGKA itu Indah
Semoga kita semua diberikan keselamatan,kesehatan, kekuataan,kesabaran dan rezeki yang melimpah, Aamiin……


Sumber: Grup WhatsApp

Pria Sejati

Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis dinsebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan merekapun tukeran PIN BB.

Malam harinya si gadis mulai BBM
si pria :

Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula
Pria : Terima kasih ya:)
Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.
Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?
Pria : Oke kapan aja boleh
Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM dan telepon, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :
“Mas… Sebenarnya aku mencintaimu , aku tau kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri ke-2, aku siap mas dan maaf aku mengganggu perasaanmu.
Dengan berat hati pria itu menjawab : “Dik, aku mengerti dan paham maksudmu… tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tau kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.
Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku.
Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan seseorang yang hanya mengagumiku, karena tau kalau aku sekarang udah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.

Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.
Taukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini.

Taukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.
Terima kasih atas cintanya, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu….sekali lagi maaf saya harus setia kpd perempuan yg juga setia mendampingi aku selama ini. Ya dia adalah istriku.
Selamat tinggal dik….wassalam.😊😊😂🙈😜

Sumber: Grup WhatsApp

Sujud Untuk Mata

Jika sakit kepala di depan kepala, pengobatannya adalah tidur.

Jika sakitnya di atas kepala, pengobatannya adalah makan dan minum. 
Jika sakit kepala di bagian belakang kepala Anda, maka pengobatannya adalah melepaskan stres.
Pengobatan meningkatkan kekuatan penglihatan mata Anda. Hal ini sangat penting untuk orang-orang yang mata mereka yang lemah dan juga untuk semua orang. 
Otot mata yang lemah, akan menyebabkan ketidakmampuan dalam melihat secara akurat.

Untuk memulihkan mata dan menjaga kekuatan ototnya, maka sebaiknya mengikuti sunnah selama sholat. 
Kita harus selalu membuka mata kita selama sujuud, dan ketika berdiri pandangan mata melihat tempat sujuud. Jaga mata Anda tetap fokus pada satu titik tempat sujuud.
Hikmah di balik pandangan mata tetap fokus pada satu titik tempat sujuud adalah:
Saat rukuu’, otot mata akan menekan lensa mata untuk meningkatkan visi dan saat Anda bangun maka otot mata akan melonggarkan. 

Sementara saat sujuud, lensa mata akan menyusut karena jarak antara mata dengan tempat sujud memendek, dan ketika Anda bangun lagi itu akan mengendurkan otot-otot mata. 

Bila kita praktikkan setiap hari, maka akan melatih otot-otot mata kita, sehingga mata kita akan sehat. 
Kita dapat melakukan hal ini setiap hari 17 kali atau sebanyak yang kita inginkan.

Nabi kita (SAW) selalu memerintahkan untuk membuka mata kita, selama sujuud. Dan sekarang para ilmuwan telah membuktikan bahwa praktek ini bekerja dalam meningkatkan kekuatan penglihatan mata. 
Subhanallah……

Silahkan dibagi dan jangan berhenti dari mendapatkan pahala Allah…..
#SELAMAT PAGI, SEMANGAT MENGABDI 💪💪💪

Sumber: Grup WhatsApp

Uang Misterius

Miliarder Hong Kong “Li Ka-Shing”: 

Di Dunia Ini Ada “3 Jenis” Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!

Di dunia ini ada 3 jenis uang yang sangat misterius, semakin banyak kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat!
Yuk lihat, sehebat apa 3 jenis uang itu?
Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri
Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!
Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi.
Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.

Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin,
dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja gak bakal kelaparan. 

Meskipun kamu akan bilang,

“buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!”

Orang semacam ini selamanya gak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit.

Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini.

Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.
Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain,
dan menghindari kesalahan yang sama.

Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang,

bahkan sampai meminjam uang sekalipun! 

Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan,
ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Kapan saja bisa mulai!

Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang,

sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia.

Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit,

gimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?

Orang yang bijak, harus memahami hal ini.
Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti
Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan.
Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup,

bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?;

Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, Papa dan Mama punya cukup uang,

tidak perlu memberikan uang pada orang tua!

Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu,

uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin.

Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkan mu.
Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, gak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkan mu? 

Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan?

Jadi kalo sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan.

Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan?

Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu,
Berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah “restu alami”,

Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu.

Seseorang kalau tidak memiliki restu,

seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri.
Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain,

uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua,

tapi juga untuk diri sendiri!

Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu,
lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan,

apakah hidup mereka sudah berbakti?

Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal,

hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.

Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia,
adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua!

Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!

Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal
Asal ada uang lebih, donasikanlah itu.
Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih [kurang beruntung] dari kita.

Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.

Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.
Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.

Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.
Jika kamu adalah Boss, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya.
Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakti mu.
Sumber: Grup WhatsApp

18 syarat pakai ponsel cerdas

Seorang Ibu bernama Janell Hoffman baru saja membelikan ponsel untuk putranya yang masih remaja. Dan, berikut 18 syaratnya :

Baca lebih lanjut

Vitamin Pagi

1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,

maka seluruh Waktu dan Pikiran yang kita miliki akan habis begitu saja dan kita tidak akan pernah menjadi Orang Yang Produktif

2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala bagi kita untuk :

» Memaafkannya,

» Mendoakannya,

» Memperbaikinya, dan

» Menjaga Aib-nya…
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yang menjadikan Orang Menjadi Mulia,

Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah Topeng Tanpa Wajah

4. Ciri Seseorang (Pemimpin) itu Baik akan Tampak dari :

» Kematangan Pribadi,

» Buah Karya,

» Serta Integrasi antara Kata dan Perbuatannya…
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,

maka Bagikanlah Contoh Kebaikan karena Hal itu akan Menjadi Tauladan

6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain untuk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri…

Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri
7. Pastikan Kita sudah melakukan yang terbaik dan Beramal hari ini, Baik dengan :

» Materi,

» Dengan Ilmu,

» Dengan Tenaga,

» Atau Minimal dengan

Senyuman yang Tulus

8. Para Pembohong akan

Dipenjara oleh Kebohongannya sendiri…

Orang yang Jujur akan Menikmati Kemerdekaan dalam Hidupnya…
9. Bila Memiliki Banyak Harta, maka Kita lah yang akan Menjaga Harta…

Namun Jika Kita Memiliki Banyak Ilmu, maka Ilmu lah yang akan Menjaga Kita
10. Bila Hati Kita Bersih,

Tak ada Waktu untuk :

» Berpikir Licik,

» Curang,

» Atau Dengki,

sekalipun terhadap Orang lain…

11. Bekerja Keras adalah Bagian Dari Fisik, Bekerja Cerdas merupakan Bagian Dari Otak, sedangkan Bekerja Ikhlas adalah Bagian Dari Hati

12. Jadikanlah setiap Kritik bahkan Penghinaan yang Kita Terima sebagai Jalan Untuk Memperbaiki Diri

13.Kita tidak pernah tahu Kapan Kematian akan Menjemput Kita, tapi yang Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang dan seberapa Banyak Bekal yang Kita Miliki untuk Menghadapinya…

Semoga Bermanfaat…

Sumber: Grup WhatsApp

Bijak tanpa Bajak

​Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : “Anak-anak, coba perpendek garis ini!”

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, sekarang garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju ke depan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yang tinggal 2 cm itu. 
Sang Guru menepuk bahunya, 
“Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya – cukup membuat garis yang lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya.”

*Untuk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yang lain, karena secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah  cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yang dapat kita lakukan untuk smuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut.
Sumber: Grup WhatsApp

 

Mari Hafalkan Al-Quran

BEBERAPA HAL PENTING DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN

1.PENTINGNYA MENGHAFAL AL QURAN

a) Menghidupkan sunnah Rosululloh SAW.

b) Mencontoh dan meneladani kebiasaan baik orang-orang sholih dan para ulama’ zaman dulu sampai sekarang.

c) Menghidupkan kembali keahlian Para Ulama dalam bidang keilmuannya.

d) Menguatkan keilmuan dan meningkatkan kualitasnya.

2.KEISTIMEWAAN MENGHAFAL AL QURAN

a) Menghafalkan Al Quran berarti menghafalkan pedoman utama syariat agama Islam.

b) Menghafal Al Quran adalah metode yang pertama dalam proses pembelajaran Al Quran.

c) Menghafalkan Al Quran dimudahkan bagi setiap orang.

d) Menghafal Al Quran adalah kegiatan dan usaha yang tidak pernah mengenal rugi dan gagal

3.BEBERAPA KEUTAMAAN PENGHAFAL AL QURAN

a) Orang yang hafal Alquran adalah ahli Alloh dan pilihan Alloh.

b) Orang yang hafal Alquran dimulyakan oleh Alloh.

c) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang paling berhak dijadikan imam sholat.

d) Alloh mengangkat derajat orang yang hafal Alquran dengan menjadikannya sebagai pemimpin umat atau menjadi orang-orang yang terhormat di dunia.

e) Orang yang hafal Alquran berhak dihormati dan diutamakan walaupun sudah mati.

f) Orang yang hafal Alquran selalu didekati dan ditemani oleh malaikat safaroh yang mulya.

g) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang selalu berdialog (bercengkerama) dengan Alloh dan termasuk orang yang selalu dzikir kepada Allah.

h) Orang yang hafal Alquran dicukupi dan dikabulkan keinginannya oleh Alloh.

i) Orang yang hafal Alquran akan selalu mendapatkan nasehat, obat hati, petunjuk dan rohmat dari dalam hatinya sendiri.

j) Orang yang hafal Alquran dan menguasainya adalah orang yang diutamakan pendapat – pendapatnya untuk kemaslahatan umat.

k) Orang yang hafal Alquran dan selalu membacanya adalah pewaris ilmu kenabian  yang sempurna.

l) Orang yang hafal Alquran dan selalu membacanya membarokahi makhluk dan alam disekitarnya.

m) Orang yang hafal Alquran, memahami isinya, mengamalkannya dan mengajarkannya adalah orang yang paling baik dan paling utama.

n) Orang yang hafal Alquran adalah orang yang kuat imannya jauh dari kejelekan dan hawa nafsu.

o) Orang yang hafal Alquran adalah sang juara-juara kebaikan.

p) Orang-orang yang hafal Alquran selalu mendapat sakinah/ketenangan, dipenuhi rohmat, dilindungi oleh para malaikat, dan terkenal namanya disisi Alloh.

4.BEBERAPA PAHALA YANG SANGAT BESAR BAGI PENGHAFAL AL QUR’AN

a) Setiap huruf hijaiyah dari Alquran yang dia baca mendapatkan sepuluh kebaikan.

b) Membaca ulang 3 ayat dalam sholat dengan hafalan pahalanya lebih baik daripada 3 ekor unta yang gemuk dan besar.

c) Hafalan Alquran sah jika dibuat mas kawin.

5.KEUTAMAAN PENGHAFAL ALQURAN DI AKHIRAT

a) Selamat dari fitnah dan siksa kubur.

b) Mendapatkan syafaat, pertolongan, dan pembelaan dari Alquran mulai bangkit dari kubur sampai berhasil masuk surga.

c) Mendapat naungan khusus dibawah Arsy Alloh pada hari qiyamat.

d) Mendapatkan derajat yang sangat tinggi di dalam surga.

e) Orang tua dari anak yang hafal Alquran dan selalu mengamalkannya mendapat mahkota khusus yang sangat indah.

f) Orang yang hafal Alquran dapat mensyafaati keluarganya.

6.DELAPAN SIFAT YANG HARUS DIMILIKI OLEH ORANG YANG MENGHAFAL ALQURAN

a) Selalu ikhlas /memurnikan niat.

b) Selalu beramal sholih dan meninggalkan maksiat.

c) Selalu bersungguh-sungguh dan bersemangat.

d) Memulai menghafalkan alquran dari masa kecil.

e) Banyak berdoa kepada Alloh.

f) Berusaha menghayati dan memahami arti dan keterangan Alquran.

g) Berusaha selalu bersih dan suci lahir batin.

h) Berakhlaq Alquran.

7.TUJUH KIAT UNTUK MEMUDAHKAN HAFALAN ALQURAN

a) Memilih guru yang ahli Alquran.

b) Memilih mushaf Alquran yang mudah untuk dihafalkan.

c) Memilih teman yang sholih yang dapat membantu dan melancarkan hafalan Alquran.

d) Memilih waktu yang tepat untuk menghafal Alquran.

e) Memilih tempat yang dapat berkonsentrasi dalam menghafal Alquran.

f) Memilih ayat-ayat / surat yang akan dihafalkan sesuai kemampuan.

g) Memilih makanan dan minuman yang dapat menguatkan hafalan.

Semoga kita dan anak turun kita jadi ahli AlQuran & Hafidz sesuai kemampuan, bisa mengamalkan & menyampaikan pada banyak orang, Aamiiiin…

Sumber: Pondok Pesantren Gadingmangu

Di balik Ketidaktahuan

⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.



Baca lebih lanjut

Masa Depan Kita : Star Trek atau bukan ?

Mengapa Star Trek begitu populer? Karena Star Trek adalah gambaran masa depan yang aman dan menyenangkan. Star Trek menggambarkan masyarakat yang jauh lebih maju dalam bidang sains, teknologi dan organisasi politik. (Yang terakhir mungkin tidak sulit kita capai). Pasti ada perubahan besar, disertai ketegangan dan kekecewaan, pada masa antara saat ini dan masa itu, tetapi pada masa itu diperlihatkan bahwa sains, teknologi dan organisasi masyarakat telah mencapai tahap yang hampir sempurna.

Hawking, Newton, Einstein dan Data main poker

 Hawking, Newton, Commander Data dan Einstein main poker

hingga saat ini, manusia masih mampu melestarikan dan memberi makan dirinya sendiri

Baca lebih lanjut

Kemenangan Rahmatan Lil Alamin dalam Tragedi PKS

Jadilah lembaga ini penebar “rahmatan lil alamin” berupa penegakan keadilan yang tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum yang berbulu “bersih dan peduli.”

Baca lebih lanjut

Perempuan Tangguh

Seorang perempuan yang sepanjang hidupnya dapat mengelola seorang lelaki sulit yang tidak mengenal kata “tidak”, sambil membesarkan ekonomi keluarga, melahirkan dua orang anak lelaki, memanjakan mereka, dan tetap merasa dirinya tak kurang suatu apa.

Baca lebih lanjut

Valentine for Palestine

Gambar

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan Valentine Day”.

Baca lebih lanjut

Indonesia Rasa Syariah

“Selamat! Kalian telah selesai mengikuti penataran P4. Sekarang ikutilah Ospek di mana ada penataran P5 di dalamnya. Kalian tahu apa itu P5? P5 adalah singkatan Pembubaran P4”

Memahami Sistem Bagi Hasil Migas

Maka, di antara 900 ribu bph produksi minyak tersebut, yang merupakan hak pemerintah sesungguhnya hanyalah sekitar 467,5 ribu bph, sementara kontraktor berhak mendapat 432,5 ribu bph. Dengan tingkat konsumsi minyak dalam negeri saat ini mencapai 1,2 juta barrel per hari, pemerintah harus mengimpor kurang lebih 732,5 ribu bph, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM.

Baca lebih lanjut

Kejujuran Lopa

Baharuddin Lopa saat menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan pada tahun 1993. Ia menduduki posisi itu sejak 1988 hingga 1995

Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih. Baca lebih lanjut

Bapak GeHa

Pak GH,

Kamis kemarin baru saja kita bahas

Soal titipan itu

Aku merasa marah padamu

Dokumenku sudah lengkap

Kini, apa gunanya marah itu ?

________

Dua minggu kemarin baru kita datangi

Musyawarah Sumber Daya Manusia

Seperti biasa gayamu

Duduk tenang bersiku

Kini, ke mana gaya itu?

________

Baru beberapa bulan kemarin

Kau menegurku

Kapan dikirim muatan itu?

Pelabuhan tak bisa dirayu

Kini, takkan kudengar teguranmu

________

Baru tahun kemarin

Kau buru-buru menujuku

Mendengar tajam keluhanku

Mengantisipasi pelanggan baru

Mengantisipasi mitra penuh tipu

Kini, siapa buru-buru?

_________

Pak GH,

Aku pun selemah dirimu

Takut tertabrak

Takut tertusuk

Takut tergelincir

Takut terlindas

Tapi, apalah dayaku?

_________

Waktu

Setahun lagi sebulan lagi sejam lagi

Atau detik ini juga

Tak semikropun dalam genggamanku

_________

Ruang,

Semeter lagi seinci lagi semili lagi

Atau di tanah yang kupijak ini juga

Tak ada langkah seribu

__________

Tak penting

Bagaimana kita mati

Menjadi Obyek

Menjadi Subyek

Menjadi pelengkap

__________

Kini, seberapa siap kita mati ?

_______________________________________________________

Surabaya, 26 Desember 2011

Mengenang seorang kawan, yang tiba-tiba berpulang

menyesal

PAGIKU   HILANG   SUDAH   MELAYANG

HARI   MUDAKU   SUDAH    PERGI

SEKARANG   PETANG   DATANG   MEMBAYANG

BATANG   USIAKU    SUDAH    TINGGI

AKU   LALAI    DIHARI    PAGI

BETA    LENGAH    DIMASA    MUDA

KINI    HIDUP    MERACUN    HATI

MISKIN      ILMU  ,  MISKIN  HARTA

AH ,   APA    GUNA    AKU    SESALKAN

MENYESAL    TUA    TIADA    BERGUNA

HANYA    MENAMBAH    LUKA    SUKMA

KEPADA    YANG    MUDA    KUHARAPKAN

ATUR    BARISAN    DIPAGI    HARI

MENUJU    KEARAH    PADANG    BAKTI

Karya: Ali Hasymi

tulus

perempuan itu bekerja relatif tulus
di balik layar yang sumpek, sumuk dan berdebu
tak seorangpun melihatnya
lelaki itu berdiri di panggung
bermandi cahaya dan AC

semua panca indra menanggapinya
tak penting ketulusan itu
Dan Tuhan telah memilih
perempuan itu yang lulus
baru saja dia pulang dari dua tanah suci
lebih sehat, cerah dan optimis
lelaki itu masih termangu
dalam gelap kapan ke tanah suci

bahan kimia yang membuat tubuh anda tembus-cahaya

Siapa yang butuh jubah nirtampak bila anda bisa tembus-cahaya? Para peneliti di Jepang baru-baru ini mengembangkan reagen yang membuat jaringan biologi menjadi tembus-cahaya, membuka jalan untuk teknik pencitraan optik yang sudah lama diimpikan para peneliti. Nah, bicara soal mimpi — jika anda akan mulai membuat organ tubuh tembus-cahaya, adakah yang lebih baik dari otak untuk memulainya?

Otak Tembus-Cahaya

Baca lebih lanjut

Filsafat Alam Al-Kindi (Bagian-3)

Maka, keberadaan sebuah benda tidak memiliki ketakterhinggaan; melainkan keberadaan sebuah benda adalah terhingga, dan mustahil sebuah benda bersifat abadi.

Baca lebih lanjut

Filsafat Alam Al-Kindi (bagian 2)

Baca lebih lanjut

Negara Maju Banyak Anak

Kerja keras itu artinya perubahan sikap terhadap implementasi kebijakan dan terhadap generasi baru sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih mampu dan tangguh yang akhirnya tumbuh dari penduduk yang besar, terdidik, terampil dan sehat.

Baca lebih lanjut

His name is also effort

Wakidjan begitu terpesona dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine yang mendapat ucapan itu bengong, “Not a play?”

Yes. Not a play. Bukan main!,” ungkap Wakidjan menerangkan.
Agus yang menemani Wakidjan terperangah, “Bukan main itu bukan Not a Play, Djan.”

Your granny! (Mbahmu!). Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok),” ungkap Wakidjan ngeyel.

Lalu Wakidjan berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk). But don’t think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal together.”

“Ngaco kamu, Djan,” Agus tambah gemes.
Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Gus. Be wrong a little is OK toch.?”

Nadine cuman senyum kecil, “I would love to, but …”

Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak),” sambut Wakidjan ramah.

Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok).”

Setelah Nadine pergi, ganti Wakidjan yang menatap Agus dengan sebal. “Disturbing aja sih, Gus. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?”

Agus cari kalimat penutup, “Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button.” (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan nyengir dan nyeletuk, “His name is also effort” (Namanya juga usaha) 😀:)) laughing blushing” width=”16″ height=”16″ />

Sumber: email teman

Imanlah jembatannya

“Kaitan antara manusia & TUHAN hanyalah iman. Itulah yang membuat semuanya tetap bergerak dan hidup.”

Baca lebih lanjut

Wanita karir sekaligus Ibu RT? Bisa! Asal…

Bekerja sekaligus merawat anak menurut pergerakan perempuan disebut “beban ganda”. Jika suami tidak menolong istrinya merawat keluarga, memang ini akan menjadi beban ganda. Namun jika suami berpartisipasi dalam membesarkan anak, seperti suami saya, ini akan menjadi “nikmat ganda”.

Baca lebih lanjut

Berkah Ledakan Penduduk Indonesia

Indonesia bisa mengulangi sejarah AS meskipun pada tingkat yang sedikit berbeda. PDB Indonesia baru saja melampaui setengah triliyun dollar dan diperkirakan sebentar lagi bisa menembus 1 triliyun. Dengan populasi lebih dari 230 juta, maka pertumbuhan populasi ini akan memicu pertumbuhan pendapatan sebagaimana dialami oleh banyak negara maju segera setelah pendapatan perkapita mencapai USD 3000. 

Baca lebih lanjut

Nasibku bukan Nasibmu

Dan saya tak akan memercayai lagi kalimat macam begini, ”Kalau saya bisa, kamu pasti bisa”. Karena rambut saya boleh saja sama hitam, tapi jenis rambutnya pun macam-macam. Itu yang membuat setelah ditata, rambut teman saya bisa indah, rambut saya tetap saja tak bisa ”nendang”.

Baca lebih lanjut

Jalur Terpendek

Bayangkan sebuah karet gelang yang selalu bisa meregang sejauh mungkin, tetapi tetap melekat pada permukaan. Dengan bantuan karet gelang, kita dapat menentukan dengan mudah jalur terpendek antara New York dan Roma, atau antara dua titik sembarang. Ikat ujung-ujung karet gelang pada titik keberangkatan dan kedatangan dan biarkan dia menarik kuat-kuat dirinya sendiri, selagi dia tetap melekat pada permukaan. Saat karet dalam kondisi benar-benar tegang, Subhanalloh ! Karet membentuk jalur terpendek.

Baca lebih lanjut

Group Think

Grup kasur ternyata berguna di tempat lain yang tak terduga, dari simetri-nya molekul air hingga logika sepasang saklar listrik. Inilah salah satu daya tarik group theory. Hal ini menampakkan kesatuan tersembunyi dari benda-benda yang terlihat tidak berhubungan…seperti anekdot tentang bagaimana fisikawan Richard Feynman tertunda wajib militer-nya.

Baca lebih lanjut

Bab ke-5 The Grand Design, The Theory of Everything (bagian 4)

Bayangkan anda ingin bepergian dari New York ke Madrid, dua kota yang berada pada garis lintang yang hampir sama. Jika bumi ini datar, rute terpendek akan berupa garis lurus ke timur. Jika anda melakukan demikian, anda akan tiba di Madrid setelah menempuh jarak 5931 km. Namun karena lengkungan bumi, ada jalur yang pada peta datar terlihat melengkung sehingga lebih panjang, tetapi sebenarnya lebih pendek. Anda bisa menempuh 5768 km bila mengikuti rute lingkaran-akbar, yang awalnya mengarah ke timur laut lalu sedikit demi sedikit membelok ke timur lalu ke arah tenggara. Selisih jarak antara dua rute ini disebabkan oleh kelengkungan bumi, tanda dari geometri non-Euclidean. Maskapai mengetahui hal ini dan mengatur para pilotnya untuk mengikuti rute lingkaran-akbar bila memungkinkan. Baca lebih lanjut

Bab 5 The Grand Design, The Theory of Everything (bagian 3)

Maka anda bisa memanjangkan hidup anda dengan terus menerus terbang ke arah timur mengelilingi bumi, meski anda akan bosan menonton film di pesawat

Baca lebih lanjut

Bab Ke-4 The Grand Design, Alternative Histories (versi penuh)

Dapatkah teori yang dibangun berdasarkan kerangka kerja yang begitu asing dalam kehidupan sehari-hari juga menjelaskan kejadian-kejadian biasa yang dimodelkan dengan begitu akurat oleh fisika klasik? Bisa, untuk kita dan orang-orang di sekitar kita yang terbentuk dari struktur yang padat, tersusun dari sekian banyaknya atom, lebih banyak daripada jumlah bintang di alam semesta yang teramati.

Baca lebih lanjut

Bab 5 The Grand Design, Theory of Everything (bagian 2)

Contohnya, jika anda membawa secangkir teh pada lorong pesawat jet yang sedang terbang, anda mungkin berkata kecepatan anda 3 kilometer per jam. Namun seseorang di bumi mungkin berkata anda sedang bergerak 915 kilometer per jam. Janganlah berpikir bahwa hanya salah satu dari dua pendapat ini yang benar, ingatlah bahwa karena bumi mengitari matahari, seseorang yang melihat dari permukaan matahari akan tidak menyetujui kedua pendapat itu dan mengatakan bahwa anda bergerak sekitar 29 kilometer per detik

Baca lebih lanjut

Logaritma dan Lipatan Kertas

Ambil selembar kertas A4, lipat menjadi dua bagian yang sama dalam satu arah saja (horisontal saja atau vertikal saja). Ulangi hingga anda tak sanggup melipatnya. Berapa kali? Insya Alloh tak lebih dari 8 kali !!!

Baca lebih lanjut

Bab Kelima dari The Grand Design, The Theory of Everything (Bagian 1)

Dengan sedikit selotip untuk menghindari gesekan, serbuk-serbuk itu bergerak seakan-akan didorong oleh kekuatan yang tak terlihat dan menyusun dirinya sendiri dalam pola busur yang membentang dari satu kutub magnet ke kutub lainnya

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (bagian akhir)

Fisika kuantum memberitahu kita bahwa selengkap apapun pengamatan kita tentang masa kini, masa lalu (yang tak teramati), seperti masa depan, tidaklah tertentu dan ada hanya sebagai spektrum kemungkinan. Alam semesta, menurut fisika kuantum, tidak memiliki masa lalu atau sejarah tunggal.

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (Bagian 2)

Inilah, menurut Einstein, seakan-akan Tuhan melempar dadu sebelum memutuskan keluaran dari setiap proses fisik. Gagasan ini membuat Einstein tidak nyaman sehingga meskipun dia adalah salah satu bapak fisika kuantum, dia kemudian menjadi kritis terhadapnya.

Baca lebih lanjut

Bab Keempat The Grand Design, Alternative Histories (bagian 1)

Dapatkah teori yang dibangun berdasarkan kerangka kerja yang begitu asing dalam kehidupan sehari-hari juga menjelaskan kejadian-kejadian biasa yang dimodelkan dengan begitu akurat oleh fisika klasik? Bisa, untuk kita dan orang-orang di sekitar kita yang terbentuk dari struktur yang padat, tersusun dari sekian banyaknya atom, lebih banyak daripada jumlah bintang di alam semesta yang teramati.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (versi penuh)

Dalam pandangan ini, alam semesta tidak hanya mempunyai keberadaan atau sejarah tunggal, namun mempunyai setiap kemungkinan versi keberadaan secara bersamaan dalam apa yang disebut superposisi kuantum. Mungkin ini terdengar konyol sebagaimana teori di mana meja hilang kapanpun kita keluar ruangan, namun dalam kasus ini teori ini telah lulus setiap ujian percobaan di mana teori ini sebagai subyek.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What is Reality? (bagian 2)

Realisme menurut-model dapat menyediakan sebuah kerangka kerja untuk membahas pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Jika dunia diciptakan beberapa waktu terhingga yang lalu, apa yang terjadi sebelumnya? Filosof Kristen awal, St. Augustine (354-430), mengatakan bahwa jawabannya bukanlah Tuhan sedang menyiapkan neraka bagi orang-orang yang bertanya demikian, tetapi bahwa waktu adalah sifat dunia yang Tuhan ciptakan dan waktu tidaklah ada sebelum penciptaan, yang dia yakin telah terjadi belum lama lalu.

Baca lebih lanjut

Bab Ketiga The Grand Design, What Is Reality? (bagian 1)

Contoh lain kenyataan alternatif terjadi dalam film fiksi ilmiah The Matrix, di mana manusia secara tak sadar hidup dalam kenyataan semu tersimulasi yang diciptakan oleh komputer cerdas agar mereka dapat ditaklukkan dan dijinakkan saat computer menyerap energi biolistrik mereka (apapun artinya itu)

Baca lebih lanjut

Energi Negatif

Salah satu sifat ruang hampa berenergi negatif adalah cahaya bergerak lebih cepat di dalamnya daripada di ruang hampa normal, sesuatu di masa depan yang dapat membuat orang bergerak melebihi kecepatan cahaya melalui semacam gelembung hampa berenergi negatif.

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (Versi Penuh)

Hukum ilmiah bukanlah hukum ilmiah jika hanya berlaku saat Sang Supranatural memutuskan tidak ikut campur. Ketika membaca ini, Napoleon disebut pernah bertanya kepada Laplace bagaimana memasukkan Tuhan dalam gambaran ini. Laplace menjawab: ”Tuanku, saya belum memerlukan hipotesa itu.”

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 2)

Sayangnya, pandangan alam semesta bangsa  Ionia – yang dapat dijelaskan melalui hukum umum dan disederhanakan menjadi serangkaian prinsip sederhana – berpengaruh kuat hanya beberapa abad. Salah satunya karena teori Ionia terlihat tidak memberi tempat pada gagasan kehendak bebas, atau konsep bahwa Tuhan ikut campur dalam bekerjanya dunia. Gagasan menghilangkan peran tuhan atau kehendak bebas ini belum dapat diterima oleh banyak pemikir Yunani sebagaimana gagasan serupa bagi banyak orang hari ini.

"

Baca lebih lanjut

Bab Kedua The Grand Design, The Rule of Law (bagian 1)

Ketidaktahuan mengenai bagaimana alam bekerja menyebabkan orang-orang kuno menciptakan dewa-dewa untuk disembah pada tiap bidang kehidupan. Ada dewa cinta dan perang; dewa surya, bumi dan langit; dewa lautan dan sungai; dewa hujan dan badai; bahkan ada dewa gempabumi dan gunung berapi. Jika dewa-dewa disenangkan, manusia akan dikaruniai cuaca yang baik, kedamaian dan terbebas dari bencana alam dan wabah. Jika dewa-dewa dikecewakan, maka akan timbul perang, penyakit dan wabah. Baca lebih lanjut

Cara Menangkap M Nazaruddin

Muhammad Nazaruddin (MN), mantan bendahara Partai Demokrat ini sudah membuat gempar untuk beberapa hari terakhir. Pasalnya dia melarikan diri ke persembunyiannya yang cukup susah untuk dicari. Begitu menurut berita yang beredar.

Terlepas dari adanya muatan politik, permainan di bagian pihak berwajib ataupun hal lain, pencarian dia tidaklah susah. Tentunya menggunakan metode ilmiah yang sudah sering terbukti dan melibatkan beberapa pihak yang mempunya kompeten.

Lalu bagaimana dengan uang 150jt rupiah yang ditawarkan jika menemukannya? Bisa jadi juga hanya permainan saja. Artinya imbalan itu diberikan karena MN bisa jadi dilindungi sehingga tidak ada yang bisa menemukan.

Pengumuman adanya imbalan seolah-olah pemerintah mau menunjukkan keseriusannya.

Masih ingat penerbang yang dikirim ke Israel untuk belajar menerbangkan pesawat Skyhawk dalam Operasi Alpha tahun 1979? Semuanya tidak lepas dari ilmu intelijen.

Menyibak misteri intelijen adalah sesuatu yang menarik bagi saya. Karena jika kita mengetahui apa yang ada didalamnya dan bisa menguak teka-teki maka akan mendapatkan kepuasan tersendiri.

Dari beberapa kali MN mengirimkan BBM, menelpon ke stasiun televisi swasta dan yang terakhir justru menunjukkan wajahnya menggunakan video call.S

Sebagai seorang buronan kepolisian Indonesia dan Interpol, menurut pendapat pribadi , si MN sangat luar biasa dan terlalu berani.

Kenapa? Bisa saya jelaskan sebagai berikut, penjelasan ini tidak terlalu detail, mengingat pembaca tidak semuanya orang baik, ada juga penjahat dan buronan:


1. Metode 1: Menggunakan Skype

MN saat diwawancara oleh Iwan Piliang, dia menggunakan jalur komunikasi Audio-Visual skype. Untuk bisa melihat MN tersambung ke IP mana, maka kita harus melihat setting connection di skype Iwan. Dari seting ini akan dilihat pada Event Computer, Port-nya tersambung kemana, Skype bisa menggunakan Port 8080, 443 atau bahkan punya saya tersambung ke 26665.

2. Metode 2: Menggunakan Telepon

Metode ini menggunakan data MNC, MNN, LAC dan CID. Caranya adalah menentukan posisi pengguna telepon seluler berdasarkan BTS yang tersambung dengannya. LAC dan CID mempunyai “age” sehingga masih cukup valid atau tidak informasi yang diberikan.

Hal yang pertama dilakukan adalah mengetahui nomer HP TO, lalu mendefinisikan sebagai operator tertentu dan mendeteksi posisinya.

Dengan metode ini, kita harus bekerjasama dengan pihak Operator dimana telepon seluler yang dituju tersambung.

3. Metode 3: Menggunakan BBM
Metode ini yang paling sulit, sulit karena melibatkan beberapa pihak yang kemungkinan tidak bisa mengeluarkan datanya. Pihak Operator dan pihak RIM.

Hal yang pertama dikerjakan adalah mengetahui PIN dari TO, lalu meminta RIM untuk melihat database CDR bahwa PIN tersebut telah/pernah tersambung ke nomer HP berapa. Lalu metode 2 diatas bisa dipakai.

Metode ini susah karena RIM tidak mau memberikan data-data kustomernya ke pihak lain.

4. Metode 4: Menggunakan IMEI
Metode ini ada banyak cara, diantaranya karena IMEI tersambung informasinya dengan PIN Blackberry. IMEI juga tersambung dengan LAC, CID (Cell ID), MNC, MCC, IMSI, dll.
Jadi metode 3 dan 2 juga bisa digunakan berasarkan IMEI.

Emang IMEI ada hubungannya dengan PIN BBM? Ada, cloning pin itu termasuk formulasi antara IMEI dengan PIN. Lalu bagaimana caranya? Cara selanjutnya tidak perlu diterangkan.

Dari beberapa metode diatas hanya berupa dasar, lebih terperinci selanjutnya tidak diterangkan lagi, tetapi jika ada pihak yang berwenang dan menginginkan saya membantu silahkan menghubungi.

Tolong pendapat dan analisa ini tidak ditiru, terutama yang tidak punya keahlian tetapi sering muncul ke televisi hanya untuk sekedar menguap.

By: Gunaris*

Sumber: https://www.kompasiana.com/gunaris/metode-pencarian-nazaruddin_55017e30a333117f73513480#


* Penulis adalah Reverse Engineering Expert, Computer Forensic Analyst, Intelligent Tool and Method Expert.
Lulusan Teknik Elektro ITS
Staf Pengajar Sandi Yudha Pusdikpassus dan Staf Pengajar Pusdik Polri

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN

Berikut ini adalah catatan ringkas dari sambutan Bapak Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta ketika membuka acara Education Expo ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia) di TMII tanggal 29 Oktober 2017. Catatan ini dinukil dari grup ASESI dengan sedikit penyesuaian.
———————————–

Pendidikan adalah tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. 

Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.
Kalau kita membayangkan anak- anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.
Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.
Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yg subur itu? 
Di antaranya:
1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.
2. Di sekolah. 
3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.
Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan,karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.
Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu dipasang dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhnya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan- belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah sekolah, mengelola sebuah intitusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.
Sebagai contoh, di rumah kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya. 
Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi di dalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan empat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi? Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semua sudah bersih.
Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan kamar mandi: Ada yang sikatannya lama, ada yg kalau mandi harus diketok-ketok, ada yang sering samponya ketinggalan. Mereka akan tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.
Oleh karena itu jangan bayangkan pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan.
Jadi kita bisa merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendididkan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.
Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendididkan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita hari ini: anaknya abad 21, gurunya abad 20, ruang kelasnya abad 19.
Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.
Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.
Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.
Dalam proyeksi pendididkan abad 21 ada 3 komponen yang mendasar:
1. Karakter/akhlaq 
a. karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendah hati)
b. karakter kinerja (ulet, kerjakeras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas)
2. Kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif / kerjasama)
3. Literasi/Keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)
Di masa sekarang, dalam ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan di sebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan.
Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa.
Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas………

Oleh: Anies Baswedan

Buat anak-anak kita

Inilah zaman dimana saya tidak mendidik anak2 saya untuk menjadi seperti doktrin orang tua dulu, Serasi Rasa

Adik2 remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di luar negeri, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda. Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia.

Apa cita-cita kalian?
Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang.

Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok2 giliran orang lain yg pakai baju kalian.

Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.

Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka saat itu tiba, kita bisa benar2 bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda.

Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian.

Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja.

Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan memiliki reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar.

Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus memakai telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang.

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi2 penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan saat kalian bisa menggapainya, kalian bisa berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan aktivitas bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut.

Maka kita tidak lagi bicara tentang besok pagi2 berangkat kerja, sore2 pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi.

Oleh: Najwa Shihab (Guru WhatsApp)

Integrasi Data Base

Inilah gambaran masa depan kita jika E-KTP , BPJS, Data Kepolisian, dan data Perbankan Sudah Berjalan Efektif dan seluruh data sudah terintegrasi Dalam satu Data Base


Contoh kejadian jika kita memesan pizza_

_Rekaman percakapan telepon pemesanan pizza_

_*Operator:*_

_“Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hut. Ada yang bisa saya bantu?”_

_*Konsumen:*_

_“Saya mau pesan pizza, Mbak.”_

_*Operator:*_

_“Boleh minta Nomor KTP anda?”_

_*Konsumen:*_

_“6102049998-45-54610”_

_*Operator :*_

_“Oke Pak Ujang, dari database kami, Bapak tinggal di Jl. Merpati No 6, Tlp Rumah 021829256378, Tlp Kantor 021666535872673, dan nomor HP 0818763784022.”_

_*Konsumen:*_

_“Betul Mbak…Apa saya bisa pesan Seafood Pizza?”_

_*Operator:*_

_“Menurut kami, itu bukan ide yang bagus Pak. Dari medical record Bapak, Bapak punya tekanan darah tinggi dan kolestrol yang berlebihan. Mungkin saat ini Bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.”_

_*Konsumen:*_

_“Dari mana anda tahu kalo saya bakal suka itu?”_

_*Operator:*_

_“Hm…minggu lalu Bapak baru pinjam buku dengan judul “Popular Hokkien Dishes” di Perpustakaan Nasional.”_

_*Konsumen:*_

_“Oke terserah…sekalian saya pesan paket keluarga, jadi berapa semuanya?”_

_*Operator:*_

_“Total semua Rp. 290.000,-“_

_*Konsumen:*_

_“Boleh saya bayar dengan Credit Card?”_

_*Operator:*_

_“Bapak harus bayar cash, kartu kredit Bapak tampaknya sudah over limit dan Bapak masih punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000,- sejak bulan Juni tahun lalu, itu belum termasuk denda tunggakan kredit mobil Bapak.”_

_*Konsumen:*_

_“Ya sudah kalo begitu, saya ke ATM dulu ambil uang sebelum tukang antar pizza datang.”_

_*Operator:*_

_“Dari data Bapak, sepertinya itu juga nggak bisa Pak. Record Bapak menunjukkan bahwa batas penarikan uang di ATM Bapak sudah habis untuk hari ini.”_

_*Konsumen:*_

_“Busyet…! Sudahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, dan berapa lama pizza diantar sampai ke rumah?”_

_*Operator:*_

_“Sekitar 45 menit Pak karena jalanan tampaknya sedang padat. Tapi kalo Bapak tidak mau menunggu, Bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek butut Bapak.”_

_*Konsumen:*_

_“Waduuuuuh kurang ajar si Mbak menghina!”_

_*Operator:*_

_“Di data terlihat Bapak memiliki motor bebek tahun 1995 dengan Nomor Polisi B-217-AN. Betul kan, Pak?”_

_*Konsumen:*_

_“Sialan…nggak sopan loe buka-buka record gue, kamu blom pernah ngerasain ditonjok ya?”_

_*Operator:*_

_“Oh hati-hati dan jaga ucapan Bapak. Apa Bapak lupa pada 15 Mei 2010 Bapak pernah di bui 3 bulan karena mengucapkan kata-kata kotor pada polisi?”_

_*Konsumen:*_

_“Bujug buneng nih manusia satu!”_

_*Operator*_

_“Sebaiknya Bapak harus banyak istighfar, bukan memaki, karena menurut laporan dari Ketua DKM di masjid Bapak, Bapak jarang menunaikan sholat berjamaah apalagi hadir dalam pengajian, ingat Pak, hidup ini sementara, Bapak harus segera bertaubat kepada Alloh SWT, sholat berjamaah di masjid, ikuti pengajian, sedekah, i’tikaf dimasjid dan banyakin berdzikir, mumpung Bapak masih hidup”_

_*Konsumen*_

_“Astaghfirulloh al’adziim, tobat ya Alloh… Ampe tau gue kagak pernah ke masjid…. Pegimane nanti di akhirat?”_

_*Operator:*_

_” Ada yang lain Pak?”, oh ya pak. Bapak kemaren di luar kota ada urusan dgn KUA ya, karena didata bpk sdh tercatat di 3 KUA, apakah ibu dirumah sdh tau ?_

_*Konsumen:*_

_“Kaga daaaahhh…. Batalin aja pesanan gue…!!!” Dan awassss luu yee, jangan bilang istri gua soal yg terakhir …….._

_*Begitulah jika E-KTP sdh diberlakukan seluruh negeri dan terintegrasi dengan semua pusat data.*_

_Memangnya gampang hidup modern ?_

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Sumber: Grup WhatsApp

Neither Sukarnov nor Suhartov

Andaikan setelah meninggal kelak saya dilupakan orang, insyaallah itu lebih menguntungkan dibanding diingat-ingat, dikenang, apalagi dipuja-puja. Sebab prosentase dosa hidup saya lebih besar dibanding kebaikan saya. Dipuja mustahil, dikenang pasti: oleh anak istri dan keluarga saya. Tapi kalau diingat-ingat, agak mengkhawatirkan, saking banyaknya dosa saya.
Tetapi sejumlah orang Indonesia dikenang manis, diingat-ingat kebaikannya, serta terkadang dipuja-puja – meskipun kadar dan kedalamannya berbeda-beda. Misalnya Bung Karno adalah kenangan manis dan penuh kebanggaan. Pak Harto ada yang kagum ada yang mengutuk, sebagaimana Gadjah Mada. Kalau ditanya bagaimana kesan tentang Muhammad Natsir, Haji Agus Salim, Tan Malaka, Kasman Singodimejo, Syaikhona Kholil, anak-anak muda sekarang menoleh ke kanan kiri dengan wajah bengong.
Kalau mengingat Gus Dur, biasanya orang lantas tersenyum, tertawa, atau bahkan tertawa cekikian dan geleng-geleng kepala. Ketika saya tempuh sejumlah proses menuju Gus Dur jumenengan Presiden, saya persyarati dua hal. Pertama, masalah Aceh dan GAM harus beres. Kedua, sebagai pemimpin Negara jangan ada lagi persambungan dengan Kanjeng Ratu Kidul (Nawang Wulan) maupun Nyi Roro Kidul (Nawang Sih) saudara kembarnya.
Gus Dur bilang dia sudah kirim SMS ke Kanjeng Ratu Kidul. Saya jengkel oleh jawabannya. “SMS gimana?”. Gus Dur menjawab sambil membaringkan badan ke Kasur: “Saya suruh dia pakai jilbab…”. Kemudian beliau tertawa xixixixi dan sesaat kemudian memejamkan mata dan tertidur. Saya pegang kepala saya dan saya jambak rambut saya. Saya yakin Einstein, Bheethoven, Bill Gates, bahkan pun Ned Kelly sampai di tiang gantungan tak pernah memasuki wilayah imajinasi seliar Gus Dur.

Orator terdahsyat yang pernah saya jumpai, alami dan saksikan langsung adalah almarhum Ustadz Yasin Hasan Abdullah Bangil. Seorang lelaki gagah, sabuk tebal model tukang sate Madura di pinggangnya, vokalnya gabungan antara Bung Karno, Sultan Hamengkubuwono IX, Rendra, Sutardji Calzoum Bachri dan Nabi Dzulqornain. Dia berpidato menggambarkan betapa pasukan Belanda gemetar badannya hanya ketika melihat gambar surban putih Pangeran Diponegoro. 
“Hanya surbannya, Saudara-saudara”, suaranya lantang membelah angkasa, “baru 

surbannya. Belum jubah putihnya yang bergerai menembus angin di atas kudanya yang gagah. Kerajaan Belanda hampir bangkrut gara-gara pemberontakan Pangeran Diponegoro dengan surbannya. Saudara-saudara, bisakah kau bayangkan Diponegoro pakai helm…?”
Gus Dur bukan orator yang gagah penampilannya. Gus Dur adalah tipe Juara Favorit. Tetapi imajinasi tentang Ratu Kidul pakai Jilbab dan Pangeran Diponegoro pakai helm, menurut saya termasuk yang harus kita monumenkan di World Hall of Fame. Apalagi ketika pagi hari pukul 08.00 sesudah malamnya beliau di-impeachment saya dan istri datang ke Istana sebelum tamu-tamu lainnya, dan saya tanya: “Ngapain to Gus kok bikin Dekrit segala?”
Gus Dur menjawab enteng: “Lha sudah lama sekali ndak ada Dekrit, Cak. Terakhir kan tahun 1959”.

Saya kejar, “kok ndak Sampeyan hitung segala sesuatunya. Saya kan nunggu Sampeyan telepon, siapa tahu saya pas punya bahan untuk turut mempertimbangkan perlu Dekrit atau formula lain?”
Gus Dur menjawab lebih enteng lagi dengan Bahasa Jombang: “Cak jenenge teplèk iku yo kadang menang kadang kalah. Biasane nek mulih isuk kemul-kemul sarung, berarti menang. Nek kalah malah mulih pakaian rapi, cèk diarani menang”. “Cak, namanya juga judi, kadang kalah kadang menang. Biasanya kalau pulang judi berselimut sarung itu tanda menang. Kalau kalah judi, pulang ke rumah berpakaian rapi, supaya orang menyangka dia menang…”
Tony Koeswoyo menulis lirik seolah-olah untuk Gus Dur: “Terlalu indah dilupakan, terlalu sedih dikenangkan…”. Tetapi semua orang punya rasa rindunya masing-masing kepada Bapak-Bapak kita terdahulu. Juga Gus Dur. Ada yang mengabarkan kepada saya bahwa Gus Dur sampai hari ini belum berangkat ke Alam Barzakh. Beliau masih berada di Tebuireng. Ada masalah prosedural yang belum bisa diatasi, terkait dengan administrasi Malaikat Munkar dan Nakir.
Kalau penziarah terakhir sudah meninggalkan kuburan kita sejauh 70 langkah, baru Malaikat Munkar dan Nakir hadir untuk berurusan dengan si ahli kubur. Lha sudah sekian tahun orang-orang yang menziarahi makam Gus Dur tak pernah reda. Belum pernah ada momentum penziarah terakhir meninggalkan kuburan 70 langkah. Jadi sekian tahun ini Gus Dur hanya berpandangan dari jauh dan saling melambaikan tangan dengan Malaikat Munkar dan Nakir.
Mungkin karena bosan, terkadang Gus Dur ke luar ke jalan besar antara Jombang-Pare. Lihat-lihat situasi. Dan yang paling menarik adalah banyak truk-truk yang di bak belakang atau samping ada foto Pak Harto dengan kalimat “Piye kabarmu, Lé? Penak zamanku tho?”. Apa kabar kalian, Nak? Lebih enak hidup di zaman saya dulu kan?
Itu membuat Gus Dur sangat kangen dan ingin segera mencari Pak Harto. Nanti di alam sana syukur-syukur juga ketemu Bung Karno, Sunan Kalijaga, atau malahan Gorbachev dan Anton Chekhov. Andaikan ketemu Ken Arok dan Gadjah Mada. Gus Dur mau konfirmasi kepada Ken Arok: “Apa dulu di bumi, Sampeyan ini benar-benar ada? Jangan-jangan Sampeyan ini hanya dikarang oleh para penjajah, supaya bangsa Indonesia merasa masa silamnya buram dan tak punya idola di antara nenek moyangnya”. Kepada Gadjah Mada juga Gus Dur bertabayyun: “Apa benar Sampeyan dulu mencegat rombongan Prabu Siliwangi? Kok ndak SMS saya dulu tho?”
Tetapi tampaknya yang paling diinginkan Gus Dur adalah bercerita kepada Pak Harto tentang truk-truk itu. Dan kalau Pak Harto bertanya “apa benar rakyat daripada Indonesia sekarang menganggap zaman saya lebih baik dibanding daripada zaman sekarang?”. Gus Dur, saya perkirakan menjawab: “Benar sekali itu Pak Harto. Selama Orla rakyat kita punya Pak Karnov. Di zaman Orba mereka punya Pak Hartov. Lha di ujung Reformasi palsu sekarang ini rakyat dibikin retak-retak kepalanya oleh Pak Setnov… Apalagi menurut para analis, jumlah Setnov di Indonesia tidak satu, melainkan sangat banyak, dengan kaliber yang berbeda-beda. Pendidikan keindonesiaan beberapa puluh tahun terakhir ini menumbuh-kembangkan potensi Setnov di dalam jiwa dan mental bangsa…”
Kalau Pak Harto tampak prihatin wajahnya mendengar itu dan nyeletuk: “Lho kok malah Amar Munkar Nahi Nakir”,  Gus Dur menghiburnya: “Sudah tho Pak. Gitu aja kok repot..”. 
By: Emha Ainun Najib

Sumber: https://m.timesindonesia.co.id/read/157814/20171002/113206/neither-sukarnov-nor-suhartov-amar-munkar-nahi-nakir/#!-_-

Yogya, 2 Oktober 2017

Sumur tua PKI, Kakak vs Adik

Kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita membunuh orang lain, lantas dilemparkan ke dalam sumur? Dan kebencian sebesar apa lagi yang membuat seorang kakak kandung membiarkan adiknya dibunuh, dilemparkan ke dalam sumur tua?

Ini adalah kisah seorang Jenderal bernama S. Parman, dan seorang petinggi Politbiro CC PKI bernama Sakirman. Kalian boleh jadi tidak tahu, dua orang ini bersaudara kandung. Yeah, mereka bersaudara, tapi berbeda pemahaman dalam banyak hal.

 Siswondo Parman (S. Parman) lahir 4 Agustus 1918, jauh sebelum Indonesia merdeka. Dia anak pintar, masuklah ke sekolah kedokteran Belanda, jika nasib menentukan lain, dia akan jadi dokter yang hebat. 

Tapi Jepang datang ke Indonesia, mengambil-alih kekuasaan Belanda, keadaan kacau balau, S Parman banting setir akhirnya bekerja untuk polisi militer Kempeitai Jepang. Tidak lama bekerja, dia ditangkap serdadu Jepang karena diragukan kesetiaannya. Tapi S Parman cerdas, dia dibebaskan, dan justeru dikirim belajar intelijen oleh Jepang.
Setelah kemerdekaan, S Parman bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karirnya moncer, prestasinya banyak, termasuk yang perlu dicatat, dia pernah menggagalkan rencana pembunuhan yang hendak dilakukan kelompok Raymond Westerling, APRA-Angkatan Perang Ratu Adil.

Tahun 1951, S Parman dikirim ke Amerika, sekolah di sana. Juga pernah dikirim ke London, sebagai atase militer Indonesia. S Parman adalah tentara yang brilian dalam urusan intelijen, posisi terakhirnya sebelum meninggal adalah soal intelijen.
Sekarang kita bahas kakaknya. Siapa itu Sakirman? Wah, juga tidak kalah menterengnya, lahir tahun 1911, terpisah 7 tahun dengan adiknya, Sakirman adalah jenius dalam keluarga, dia lulusan “Technische Hooge School” (THS), sekarang ITB. Insinyur Sakirman, adalah elit Politbiro CC PKI. Sejak sebelum masa kemerdekaan, Sakirman terlibat dalam banyak peristiwa penting, meski sipil, seorang insinyur, dia pernah menyandang pangkat Let Kol dalam pemerintahan awal-awal kemerdekaan.

Tapi berpuluh tahun kemudian, dua bersaudara ini ternyata berbeda jalan. Sangat berbeda.

S Parman, yang jelas terlatih dalam bidang intelijen, tahun 1960-an, habis-habisan menolak ide pembentukan kekuatan kelima. Dia tidak mau jutaan rakyat, petani dan buruh tiba-tiba diberikan senjata. Menurut S Parman, itu sungguh strategi licik yang amat membahayakan. 

Ada udang dibalik batu. Itu rakyat yang mana? Sekali jutaan rakyat itu membawa senjata, crazy sekali, Indonesia bisa menjadi lautan perang saudara, darah tumpah di mana-mana. Tidak akan ada yang bisa mengontrol mereka.

Kakaknya, Sakirman, justeru punya pendapat berbeda. Sebagai elit Politbiro CC PKI, dia habis-habisan menggelontorkan ide tersebut agar direstui penguasa. Elit PKI tahu persis, hanya TNI yang masih menjadi penghadang ide besar mereka mengambil-alih kekuasaan, maka apapun harus dilakukan untuk menyingkirkan TNI, termasuk fitnah keji sekalipun, seolah-olah TNI-lah yang hendak mengkudeta pemerintah. Pancasila tidak relevan lagi, itu bisa diganti dengan paham lain.

S Parman dan Sakirman menjadi seteru politik yang nyata. Dua kakak-adik itu menjadi musuh. Satu TNI, satu PKI.
Hari itu, entah kebencian sebesar apa yang membuat seorang kakak kandung tega melihat adiknya masuk dalam daftar Jenderal yang diculik. Hari itu, Jenderal S Parman dibawa hidup-hidup ke sebuah sumur tua, di sana dia ditembak tanpa ampun, kemudian dilemparkan masuk ke dalam sumur dingin itu. Jasadnya yang sudah menyedihkan, ditemukan beberapa hari kemudian. Sungguh, kebencian sebesar apa yang bisa membuat kita memutus tali persaudaraan?

Apakah sama dengan 39 tahun lalu, ketika lebih dari 1,2 juta rakyat negeri seberang, Kamboja juga tewas oleh kekejaman pasukan Khmer Merah. Kelompok KOMUNIS, yang berusaha mengangkangi seluruh negeri, mengambil kekuasaan dari pemerintah di bulan April 1975. Sebagian dari rakyat Kamboja mati karena kelaparan, menderita sakit dalam kecamuk perang yang disebabkan pasukan Khmer Merah, dan tidak sedikit yang tewas karena disiksa, ditembak mati, terserah apa maunya si komunis.

Kenanglah peristiwa ini. Kisah S Parman dan Sakirman, dua saudara kandung, yang berbeda pemahaman, dengan ending menyesakkan. Hari ini, S. Parman menjadi nama banyak jalan besar di negeri ini. Kita boleh jadi lupa sejarahnya, tapi ijinkan saya mengingatkan kalian, agar kita lebih seimbang dalam mengenang sesuatu….

Oleh: Tere Liye

Kesaksian Dr Amoroso Katamsi tentang Film G30S/PKI

Pagi, sekitar jam 06.40 wib, TV One menghadirkan dr. Amoroso Katamsi, pemeran Soeharto dalam film Pengkhianatan G30S PKI. Pak Amoroso Katamsi ditanya, umur berapa beliau ketika memerankan Soeharto. Dijawabnya ketika dimulai shooting tahun 1981 beliau berumur 43 tahun.
Lalu ditanya lagi umur berapa saat peristiwa G30S PKI terjadi. Beliau menjawab spontan “umur 27 tahun”.
Ini artinya sinkron, beliau lahir tahun 1938.
Menurutnya saat itu dia sudah mahasiswa hampir selesai, tinggal menunggu pengambilan sumpah dokter saja.
Beliau lalu ditanya, apa yang diingatnya seputar kejadian tanggal 30 September 1965 dan sesudahnya.
Pak Amoroso menjelaskan bahwa dia ingat betul saat itu di pagi hari tanggal 1 Oktober 1965 sekitar jam 7 pagi, RRI menyiarkan pidato Letkol Untung yang mengklaim bahwa ada gerakan 30 September serta pembentukan Dewan Revolusi, kemudian mendemisionerkan kabinet, dll. Pokoknya seperti yang ditulis dalam buku-buku sejarah.
Baru pada sore/malam harinya, dari RRI ada pidato Pak Harto.
Ketika dikonfirmasi apakah cerita yang ada dalam film yang dirinya ikut berperan didalamnya sesuai/sama atau tidak dengan kejadian sebenarnya di saat itu, tegas dr. Amoroso Katamsi menjawab “SAMA! Sama dengan yang saya tahu”.
Apalagi beliau saat itu adalah yang berhadapan dengan PKI, karena dia tergabung dalam HMI.
Nah, kesaksian dari seorang Amoroso Katamsi yang saat itu sudah berusia 27 tahun, pemuda yang berpendidikan baik, cerdas (djaman doeloe bisa sekolah sampai jadi dokter disaat sebagian besar orang sebangsanya cuma tamat SD/SMP, tentu tidak sembarangan lho!), seorang aktivis mahasiswa saat itu, semestinya lebih layak dipercaya ketimbang kesaksian seseorang yang kala itu masih bocah usia 6 tahun yang cuma tahu bahwa bapaknya tidak merokok. Tanyalah apa yang disiarkan RRI, pasti dia tidak tahu. Anak kecil mana mudheng siaran berita serius.
Cerita seorang berpendidikan dokter, asli tidak aspal, yang sepanjang hidupnya tidak bermasalah soal integritas dirinya, juga lebih layak untuk dipertimbangkan ketimbang cerita seseorang yang pernah melakukan tindakan kebohongan.
Dua tahun lalu, September 2015, ketika ramai issu bahwa negara akan meminta maaf kepada PKI, plus adanya “pengadilan/gugatan” yang digelar di negeri Belanda, mengadili negara Republik Indonesia, dimana pak Todung Mulya Lubis dan ibu Nursyahbani Katjasungkana ikut hadir disana, acara ILC TV One juga mengupas seputar kejadian 30 September 1965.
Saat itu dihadirkan putera puteri jendral korban G30S dan juga anak tokoh PKI.
Putri para jendral yang hadir saat itu ibu Amelia Yani dan ibu Catherine Pandjaitan.
Putri jendral Ahmad Yani, ibu Amelia Yani bercerita apa yang dia alami, lihat dan dengar sendiri malam itu. Pak Yani yang dibangunkan oleh pasukan Tjakra Bhirawa dan diminta segera ikut mereka dengan alasan dipanggil Paduka Jang Mulia (PJM) Presiden. Pak Yani meminta waktu untuk mandi dulu, namun tidak diijinkan karena harus cepat. Akhirnya Pak Yani menawar, setidaknya cuci muka dan ganti baju, namun anggota Tjakra Bhirawa yang sudah tidak sabar kemudian menembak Jendral Ahmad Yani dari belakang.
Apa yang diceritakan ibu Amelia Yani sama dengan yang ada dalam adegan film G30S PKI. Saat itu bu Amelia Yani usianya sudah belasan tahun. Artinya keterangan beliau cukup bisa dianggap valid.
Putri Jendral DI Pandjaitan, ibu Catherine, juga bercerita bagaimana beliau menyaksikan sendiri bagaimana proses ayahnya dibunuh dengan sadis. Saat itu usianya 17-18 tahun, dia melihat dari atas balkon rumahnya, ketika bapaknya dipukul dengan popor senjata kemudian ditembak tepat di kepala oleh Tjakra Bhirawa. Kemudian tubuhnya diseret sampai ke depan rumah. Lalu ketika di depan pagar rumah, tubuh jendral DI Pandjaitan dilemparkan lewat pagar kemudian dimasukkan ke dalam truk.
Catherine muda saat itu berusaha mengejar bapaknya yang diseret, tapi tentu saja tak terkejar. Dalam keputus-asaan dia histeris dan meraupkan ceceran darah bapaknya ke wajahnya. Catherine mengakui memang itu yang dilakukannya saat itu, sama persis dengan yang digambarkan dalam adegan film.
Kesaksian Catherine 2 tahun lalu, diulang tadi malam sekitar jam 8 di iNews TV. Ibu Catherine diwawancarai secara live by phone oleh host iNews, dan ditanya pendapatnya soal nyinyiran sebagian masyarakat yang mengatakan film G30S PKI adalah TIDAK SESUAI dengan kejadian sebenarnya alias TIDAK BENAR.
Catherine balik mempertanyakan : bagian mana yang tidak benar?!
Beliau kembali mengulang cerita kejadian 52 tahun lalu, sama persis dengan yang diceritakannya saat diundang hadir di ILC, 2 tahun lalu.
Sampai pada bagian dia melihat bapaknya dipukul dengan senjata lalu ditembak di kepala hingga otaknya berceceran, Catherine mengaku dia masih merinding saat menceritakan itu. Shocknya tidak mudah hilang bertahun-tahun karena dia menyaksikan sendiri kejadiaan malam itu, saat usianya 17 tahunan.
Jajang C. Noor, istri almarhum Arifin C. Noor sang sutradara film G30S PKI, malam ini juga dihadirkan di iNews TV. Saat pembuatan film tersebut, Jajang menjadi pencatat adegan. Dia bercerita bahwa suaminya melakukan riset selama 2 tahunan untuk membuat film itu. Semua istri para pahlawan revolusi diminta menceritakan kejadian yang mereka alami saat rumah mereka mendadak didatangi pasukan Tjakra Bhirawa. Para ibu itu didampingi putra dan putrinya yang ikut menjadi saksi hidup. Khusus ibu Ahmad Yani yang malam itu tidak sedang berada di rumah, karena sedang di rumah dinas, kesaksian diberikan oleh anak-anak beliau. Bahkan ibu Ahmad Yani sampai nyaris pingsan ketika mengetahui bagaimana kematian suaminya.
Menurut Jajang, setiap peristiwa penculikan jendral shootingnya selama 1 minggu. Misalnya serangkaian shooting peristiwa penculikan dan pembunuhan Jendral Ahmad Yani, waktunya satu minggu. Shooting kejadian di rumah Pak Nasution juga satu minggu, begitu pula shooting di rumah korban yang lainnya.
Uniknya, shooting schene penculikan secara tidak sengaja selalu tepat pada malam Jum’at. Sama dengan kejadian sebenarnya yang terjadi pada Kamis malam Jum’at.
Setiap shooting film, anggota keluarga jendral yang bersangkutan selalu hadir untuk menyaksikan adegan demi adegan, untuk memastikan akurasinya. Apalagi lokasi shooting memang di rumah kediaman tempat kejadian sebenarnya berlangsung.
Jadi, dimana letak ketidakbenarannya?!
Kalau soal Aidit merokok, diakui oleh Jajang bahwa itu memang tafsiran Arifin untuk menggambarkan seseorang yang sedang mencari ketenangan di tengah ketegangan, biasanya merokok. Efek asap diperlukan oleh sutradara untuk memberikan efek dramatisasi suasana.
Hal ini dibenarkan oleh Prof. Salim Said Selasa malam di acara ILC, bahwa tafsiran sutradara itu sesuatu yang LUMRAH untuk memberikan dampak dramatis dalam suatu adegan.
Jadi tidak layak diributkan, hanya karena adegan Aidit merokok maka semua adegan dalam film itu bohong.
Lagipula, Ilham Aidit hanya meributkan soal bapaknya yang tidak merokok, bukan? Tapi dia tidak bisa membantah alur gerakan 30 September malam itu. Anak umur 6 tahun mana tahu hal-hal serius? Sesuai dengan usianya yang dia tahu hanyalah bermain, makan dan mungkin ingatan tentang kenangan manis bersama keluarga terdekat.
Ade Irma Suryani Nasution saat itu juga berumur 6 tahun. Dia juga tidak paham apa yang sedang terjadi malam itu.
Itu sebabnya dia tertembak. Kalau saja dia sudah dewasa atau minimal remaja, tentu nalurinya akan merasa takut dan logikanya pasti akan menuntunnya untuk berlindung, cari aman.
Justru karena dia bocah cilik lugu yang tak tahu apa-apa, maka malam itu dia menjadi martir.
Soal dipilihnya Arifin C. Noor sebagai sutradara, Jajang bercerita saat itu Pak Dipo (G. Dwipayana), Direktur PPFN (Pusat Produksi Film Negara), mencari sutradara yang akan diminta untuk membuat film sejarah tentang peristiwa G30S PKI.
Goenawan Mohammad menyarankan nama Arifin C. Noor dan Teguh Karya sebagai sutradara kawakan saat itu.
Pak Dipo kemudian memilih Arifin.
Jadi, kalau akan dibuat film baru soal peristiwa G30S PKI, sanggupkah menghadirkan saksi mata yang masih hidup dari setiap pelaku dan korban?!
Istri para Jendral pahlawan revolusi, setelah 52 tahun berlalu, saya yakin sudah banyak yang wafat (atau malah sudah wafat semuanya?).
Putera puteri para pahlawan revolusi yang saat peristiwa itu terjadi berusia setidaknya 17 tahun, sekarang mestinya berusia 69 tahun.
Masa iya yang akan dijadikan rujukan adegan adalah anak usia 5-6 tahun saat itu? Malah jadi meragukan dan konyol.
Alih-alih membuat film yang lebih akurat, bisa jadi malah makin banyak meleset dari aslinya.
Jangan sampai nanti para jendral yang sudah mengorbankan nyawanya itu justru jadi tokoh antagonis dan para anggota PKI justru jadi “korban” yang layak diberi simpati.
PKI kan bukan hanya 30 September 1965 saja melakukan pemberontakan keji dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Bukankah tahun 1926-1927 dan tahun 1948 PKI juga memberontak??!
Anehnya, mereka yang ngotot PKI tidak bersalah dan hanya jadi korban, biasanya tidak mampu menjawab kalau disodorkan fakta pemberontakan PKI tahun 1948. Itu sebabnya mereka hanya berputar-putar di seputar peristiwa G30S PKI saja.
Tak ada argumen apapun yang mampu menyanggah kekejaman PKI tahun 1948.
Kalau mau membuat film tentang PKI, sekalian saja dibuat panjang, mulai pemberontakan tahun 1926-1927 dan tahun 1948. Agar generasi muda sekarang lebih bisa memotret sejarah secara utuh dan mendapat gambaran tentang PKI dengan lebih komplit.
Embie C. Noor, adik almarhum Arifin C Noor, yang menjadi ilustrator musik di film G30S PKI, mengatakan senang sekali jika film bisa dibalas dengan film juga.
Tapi yang terpenting jangan ada pemutarbalikan sejarah!
Oleh Iramawati Oemar

%d blogger menyukai ini: